Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TEKNOLOGI SMARTPHONE ANDROID DAN APLIKASINYA SEBAGAI PENGENDALI PINTU AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) Arianti Kusumawardhani; Shafiq Nurdin; Mokh. Suseno Aji Sari
Teknika: Engineering and Sains Journal Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/tesj.v1i2.127.89-94

Abstract

Pengoperasian pintu air pada aliran sungai saat ini masih menggunakan sistem manual dengan menggunakan campur tangan tenaga manusia untuk pengendali buka tutupnya. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan sistem kendali berbasis smartphone berbasis android. Dalam penelitian ini penulis menggunakan smartphone android sebagai sarana untuk kendali pintu air. Smartphone dipilih oleh penulis karena saat ini menjadi alat komunikasi sehari-hari yang mobile di semua kalangan masyarakat sedangkan andriod merupakan sistem operasi yang sebagian besar dipakai pada smartphone tersebut. Smartphone berbasis android akan secara langsung mengendalikan buka tutup pintu Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan menggunakan program aplikasi. Masukan dari aplikasi akan memberikan informasi perintah yang diberikan, selanjutnya akan diterima oleh sistem kendali yang terhubung pada mekanisme gerakan mekanik pintu air sungai. Peralatan kendali menggunakan perangkat Arduino Uno yang mampu mengubah signal digital menjadi gerakan mekanik dalam mengoperasikan pintu DAS. Hasil penelitian yang diperoleh, penggunaan perangkat kendali Arduino Uno tidak menyediakan ruang dalam pengelolaan database secara online, maka dibutuhkan software pendukung lainnya untuk mengatasi hal tersebut. Sebagai pengendali dan sistem android merupakan media penghubung informasi saling terkait merupakan sumber informasi yang terbuka.
PERANCANGAN SOLAR TRACKER PHOTOVOLTAIC CELLS DENGAN METODE FUZZY LOGIC Ana Nuril Achadiyah; Mokhamad Suseno Aji Sari
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 2 No 2 (2019): G-Tech, Vol. 2, No. 2, April 2019
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.072 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v2i2.333

Abstract

Energi matahari merupakan energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Sedangkan yang dapat mengkonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik adalah photovoltaic cell. Akan tetapi dalam proses pengkonversian energi cahaya ini ada kendala yang dipengaruhi beberapa faktor sehingga mengurangi optimalisasi sistem kerja photovoltaic cell. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi optimalisasi sistem photovoltaic adalah radiasi sinar matahari yang berubah–ubah sehingga tidak maksimalnya sinar cahaya yang didapat. Dengan melihat permasalahan tersebut maka diperlukan alat penjejak matahari agar solar cell selalu tegak lurus menghadap matahari. Sistem ini menggunakan sensor cahaya (LDR) dan keluaran berupa arus DC. Dengan aturan yang disesuaikan dengan kondisi, maka motor DC akan menggerakkan solar cell supaya bergerak mengikuti posisi matahari secara otmatis. Paper ini menyajikan analisa dan desain untuk penjejak Maximum Power Point Tracker (MPPT) dengan menggunakan Metode Fuzzy Logic (MFL). Dalam penghitungan pengendali penjejak orientasi matahari ini digunakan sistem Metode Fuzzy Logic (MFL) karena metode ini merupakan kontrol pada proses tahapan himpunan, proses fuzzyfikasi, aturan fuzzy, dan proses defuzzyfikasi dan karena metode ini sangat cocok untuk pengembangan produk selanjutnya. Penelitian ini menggunakan ATMega8 yang mudah dipasang pada penggunaan solar cell mandiri maupun yang berskala besar.
Analisis Kendali Kecepatan Motor Induksi 3 Fasa Dengan Metode Direct Torque Control (DTC) Berbasis PID Kontrol Mokh. Suseno Aji Sari; Hadi Suyono; Abraham Lomi
Jurnal Ecotipe (Electronic, Control, Telecommunication, Information, and Power Engineering) Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Ecotipe, Oktober 2020
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jurnalecotipe.v7i2.1476

Abstract

This research was conducted to regulate the three phase induction motor speed regulation system. Changes in load on the motor affect the motor speed response so it does not match the set point speed. This study uses the Direct Torque Control (DTC) method in regulating the speed of an induction motor. The DTC method is a vector control method that is directly assigned to the inverter. DTC method in controlling speed based on Proportional Integral Differential (PID) control. Determination of PID tunning using two methods, namely, ziegler-nichols and cohen-coon method. The ziegler-nichols method have overshoot speeds starting at 0.8% of the setpoint, whereas using the cohen coon method there is no overshoot and the speed at stable conditions matches the setpoint.
Pengaruh Pengaturan Variable Speed Drive terhadap Frekuensi dan Gelombang Generator Satu Fasa Ana Nuril Achadiyah; Mokh. Suseno Aji Sari; Khalil Lukif
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Variable Speed Drive (VSD) banyak digunakan sebagai pengendali kecepatan motor induksi karena mampu meningkatkan fleksibilitas operasi dan efisiensi sistem. Namun, kajian eksperimental mengenai pengaruh pengaturan VSD terhadap frekuensi keluaran dan karakteristik gelombang generator sinkron satu fasa masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi pengaturan VSD terhadap frekuensi keluaran dan bentuk gelombang generator sinkron satu fasa yang digerakkan oleh motor induksi tiga fasa. Pengujian dilakukan menggunakan generator sinkron KAVEA berkapasitas 3 kW, motor induksi tiga fasa 0,75 kW, dan VSD Altivar 320 dengan tiga variasi pengaturan, yaitu 25%, 30%, dan 50%. Frekuensi keluaran diukur menggunakan multimeter digital dan diverifikasi melalui perhitungan berdasarkan periode gelombang yang diperoleh dari osiloskop, sedangkan bentuk gelombang diamati secara langsung menggunakan osiloskop digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengaturan VSD meningkatkan frekuensi keluaran generator dari 25,44 Hz, 31,311 Hz, hingga 50 Hz, seiring dengan kenaikan putaran rotor dari 763,2 rpm menjadi 1500 rpm, sementara tegangan keluaran tetap stabil pada 220 V. Selisih antara frekuensi hasil pengukuran dan hasil perhitungan berturut-turut sebesar 1,76%, 9,50%, dan 0,00%. Kontribusi penelitian ini terletak pada pembuktian eksperimental hubungan antara pengaturan VSD, kecepatan putar motor, frekuensi keluaran, dan karakteristik gelombang generator dalam satu sistem pengujian terintegrasi, sehingga dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem pembangkit skala kecil dan media pembelajaran konversi energi listrik.
Perancangan dan Pengujian Turbin Angin Sumbu Horizontal Kapasitas 600 Watt sebagai Sistem Penerangan Mandiri Ana Nuril Achadiyah; Mokh. Suseno Aji Sari; Wildan Yoga Ariftama
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk penerangan, namun masih banyak wilayah terpencil di Indonesia yang belum terjangkau jaringan PLN. Penelitian ini merancang dan menguji turbin angin sumbu horizontal (TASH) berkapasitas 600 watt sebagai sumber penerangan mandiri. Turbin menggunakan tiga bilah berbahan serat nilon dengan diameter rotor 1,75 meter yang dikopel langsung tanpa gearbox ke generator sinkron magnet permanen (PMG) tiga fasa. Keluaran AC tiga fasa diatur oleh MPPT dan charge controller sebelum disimpan pada baterai, kemudian diubah menjadi tegangan AC 220 volt melalui inverter sehingga sistem bekerja secara off-grid. Pengujian lapangan dilakukan selama enam jam di Cileungsi, Bogor, pada dua kondisi yaitu tanpa beban dan dengan beban lampu 45 watt, pada kecepatan angin 3-6 m/s. Hasil pengujian menunjukkan tegangan antar fasa keluaran generator tidak melebihi 16 volt, dengan daya eksperimen yang dihasilkan berkisar 0,38-0,55 watt, sehingga efisiensi konversi sistem hanya berkisar 0,35%-3,46% karena kecepatan angin pengujian masih di bawah kecepatan start-up (2,5 m/s) dan kecepatan angin nominal (10 m/s) turbin. Meskipun efisiensinya rendah, inverter tetap mampu menjaga tegangan keluaran AC 220 volt secara stabil untuk menyalakan lampu, sehingga sistem ini berpotensi diterapkan sebagai penerangan skala kecil berbasis energi angin di wilayah terpencil Indonesia.