Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

AKOMODASI KOMUNIKASI MAHASISWA ASAL NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) DALAM MEMBANGUN KEAKRABAN DENGAN MAHASISWA SUKU JAWA DI KOTA SURAKARTA (Studi Pada Organisasi Flobamorata Surakarta) Yonatan Krisna H.T.S; Maya Sekar Wangi; Buddy Riyanto
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi Flobamorata Surakarta adalah sebuah organisasi kekeluargaan yang mewadahi mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kota Surakarta. Dalam kesehariannya, mahasiswa NTT ini kerap berinteraksi dengan teman mereka dari Jawa yang dianggap sebagai Tuan Rumah. Mahasiswa NTT tersebut merasa pentingnya membangun keakraban dengan mahasiswa Jawa. Dalam membangun keakrabannya, mahasiswa NTT melakukan Akomodasi Komunikasi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisa akomodasi Komunikasi Mahasiswa NTT dalam membangun Keakraban dengan mahasiswa suku Jawa di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan Teori Akomodasi Komunikasi dari Howard Gilles yaitu Akomodasi cara Kovergensi, Divergensi dan Akomodasi Berlebihan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitaitatif dengan metode analisis Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukan Mahasiswa NTT melakukan Akomodasi Komunikasi dengan cara Kovergensi berupa penggunaan bahasa Indonesia, meniru bahasa jawa yang sederhana, dan perilaku non verbal, akomodasi komunikasi cara divergensi berupa menonjolkan logat dan dialeg, serta penggunaan non verbal berupa sebetas bercerita kebiasaan rangkulan, bahasa tubuh, dan dansa, dan Akomodasi Berlebihan berupa berlebihan dalam meniru dan merespon. Akomodasi komunikasi yang mahasiswa NTT lakukan dapat membangun keakraban dengan mahasiswa suku Jawa, keakraban tersebut tercipta dengan adanya rasa menghargai, menghormati, menerima dan memperhatikan satu sama lain.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN ELEKTABILITAS CAPRES & CAWAPRES 2019 DI OKEZONE.COM DAN HIDAYATULLAH.COM EDISI TANGGAL 01 APRIL – 15 APRIL 2019 Ardhadhadhali Sena Wibowo; Buddy Riyanto
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memasuki tahun politik, agenda pemilihan umum lima tahunan kembali digelar pada tahun 2019 kali ini. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden memunculkan persaingan antara kedua calon. Terkait hal ini, media dituntut untuk menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat, yaitu dengan media online. Media online merupakan salah satu media yang memberitakan elektabilitas Capres dan Cawapres 2019, mereka meng-update berita terkini setiap harinya. Media online yang selalu memberitakan pemilihan umum secara runtut setiap harinya yaitu Okezone.com dan Hidayatullah.com. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sudut pandang kedua media online Okezone.com dan Hidayatullah.com dalam membingkai pemberitaan elektabilitas Capres dan Cawapres 2019. Sehingga dapat diketahui sudut pandang tiap wartawan ataupun media dan keputusan media dalam pelaporan informasi hasil peliputan. Analisis Framing dilakukan dengan model analisis Zhongdang Pan dan Kosicki dengan pendekatan kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah berita-berita terkait elektabilitas capres dan cawapres di kedua media dari tanggal 01 April – 15 April 2019. Hasil penelitian menunjukkan Framing yang dilakukan Okezone.com terhadap elektabilitas capres dan cawapres lebih menonjolkan pasangan Jokowi-Ma’ruf, karena kinerja Jokowi 5 tahun terakhir terbukti mengalami kemajuan. Sedangkan Hidayatullah.com lebih menonjolkan pasangan Prabowo-Sandiaga, karena dianggap mampu memberikan perubahan diberbagai bidang serta memajukan bangsa ini. Kata Kunci : Analisis Framing, Elektabilitas, Okezone.com, Hidayatullah.com
PEMBINGKAIAN BERITA HUKUMAN MATI UNTUK KORUPTOR (Analisis Framing Wacana Hukuman Mati Untuk Koruptor di Tempo.co Periode 10 – 15 Desember 2019) Danang Risdianto; Maya Sekar Wangi; Buddy Riyanto
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

December 9, commemorated World Anti-Corruption Day, President Jokowi won the drama stage titled "Achievement Without Corruption" at SMK N 57 Jakarta. Jokowi said that the death penalty for corruptors could be applied if the people wanted. Related to this, of course, received attention from various media. Online media is one of the media that preaches the discourse of death penalty for corruptors, they update the latest news at each meeting. The online media which always preaches the discourse on death penalty for corruptors coherently in every meeting, Tempo.co This study aims to describe how Tempo.co frames the reporting of the death penalty discourse for corruptors. Release of Information about Coverage. Framing analysis was performed using the Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki analysis models using qualitative methods. The object of this research is Tempo.co with the unit of analysis of news related to the discourse of death penalty for corruptors from December 10-15, 2019. The results of the research show that Tempo's framing of the discourse on death penalty for corruptors puts forward not - disliked, because the death penalty would otherwise keep Indonesia from a more humane civilization. Keyword : framing analysis, death sentence for corruptors, Tempo.co
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA RELAWAN GRIYA SCHIZOFREN DENGAN PASIEN ODMK (ORANG DENGAN MASALAH KEJIWAAN) DALAM TERAPI SOSIAL DI GRIYA PMI PEDULI SURAKARTA Gita Dinda Armaretta; Buddy Riyanto; Herning Suryo Sardjono
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) sering dipandang sebelah mata dan dinilai buruk serta ditelantarkan. PMI Kota Surakarta membuat sebuah program kemanusiaan untuk mengayomi dan merawat orang dengan kondisi tersebut yang ditempatkan di Griya PMI Peduli. Perawatan untuk para Pasien ODMK tidak hanya melalui pengobatan oral namun diutamakan melalui perawatan sosial. Relawan Griya Schizofren yang merupakan mahasiswa dan anak muda yang memiliki rasa kepedulian terhadap ODMK melakukan kegiatan manusiawi di Griya PMI Peduli berupa Terapi Sosial. Diperlukan komunikasi interpersonal antara Relawan dengan Pasien ODMK yang efektif untuk dapat merubah dan mempengaruhi perilaku pasien ODMK menjadi positif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses komunikasi interpersonal Relawan dengan Pasien ODMK dalam kegiatan terapi sosial untuk membantu proses pemulihan pada pasien ODMK di Griya PMI Peduli.Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskripktif kualitatif, yaitu menggambarkan fakta-fakta yang ada dilapangan dengan teknik wawancara mandalam dan observasi. Obyek penelitian ini adalah Relawan Griya Schizofren yang melakukan Terapi Sosial di Griya PMI Peduli. Analisis data yang digunakan adalah teori Action Assembly dari John Greene. Hasil penelitian menunjukan komunikasi interpersonal Relawan dengan Pasien ODMK berjalan efektif dengan ditunjukannya perubahan perilaku dan tindakan dari pasien ODMK menjadi positif dan sikap yang ditunjukan berupa mampunya pasien ODMK membuat kerajinan tangan yang dapat dipasarkan dan mampunya pasien bersosialisasi dengan relawan maupun petugas di Griya Peduli. Kata Kunci : Efektivitas, Komunikasi Interpersonal, ODMK, Relawan, Terapi Sosial
AKTIVITAS MEDIA RELATIONS HUMAS POLRESTA SURAKARTA DALAM MEMBINA HUBUNGAN BAIK DENGAN MEDIA Yoga Dhimas Mahendra; Buddy Riyanto; Herning Suryo Sardjono
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humas Polresta Surakarta mempunyai tugas penting dalam membangun citra Polri di masyarakat. Tentunya Humas Polresta Surakarta dalam hal ini harus membangun Media relations yang baik dengan pihak media supaya informasi dapat disebarkan dan diterima baik oleh masyarakat. Teori yang digunakan adalah teori dari Frank Jefkins menjelaskan prinsip umum untuk membina hubungan pers yang baik sebagai berikut : memahami dan melayani media, membangun reputasi sebagai orang yang dapat dipercaya, menyediakan salinan yang baik, bekerjasama dalam penyediaan materi, menyediakan fasilitas verifikasi, membangun hubungan personal yang kokoh. Dari keenam poin tersebut menjadi indikator apakah sudah terjalin hubungan baik antara humas Polresta Surakarta dengan Media. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan fenomena dan fakta-fakta yang terjadi dilapangan dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun objek penelitian adalah Humas Polresta Surakarta dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih informan yang dianggap memiliki informasi. Validitas data yang peneliti gunakan adalah triangulasi data dengan teknik analisis model interaktif Miles & Huberman. Diketahui bahwa dalam menjalankan perannya seabagai pelaku aktivitas media relations Humas Polresta Surakarta telah memenuhi 6 indikator dari teori Frank Jefkins dalam membina hubungan media relations yang baik dengan media. walaupun terdapat beberapa kendala namun komunikasi yang terjalin antara humas dengan media sudah baik. Kata Kunci : Humas, Aktivitas Media Relations, Polresta Surakarta.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENANGANI SISWA PELANGGAR TATA TERTIB SEKOLAH DI SMK NEGERI 1 NOGOSARI Indah Sarwosri; Buddy Riyanto; Siswanta Siswanta
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling dalam menangani siswa pelanggar tata tertib di SMK Negeri 1 Nogosari. Pada teori Wilbur Schramm (1954) dimulai dari pengirim pesan (encoder) yang mengirim pesan (massage) kepada penerima pesan (decoder) yang kemudian secara bergantian mengirim pesan kepada pengirim pesan pertama, terdapat 6 langkah proses komunikasi : 1) keinginan berkomunikasi, 2) Encoding oleh komunikator, 3) Pengiriman pesan, 4) Penerimaan Pesan, 5) Decoding oleh komunikan, dan 5) Umpan balik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan fakta-fakta yang ada dilapangan dengan teknik wawancara dan observasi. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposiv sampling dengan mengambil informan guru BK dan Siswa SMK N 1 Nogosari Tahun ajaran 2019/2020. Teknik analisis data menggunakan teori Milles dan Hubberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi interpersonal guru BK tidak berjalan dengan efektif sebab tidak tercapainya tujuan bimbingan yaitu untuk membantu merubah perilaku siswa dari yang berperilaku negatif ke perilaku positif dengan menegakkan kedisiplinan melalui arahan atau bimbingan yang diberikan oleh guru bimbingan konseling dan siswa tidak melakukan tindakan yang sama lagi. Karena guru bimbingan dan konseling memberikan arahan dan nasehat diartikan oleh siswa sebagai amarah. Jadi saat komunikasi berlangsung antara guru BK dan siswa tidak berjalan dengan seimbang. Hambatan berupa kesalah pahaman dalam memaknai pesan yang disampaikan oleh guru bimbingan konseling kepada siwa juga tidak optimal. Karena siswa masih menunjukan etiket yang tidak baik dan tidak mematuhi arahan yang diberikan guru BK. Kata Kunci :Komunikasi Interpersonal, Guru BK, pelanggar Tata Tertib.
KEMENARIKAN PROGRAM KIPRAH DESA DI RRI PRO 1 SURAKARTA M Hendriyanto; Buddy Riyanto; Herning Suryo Sardjono
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya program siaran pedesaan “Kiprah Desa” pada radio RRI Pro 1 Surakarta ini, masyarakat pedesaan berharap wawasannya semakin bertambah mengenai pemberdayaan masyarakat pedesaan. Manfaat program siaran radio sangat penting pada perkembangan teknologi seperti sekarang ini, mengingat kurangnya penyuluhan terkait dengan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana kemenarikan program Kiprah Desa di RRI PRO 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemenarikan program Kiprah Desa bagi pendengar tidak lepas dari enam unsur yaitu unsur informatif, entertainment, persuasif, kreatif, inovatif, dan interaktif. Unsur informatif program siaran Kiprah Desa diketahui dari adanya informasi yang bermanfaat bagi pendengar. Entertainment atau hiburan dalam siaran program Kiprah Desa ditunjukkan dengan diputarkan lagu-lagu Jawa. Adanya hiburan ini menjadikan para pendengar tidak merasa bosan mendengarkan program Kiprah Desa. Unsur persuasif ditunjukkan dengan ungkapan dari penyiar maupun nara sumber mengenai bagaimana caranya berbudidaya, baik bidang pertanian, perikanan, peternakan maupun dibidangbidang yang lain, serta aktif memberikan respon atau tanggapan kepada pendengar. Unsur kreatif dilakukan pada penyampaian materi maupun nara sumber yang dihadirkan. Unsur inovatif ditunjukkan pada pemberian informasi kepada pendengar tentang masalahmasalah yang baru diperbicangkan di masyarakat, seperti penyebab gagal panen, dan upaya yang dilakukan untuk menanggulangi gagal panen. Interaktif yang dilakukan pihak RRI Surakarta dalam program Kiprah Desa yaitu dengan diadakan dialog interaktif dengan para pendengar yang dilakukan setiap hari Jumat jam 15.00 sampai 16.00 WIB. Selain itu dilakukan pertemuan antar penyiar, nara sumber dan pendengar setiap 3 bulan sekali. Kata kunci: Kemenarikan, Program, Siaran
KOMUNIKASI GETOK TULAR (WORD OF MOUTH) SEBAGAI PEMASARAN PRODUK CIU DI DESA BEKONANG KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO Ichlasul Akbar; Buddy Riyanto
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi getok tular (word of mouth) sebagai pemasaran produk ciu di Desa Bekonang Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Peneliti menerapkan metode jenis wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara (interview guide). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah milik Kotler yang bahwa komunikasi getok tular adalah komunikasi pribadi tentang suatu produk antara pembeli sasaran dan para tetangga, teman, anggota keluarga, serta rekannya. Sehubungan dengan hal tersebut, bagaimana pengrajin alkohol atau ciu berhasil mempromosikan produksinya menggunakan komunikasi dari mulut ke mulut. Ketua paguyuban pengrajin alkohol 90% di Bekonang tersebut berupaya penuh memperkenalkan dan mempromosikan produknya kepada masyarakat umum, salah satu caranya yaitu dengan menggunakan komunikasi dari mulut ke mulut. Yaitu dengan cara melobi kepada seseorang yang hendak menggunakan produksi alkohol atau ciu mereka. Hal serupa juga dilakukan salah satu pelaku usaha atau pengrajin alkohol atau ciu dalam mempromosikan produk alkohol atau ciu. Keputusan pembeli merupakan tahap akhir dari tujuan dilakukannya sebuah pemasaran, di tahap ini dimana calon pembeli menentukan jadi atau tidaknya suatu barang dibeli. Kebanyakan pembeli mengambil keputusan atas dasar dari pengaruh pendapat orang lain dan manfaat apa yang diperoleh dari produk yang diharapkan. Simpulan penelitian ini adalah terjadinya pola hubungan komunikasi yang efektif dan komprehensif dari sebuah fenomena getok tular seorang konsumen kepada calon konsumen yang lain yang membantu pada penentuan keputusan pembeli. Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Getok Tular Ciu Bekonang.
Press release writing training in Sriwedari Village Muadz Muadz; Buddy Riyanto
Community Empowerment Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.911 KB) | DOI: 10.31603/ce.5610

Abstract

Sriwedari Village, in the heart of Surakarta City, has all of the necessary public amenities to support a wide range of community activities, including wayang orang performances, museum visits, sports competitions, and music concerts. If it is published in the media, this could actually be positive news for Sriwedari Village. Furthermore, in Sriwedari Village, the community's various activities have not been matched by the ability to publish in the mass media. This community service aims to provide training in the ability to write press releases and media relations for residents of Sriwedari Village, Surakarta. In the midst of the covid-19 pandemic, this Community Service is carried out both offline and online. Residents of Sriwedari Village who are members of the Sriwedari Village Children and Youth Forum took part in this activity. Identifying partner problems, providing materials, hands-on training on press release writing, and evaluation are all stages of program implementation. This press release writing training activity went off without a hitch. It is clear that the majority of the participants know how to write a good press release.
PEMANFAATAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI PELAYANAN PUBLIK KOTA SURAKARTA Kezia Sarfat Debby; Buddy Riyanto; Haryo Kusumo Aji
Jurnal Ilmu Komunikasi PROGRESSIO Vol 5, No 1 (2024): Vol.5 No.1 Maret 2024
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi PROGRESSIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/progressio.v4i1.1290

Abstract

Pada era informasi digital atau modernisasi pada saat ini, pasokan informasi digital cukup cepat dalam penyebarannya. Informasi tersebut dapat diperoleh secara cepat, efisien, dan lebih akurat. Perkembangan tersebut juga diterapkan oleh Pemerintah Kota Surakarta dalam melakukan pelayanan publik secara online melalui media website. Situs website ini merupakan representasi dari konsistensi pengetahuan, kapasitas institusi pemerintah untuk berhubungan dengan publik dan semacam media sosialisasi untuk meningkatkan kehidupan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan website surakarta sebagai media informasi dan komunikasi pelayanan publik yang dilakukan oleh Diskominfo Kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang terfokus pada bagaimana pemanfaatan website sebagai media informasi dan komunikasi pelayanan dalam melaksanakan pelayanan publik di Kota Surakarta. Data yang didapatkan melalui hasil wawancara dengan Staff Diskominfo Kota Surakarta dan Masyarakat Kota Surakarta. Selain itu, data juga didapatkan dengan hasil observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan teori Komunikasi Pelayanan Publik menurut Dr. Hardiansyah. Analisis penelitian ini diketahui bahwa Diskominfo SP Kota Surakarta mengembangkan website sebagai media informasi dan komunikasi pelayanan publik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ada website sebagai media informasi kepada publik secara online dan menjadi sarana komunikasi antara pemerintah dengan Masyarakat. Dengan adanya website sebagai pelayanan publik ini diharapkan dapat mencukupi serta memudahkan Masyarakat dalam memperolah informasi publik sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Tak hanya itu, adanya website ini juga menjadi salah satu bentuk digitalisasi yang dilakukan dalam peningkatan good government bagi pemerintah Kota Surakarta.