Raha Bistara
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Islam Wasathiyah of KH. Abdurrahman Wahid in the Islamic Political Arena Raha Bistara; Fuady, Farkhan
Journal of Islamic Civilization Vol 4 No 2 (2022): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v4i2.3611

Abstract

Indonesia as a pluralistic country and has a variety of cultures, ethnicities, races, religions and so on. Making it a pluralistic country and it is important to maintain the unity and integrity of the nation. In dealing with the plurality of the Islamic concept of wasathiyah, it is important to implement it today. Moreover, political issues, especially Islam, will be more complex. Seeing this, Abdurraman Wahid as a Muslim scholar paid attention to creating an atmosphere of peace in the midst of differences. By using qualitative methods and library research approach. This means that this research is a library research, where the data source comes from the library. The analysis used is descriptive and historical analysis, it is useful to provide a clearer picture of the concept of Islam wasathiyah Abdurrahman Wahid. The results of this study found that Abdurrahman Wahid argued that Washatiyah Islam was middle, not extreme. Meanwhile, Abdurrahaman Wahid's Islamic politics is also very relevant to be applied in Indonesia. Even though Indonesia is a plural country that has various religions. To achieve moderate and fair conduct in the life of the nation and state is a mandatory requirement in efforts to maintain peace in Indonesia in particular and world peace in general. Indonesia sebagai negara yang majemuk dan memiliki berbagai macam budaya, suku, ras, agama dan lain sebagainya. Menjadikanya negara yang plural dan penting untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Dalam menghadapi kemajemukan konsep Islam wasathiyah menjadi penting untuk di implementasikan dimasa sekarang. Telebih lagi mengenai permasalahan politik khususnya Islam akan lebih kompleks. Melihat tersebut Abdurraman Wahid sebagai cendekiawan muslim memberikan perhatian untuk menciptakan suasana damai ditengah perbedaan. Dengan menggunakan metode kualiatif dan pendekatan library reaserch. Berarti penelitian ini merupakan penelitian pustaka, yang mana sumber data bersumber dari pustaka. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan historis, hal tersebut berguna untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai konsep Islam wasathiyah Abdurrahman Wahid. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dipaparkan Abdurrahman Wahid berpendapat bahwa Islam washatiyah merupakan tengah-tengah, tidak bersikap ektrim. Sedangkan Gagasan politik Islam Abdurrahaman wahid juga sangat relevan diterapkan di Indonesia. Walaupun Indonesia sebagai negara plural yang memiliki berbagai agama. Sehingga bersikap moderat dan berlaku adil dalam hidup berbangsa dan bernegara menjadi syarat wajib dalam upaya menjaga perdamaian di Indonesia khususnya dan perdamaian dunia pada umumnya.
ISLAM WASATHIYAH DALAM GAGASAN POLITIK ISLAM: MENGUAK PEMIKIRAN ISLAM WASATHIYAH KH ABDURRAHMAN WAHID Raha Bistara; Mega Alif Marintan
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 913-931
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/bj6w0381

Abstract

Indonesia sebagai negara yang majemuk dan memiliki berbagai macam budaya, suku,ras, agama dan lain sebagainya. Menjadikanya negara yang plural dan penting untuk menjagakesatuan dan persatuan bangsa. Dalam menghadapi kemajemukan konsep Islam wasathiyahmenjadi penting untuk di implementasikan dimasa sekarang. Telebih lagi mengenaipermasalahan politik khususnya Islam akan lebih kompleks. Melihat tersebut AbdurramanWahid sebagai cendekiawan muslim memberikan perhatian untuk menciptakan suasana damaiditengah perbedaan. Dengan menggunakan metode kualiatif dan pendekatan library reaserch.Berarti penelitian ini merupakan penelitian pustaka, yang mana sumber data bersumber daripustaka. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan historis, hal tersebut bergunauntuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai konsep Islam wasathiyahAbdurrahman Wahid. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dipaparkan AbdurrahmanWahid merupakan tokoh cendekiawan muslim yang berasal dari lingkungan pesantren. Keduakakenya merupakan ulama yang cukup terkenal dan Kyai sepuh Nahdlatul Ulama (NU).Sebagai orang yang lahir dari keluarga pesantren ia paham betul mengenai ilmu kegamaan.Salah satunya ia berpendapat bahwa Islam washatiyah merupakan tengah-tengah, tidakbersikap ektrim. Konsep Islam washatiyah ini penting diterapkan di Indonesia yang plural.Gagasan politik Islam Abdurrahaman wahid juga sangat relevan diterapkan di Indonesia. Haltersebut dimaksudkan untuk membendung gerakan-gerakan politik Islam yang inginmenerapkan sistem khilafah Islamiah. Sistem yang sebetulnya tidak cocok untuk diterapkan diIndonesia. Walaupun Indonesia menjadi negara dengan mayoritas umat muslim. Namun tidakdapat dipungkiri masih ada umat agama lain yang hidup di Indonesia. Sehingga bersikapmoderat dan berlaku adil dalam hidup berbangsa dan bernegara menjadi syarat wajib dalamupaya menjaga perdamaian di Indonesia khususnya dan perdamaian dunia pada umumnya.
"Arketipe Falsafah Pendidikan Islam: Menguak Piwulang Pakubawana IV dalam Serat Wulangreh" Auria; Raha Bistara
Vol. 3 No. 1 (2025): Proceeding of International Conference on Cultures & Languages 2025 943-959
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji konsep falsafah pendidikan Islam yang tercermin dalam Serat Wulangreh, karya sastra islami peninggalan Sri Susuhunan Pakubuwana IV, raja dari Kasunanan Surakarta yang memerintah pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19. Serat Wulangreh merupakan salah satu karya sastra Jawa klasik yang memuat banyak ajaran moral, etika, dan spiritual, yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang galurnya diambil dari al-Quran dan Sunnah. Arketipe falsafah pendidikan ini perlu digali lagi dalam dinamika zaman sekarang ini yang kian sudah tidak menentu. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, tulisan ini berupaya mengeksplorasi nilai-nilai pendidikan yang diajarkan PB IV, seperti pentingnya akhlak, pengendalian diri, ilmu pengetahuan, dan ketakwaan kepada Tuhan. Filsafat pendidikan yang ditawarkan PB IV dalam Serat Wulangreh menekankan pembentukan karakter luhur melalui pendidikan yang berakar pada nilai-nilai religius dan budaya lokal. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berkutat pada aspek kognitif, tetapi juga sangat memperhatikan aspek afektif dan spiritual. Relevansi ajaran PB IV dalam konteks pendidikan masa kini juga menjadi sorotan penting dalam kajian ini, mengingat kebutuhan akan pendidikan yang berimbang antara akal, hati, dan perilaku. Dengan demikian, karya ini tidak hanya menggali warisan intelektual lokal, tetapi juga membuka ruang dialog antara nilai-nilai tradisional dan tantangan pendidikan modern.