Dian P.E. Laksmiyanti
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Surabaya, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Tema Kontemporer pada Gedung Pertunjukan Seni Tari dan Pewayangan Khas Nganjuk Jawa Timur Zulni Rahmawati; Sigit Hadi Laksono; Dian P.E. Laksmiyanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 2, No 2 (2021): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nganjuk adalah kabupaten yang khas dengan seni pertunjukan tradisional, banyaknya pertunjukan tradisional tersebut tidak diimbangi dengan banyaknya peminat dari masyarakat setempat, Gedung pertunjukan yang terdapat di Nganjuk hanya ada satu bangunan yaitu Gedung Juang 45. Disisi lain kenyataan bahwa kegiatan seni yang diselenggarakan tidak terwadahi dengan baik maka perencanaan dan perancangan Gedung pertunjukan seni tari dan pewayangan khas Nganjuk Jawa Timur ini dilakukan untuk mewadahi permasalahan tersebut perancangan ini mengangkat tema “Arsitektur Kontemporer” dengan konsep mikro tatanan lahan “Cepat Terarah”ditunjang dengan konsep mikro bentuk “ekspressif“dan konsep mikro ruang “Digital art space“. Sehingga rancangan ini dapat memberi dampak positif baik bagi pemerintah Kabupaten Nganjuk maupun warga Nganjuk itu sendiri, bagi pendatang atau wisatawan dapat terbantu dengan adanya galeri ini sebagai petunjuk destinasi yang mereka inginkan, dan gedung pertunjukan diharapkan dapat menjadi gedung yang ikonik sehingga pekerja seni dapat menampilkan berbagai pertunjukan, dengan begitu kabupaten nganjuk dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat luar.
PENDEKATAN SIMBOLISME DALAM PERANCANGAN MUSEUM DI AREA MONUMEN KRESEK Sania Nur Afifah; Broto W. Sulistyo; Dian P. E. Laksmiyanti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Madiun merupakan salah satu daerah yang memiliki cerita sejarah yang tidak terlupakan, banyak yang menjadi korban Pemberontakan PKI 1948. Lokasi yang menjadi saksi bisu Peristiwa tersebut saat ini dijadikan sebagai situs sejarah bernama Monumen Kresek, dibangun sebagai tanda bahwa pernah terjadi peristiwa kejam di Desa Kresek. Perancangan Museum yang berfungsi sebagai sarana informasi, edukasi dan rekreasi. Sebelum melakukan perancangan, dilakukan penelitian studi banding terhadap beberapa museum sejarah. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode deskriptif dan studi kasus untuk menghasilkan konsep yang sesuai. Dari peneltian yang dilakukan, menghasilkan sebuah tema rancangan yaitu simbolis yang bertujuan untuk mempresentasikan sebuah simbol kepada pengunjung, simbol yang diterapkan adalah sumur korban pembantaian pada tatanan lahan, Sayap Garuda dan Pancasila pada bentuk, serta penderitaan korban pada ruang. Rancangan bentuk pada Museum merupakan visualisasi dari sayap Garuda Pancasila, memiliki makna bahwa bangkitnya kembali Indonesia setelah peristiwa kelam pada masa lalu. Perancangan Museum ini berfungsi melengkapi fasilitas di area monumen kresek untuk menarik minat pengunjung sehingga mendapat informasi lebih banyak mengenai Pemberontakan PKI di Madiun.
PERSEPSI MASYARAKAT AWAM TERHADAP STANDAR DESAIN DAN KESIAPAN NEW-NORMAL PADA BIOSKOP DI INDONESIA Dian Pramita Eka Laksmiyanti; Nareswarananindya Nareswarananindya; Mochamad Junaidi Hidayat
MODUL Vol 21, No 2 (2021): MODUL vol 21 nomor 2 tahun 2021 (11 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.21.2.2021.134-141

Abstract

Wabah COVID-19 telah membuat banyak perubahan di segala sektor. Demi tetap berjalannya perekonomian, beberapa tempat usaha dan ruang publik lainnya dibuka di akhir tahun 2020, walau dalam kenyataannya Indonesia masih dalam status darurat COVID-19. Pemerintah sudah menyatakan ”berkawanlah dengan covid”, namun hal ini bukan berarti masyarakat menjadi tidak hati-hati dan tidak peduli dengan isu kesehatan. Segala aktifitas di ruang publik tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan standar protokol kesehatan yang baru. Salah satu ruang publik yang akan beroperasi akhir tahun ini adalah bioskop. Sebagian masyarakat sudah merasa aman, namun beberapa juga masih meragukan mengingat persyaratan ruang bioskop yang harus tertutup, tidak ada pencahayaan dan penghawaan alami demi kualitas visual dan akustik di dalamnya, serta kemungkinnan berkumpulnya banyak orang dalam satu ruangan tertutup dalam durasi dua hingga tiga jam. Kurangnya sirkulasi udara juga menjadi salah satu penyebab sick building syndrome, namun bukan berarti hal ini tidak dapat diatasi dengan desain arsitektural.Metode yang dilakukan pada penelitian ini secara umum deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan quisioner pada 117 responden yang usianya berkisar antara 17-59 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk merangkum persepsi masyarakat awam mengenai standar new normal, penerapan protocol kesehatan, serta desain interior bioskop yang memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pengguna.
Implementasi Tema Arsitektur Futuristik ke Desain Pusat Pengembangan Bisnis Digital di Kota Mojokerto Andrean Dwi Maylestyo Sujatmiko; Ika Ratniarsih; Dian Pramita Eka Laksmiyanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2846

Abstract

Upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas pengembangan bisnis digital di Indonesia telah melalui berbagai cara, salah satunya adalah Digital Valley. Masalahnya, upaya tersebut belum merata secara regional. Metodologi dalam penelitian ini dilakukan guna memberikan sumbangsih dalam upaya penyediaan fasilitas pengembangan bisnis digital melalui sudut pandang Arsitektur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan melalui studi kasus. Lokasi yang dipilih adalah di Jl. Semeru, Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto, dengan luas lahan ±2 Ha. Fasilitas utama pusat pengembangan ini adalah inkubator bisnis, kantor sewa, dan fasilitas pengelola. Fasilitas pendukung berupa pusat retail elektronik. Arsitektur Futuristik dipilih sebagai tema, dengan konsep makro “Representatif”, konsep mikro tatanan lahan “Efektif”, tatanan bentuk “Ringan”, dan tatanan ruang “Fleksibel”. Perwujudan tema dicapai pada: (1) tatanan lahan, dengan penerapan pola dinamis, paduan garis miring dan lengkung, yang berkonsep representatif yang merepresentasikan komponen komputer, dan konsep efektif berupa kesesuaian kebutuhan hingga zonasi; (2) tatanan bentuk, dengan penerapan bentuk yang dinamis, menggunakan material terkini seperti metal cladding., dan konsep representatif juga berupa metafora komponen komputer, dan konsep ringan berupa transparansi selubung; (3) tatanan ruang, tema diterapkan melalui levelling dinding, plafond, lantai, berpola dinamis, serta penggunaan material terkini, dan konsep representatif merepresentasikan profesionalitas bisnis melalui perabot dan berteknologi terkini. Konsep fleksibel berupa penataan ruang yang mengikuti bentuk bangunan. Manfaat dari hasil desain ini adalah supaya tercipta fasilitas pengembangan bisnis digital di Kota Mojokerto, dengan harapan mampu menginspirasi wilayah lain demi kemajuan Indonesia.