Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Human Care Journal

HUBUNGAN KADAR KALSIUM DALAM ASI DENGAN PANJANG BADAN BAYI USIA 6-12 BULAN chyka febria
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 2 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i2.1102

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama yang terjadi pada Negara-Negara berkembang. UNICEF (2009) mengemukakan sekitar 80% anak stunting terdapat di 24 negara berkembang di Asia dan Afrika. Indonesia merupakan Negara urutan kelima yang memiliki prevalensi anak stunting tertinggi setelah India, China, Nigeria dan Pakistan. Di Sumatera Barat pada tahun 2013 prevalensi stunting sebesar 29,3% (DinKes Sumbar, 2014). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumatera Barat tahun 2015, prevalensi stunting di Kota Padang tahun 2015 sebesar 15%. Dari survei awal yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang, dari 10 bayi diukur panjang badannya didapatkan 4 bayi yang mengalami stunting, sedangkan prevalensi pemberian ASI ekslusif di wilayah tersebut cukup tinggi yaitu 54,66%. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar kalsium dalam ASI dengan panjang badan bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang 2017. Waktu penelitian telah dimulai dari bulan januari 2017 sampai Agustus 2017. Desain penelitian yang digunakan “ Cross Sectional” dengan jumlah sampel 83 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Data dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi pearson. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa rata-rata kadar kalsium dalam tubuh bayi usia 6-12 bulan adalah 125,4 mg/100 ml ± 29,12, rata-rata panjang badan bayi usia 6-12 bulan adalah 68,20 cm ± 2,371. Pada uji korelasi, didapatkan korelasi lemah antara kadar kalsium dalam ASI dengan panjang badan bayi usia 6-12 bulan (r=0,04).
HUBUNGAN SARAPAN PAGI DENGAN INDEX PRESTASI (IP) MAHASISWA KEBIDANAN FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT Chyka Febria
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2316

Abstract

Sarapan pagi adalah waktu makan yang sering diabaikan. Bagi orang dewasa sarapan dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Sarapan juga dapat meningkatkan konsentrasi belajar, lebih memahami pelajaran sehingga prestasi belajar menjadi lebih baik.Di negara maju seperti Amerika Serikat, menurut Amerika Dietetic Association, lebih dari 40% anak perempuan dan 32% anak laki-laki melewatkan sarapan setiap harinya ( Gunawan, 2008). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006 di Kabupaten Majalengka, hanya 15,2% anak sekolah dasar yang mempunyai kebiasaan sarapan pagi. Penelitian Sibuea tahun 2002 menemukan 57,5% anak sekolah di Medan tidak pernah sarapan pagi. Tujuan penelitian ini untuk melihat Hubungan antara sarapan pagi dengan indexs prestasi mahasiswa kesehatan fakultas kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Desain penelitian yang di gunakan adalah cross sectional study, penelitian dilakukan pada tanggal 6-7 September  2022 dengan populasi adalah mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Semester 1, 3, dan 5, besar sampel sebanyak 49 orang mahasiswa, Teknik pengambilan sampel total sampling. Dari hasil uji statistik didapatkan hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dan prestasi belajar siswa dengan nilai p=0,045. Sebagai saran dalam penelitian ini adalah perlunya perhatian lebih dari mahasiswa tersebut dalam menyiapkan sarapan pagi bagi dirinya sendiri.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI NAGARI TANJUNG BUNGO Chyka Febria; Mega Ade Nugrahmi; Liza Andriani; Rilly Yane Putri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 2 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i2.2473

Abstract

Kekurangan gizi kronis mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan balita dan menurunkan aspek kognitif anak hal disebut juga dengan stunting. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah berat badan saat lahir anak karena menghambat proses tumbuh kembang anak dan berujung stunting. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting di Nagari Tanjung Bungo Kabupaten 50 kota. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan case control dengan metode analitik korelasional dan pendekatan retrospektif. sampel 35 kasus dan 35 kontrol dengan teknik purposive sampling, analisis data menggunakan chi square.Populasi penelitian adalah balita yang berada di Nagari Tanjung Bungo. Hasi penelitian diperoleh sebanyak 19 (54,2 %) balita memiliki riwayat BBLR, dan balita yang mengalami stunting sebanyak 35 (100 %). Hasil uji Chi Square menunjukan nilai p vallue <0,001 dan nilai OR 0,047. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada balita di nagari tanjung bungo. Berat badan lahir rendah merupakan faktor terjadinya stunting.