Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

AKTIVITAS MEDIA RELATIONS HUMAS POLRESTA SURAKARTA DALAM MEMBINA HUBUNGAN BAIK DENGAN MEDIA Yoga Dhimas Mahendra; Buddy Riyanto; Herning Suryo Sardjono
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humas Polresta Surakarta mempunyai tugas penting dalam membangun citra Polri di masyarakat. Tentunya Humas Polresta Surakarta dalam hal ini harus membangun Media relations yang baik dengan pihak media supaya informasi dapat disebarkan dan diterima baik oleh masyarakat. Teori yang digunakan adalah teori dari Frank Jefkins menjelaskan prinsip umum untuk membina hubungan pers yang baik sebagai berikut : memahami dan melayani media, membangun reputasi sebagai orang yang dapat dipercaya, menyediakan salinan yang baik, bekerjasama dalam penyediaan materi, menyediakan fasilitas verifikasi, membangun hubungan personal yang kokoh. Dari keenam poin tersebut menjadi indikator apakah sudah terjalin hubungan baik antara humas Polresta Surakarta dengan Media. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan fenomena dan fakta-fakta yang terjadi dilapangan dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun objek penelitian adalah Humas Polresta Surakarta dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih informan yang dianggap memiliki informasi. Validitas data yang peneliti gunakan adalah triangulasi data dengan teknik analisis model interaktif Miles & Huberman. Diketahui bahwa dalam menjalankan perannya seabagai pelaku aktivitas media relations Humas Polresta Surakarta telah memenuhi 6 indikator dari teori Frank Jefkins dalam membina hubungan media relations yang baik dengan media. walaupun terdapat beberapa kendala namun komunikasi yang terjalin antara humas dengan media sudah baik. Kata Kunci : Humas, Aktivitas Media Relations, Polresta Surakarta.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENANGANI SISWA PELANGGAR TATA TERTIB SEKOLAH DI SMK NEGERI 1 NOGOSARI Indah Sarwosri; Buddy Riyanto; Siswanta Siswanta
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling dalam menangani siswa pelanggar tata tertib di SMK Negeri 1 Nogosari. Pada teori Wilbur Schramm (1954) dimulai dari pengirim pesan (encoder) yang mengirim pesan (massage) kepada penerima pesan (decoder) yang kemudian secara bergantian mengirim pesan kepada pengirim pesan pertama, terdapat 6 langkah proses komunikasi : 1) keinginan berkomunikasi, 2) Encoding oleh komunikator, 3) Pengiriman pesan, 4) Penerimaan Pesan, 5) Decoding oleh komunikan, dan 5) Umpan balik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan fakta-fakta yang ada dilapangan dengan teknik wawancara dan observasi. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposiv sampling dengan mengambil informan guru BK dan Siswa SMK N 1 Nogosari Tahun ajaran 2019/2020. Teknik analisis data menggunakan teori Milles dan Hubberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi interpersonal guru BK tidak berjalan dengan efektif sebab tidak tercapainya tujuan bimbingan yaitu untuk membantu merubah perilaku siswa dari yang berperilaku negatif ke perilaku positif dengan menegakkan kedisiplinan melalui arahan atau bimbingan yang diberikan oleh guru bimbingan konseling dan siswa tidak melakukan tindakan yang sama lagi. Karena guru bimbingan dan konseling memberikan arahan dan nasehat diartikan oleh siswa sebagai amarah. Jadi saat komunikasi berlangsung antara guru BK dan siswa tidak berjalan dengan seimbang. Hambatan berupa kesalah pahaman dalam memaknai pesan yang disampaikan oleh guru bimbingan konseling kepada siwa juga tidak optimal. Karena siswa masih menunjukan etiket yang tidak baik dan tidak mematuhi arahan yang diberikan guru BK. Kata Kunci :Komunikasi Interpersonal, Guru BK, pelanggar Tata Tertib.
KEMENARIKAN PROGRAM KIPRAH DESA DI RRI PRO 1 SURAKARTA M Hendriyanto; Buddy Riyanto; Herning Suryo Sardjono
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya program siaran pedesaan “Kiprah Desa” pada radio RRI Pro 1 Surakarta ini, masyarakat pedesaan berharap wawasannya semakin bertambah mengenai pemberdayaan masyarakat pedesaan. Manfaat program siaran radio sangat penting pada perkembangan teknologi seperti sekarang ini, mengingat kurangnya penyuluhan terkait dengan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana kemenarikan program Kiprah Desa di RRI PRO 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemenarikan program Kiprah Desa bagi pendengar tidak lepas dari enam unsur yaitu unsur informatif, entertainment, persuasif, kreatif, inovatif, dan interaktif. Unsur informatif program siaran Kiprah Desa diketahui dari adanya informasi yang bermanfaat bagi pendengar. Entertainment atau hiburan dalam siaran program Kiprah Desa ditunjukkan dengan diputarkan lagu-lagu Jawa. Adanya hiburan ini menjadikan para pendengar tidak merasa bosan mendengarkan program Kiprah Desa. Unsur persuasif ditunjukkan dengan ungkapan dari penyiar maupun nara sumber mengenai bagaimana caranya berbudidaya, baik bidang pertanian, perikanan, peternakan maupun dibidangbidang yang lain, serta aktif memberikan respon atau tanggapan kepada pendengar. Unsur kreatif dilakukan pada penyampaian materi maupun nara sumber yang dihadirkan. Unsur inovatif ditunjukkan pada pemberian informasi kepada pendengar tentang masalahmasalah yang baru diperbicangkan di masyarakat, seperti penyebab gagal panen, dan upaya yang dilakukan untuk menanggulangi gagal panen. Interaktif yang dilakukan pihak RRI Surakarta dalam program Kiprah Desa yaitu dengan diadakan dialog interaktif dengan para pendengar yang dilakukan setiap hari Jumat jam 15.00 sampai 16.00 WIB. Selain itu dilakukan pertemuan antar penyiar, nara sumber dan pendengar setiap 3 bulan sekali. Kata kunci: Kemenarikan, Program, Siaran
KOMUNIKASI GETOK TULAR (WORD OF MOUTH) SEBAGAI PEMASARAN PRODUK CIU DI DESA BEKONANG KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO Ichlasul Akbar; Buddy Riyanto
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi getok tular (word of mouth) sebagai pemasaran produk ciu di Desa Bekonang Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Peneliti menerapkan metode jenis wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara (interview guide). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah milik Kotler yang bahwa komunikasi getok tular adalah komunikasi pribadi tentang suatu produk antara pembeli sasaran dan para tetangga, teman, anggota keluarga, serta rekannya. Sehubungan dengan hal tersebut, bagaimana pengrajin alkohol atau ciu berhasil mempromosikan produksinya menggunakan komunikasi dari mulut ke mulut. Ketua paguyuban pengrajin alkohol 90% di Bekonang tersebut berupaya penuh memperkenalkan dan mempromosikan produknya kepada masyarakat umum, salah satu caranya yaitu dengan menggunakan komunikasi dari mulut ke mulut. Yaitu dengan cara melobi kepada seseorang yang hendak menggunakan produksi alkohol atau ciu mereka. Hal serupa juga dilakukan salah satu pelaku usaha atau pengrajin alkohol atau ciu dalam mempromosikan produk alkohol atau ciu. Keputusan pembeli merupakan tahap akhir dari tujuan dilakukannya sebuah pemasaran, di tahap ini dimana calon pembeli menentukan jadi atau tidaknya suatu barang dibeli. Kebanyakan pembeli mengambil keputusan atas dasar dari pengaruh pendapat orang lain dan manfaat apa yang diperoleh dari produk yang diharapkan. Simpulan penelitian ini adalah terjadinya pola hubungan komunikasi yang efektif dan komprehensif dari sebuah fenomena getok tular seorang konsumen kepada calon konsumen yang lain yang membantu pada penentuan keputusan pembeli. Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Getok Tular Ciu Bekonang.
Komunikasi Lintas Agama Mahasiswa Unisri Surakarta Buddy Riyanto
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 4, No 2 (2022): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v4i2.7928

Abstract

Penelitian komuikasi lintas agama ini memilih obyek mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta karena memiliki mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial budaya, etnis dan agama. Penelitian ini mendeskripsikan kehidupan beragama di kalangan mahasiswa, bagaimana mereka berkomunikasi dalam ranah formal diantara UKM Kerohanian dan secara informal pada level individu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara terhadap informan terpilih secara purposive. Analisis dilakukan secara interaktif selama proses penelitian. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa di Unisri tidak terjadi komunikasi formal diantara ukm kerohanian. Komunikasi mahasiswa beda agama lebih bersifat interpersonal, berlangsung secara informal namun tidak membicarakan permasalahan agama, karena agama dipandang sebagai masalah pribadi yang tidak patut dibicarakan, kecuali diantara mahasiswa yang sudah sangat akrab dan berkepribadian terbuka. Hasil penelitian ini diharap memperkaya khasanah ilmu komunikasi, terutama komunikasi antarbudaya.
Pelatihan Video Broadcasting; Pengoperasian Kamera Video dan Aplikasi Live Streaming bagi Siswa SMK N 9 Surakarta Muadz; Buddy Riyanto
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i02.2253

Abstract

Mudahnya penyebaran informasi atau konten oleh publik terbuka secara lebar melalui media sosial. Beberapa media sosial mempunyai fitur video live streaming untuk berinteraksi dengan followers, menarik viewers, atau untuk kepentingan bisnis. Video live streaming sangat dinikmati oleh kalangan anak muda, tak terkecuali kalangan anak sekolah. SMK N 9 Surakarta mempunyai jurusan multimedia, dimana tujuan kompetensinya adalah untuk membekali siswa untuk terampil dan kompeten bidang multimedia. Video broadcasting adalah salah satu materi yang dipelajari di sekolah tersebut. Permasalahan tempat/lokasi pengabdian adalah masih terbatasnya peralatan yang memadai untuk mendukung untuk kegiatan praktek produksi live streaming di sekolah tersebut. Program Studi Ilmu Komunikasi UNISRI mempunyai pengalaman dan peralatan yang memadai dalam kegiatan belajar mengajar bidang keahlian broadcasting. Tim pengabdi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada siswa SMK N 9 Surakarta jurusan multimedia dengan tujuan agar siswa mendapat pemahaman dan pengalaman lebih dari yang sudah diberikan di bangku sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah; survei ke lokasi pengabdian, pelaksanaan kegiatan pelatihan, dan evaluasi kegiatan pelatihan. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini adalah 30 siswa SMK N 9 Surakarta jurusan multimedia. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama pemberian materi serta praktek dan pertemuan kedua adalah praktek pengoperasian kamera dan aplikasi live streaming dalam sebuah acara yang disiarkan secara langsung melalui media sosial YouTube. Hasil dari kegiatan ini adalah, siswa SMK N 9 Surakarta, mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru dalam bidang video broadcasting.  
PEMANFAATAN WEBSITE SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI PELAYANAN PUBLIK KOTA SURAKARTA Kezia Sarfat Debby; Buddy Riyanto; Haryo Kusumo Aji
Jurnal Ilmu Komunikasi PROGRESSIO Vol 5, No 1 (2024): Vol.5 No.1 Maret 2024
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi PROGRESSIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/progressio.v4i1.1290

Abstract

Pada era informasi digital atau modernisasi pada saat ini, pasokan informasi digital cukup cepat dalam penyebarannya. Informasi tersebut dapat diperoleh secara cepat, efisien, dan lebih akurat. Perkembangan tersebut juga diterapkan oleh Pemerintah Kota Surakarta dalam melakukan pelayanan publik secara online melalui media website. Situs website ini merupakan representasi dari konsistensi pengetahuan, kapasitas institusi pemerintah untuk berhubungan dengan publik dan semacam media sosialisasi untuk meningkatkan kehidupan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan website surakarta sebagai media informasi dan komunikasi pelayanan publik yang dilakukan oleh Diskominfo Kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang terfokus pada bagaimana pemanfaatan website sebagai media informasi dan komunikasi pelayanan dalam melaksanakan pelayanan publik di Kota Surakarta. Data yang didapatkan melalui hasil wawancara dengan Staff Diskominfo Kota Surakarta dan Masyarakat Kota Surakarta. Selain itu, data juga didapatkan dengan hasil observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan teori Komunikasi Pelayanan Publik menurut Dr. Hardiansyah. Analisis penelitian ini diketahui bahwa Diskominfo SP Kota Surakarta mengembangkan website sebagai media informasi dan komunikasi pelayanan publik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ada website sebagai media informasi kepada publik secara online dan menjadi sarana komunikasi antara pemerintah dengan Masyarakat. Dengan adanya website sebagai pelayanan publik ini diharapkan dapat mencukupi serta memudahkan Masyarakat dalam memperolah informasi publik sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Tak hanya itu, adanya website ini juga menjadi salah satu bentuk digitalisasi yang dilakukan dalam peningkatan good government bagi pemerintah Kota Surakarta.