Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Patra

ADAPTASI BENTUK DAN WUJUD PENATAAN RUANG BALI MADYA DALAM MEMPERTAHANKAN RUANG TERBUKA HIJAU I Made Jayadi Waisnawa
Jurnal PATRA Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Patra Mei 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v4i1.332

Abstract

The natural damage is getting worse, especially in urban areas. The damage was caused by the decreasing number of green open spaces. Modern society thinking is not in line with traditional society, especially in spatial planning. Modern society tends to eliminate Green Open Space for commercial purposes while traditional society provides a large space for the provision of Green Open Space. This condition can be observed from the spatial arrangement of the Bali Madya traditional society. This study aims to determine how to adapt the spatial planning of Bali Madya, especially in densely populated urban areas. This study uses a qualitative method which will be presented descriptively. Data collection was carried out using a purposive sample method with the criteria for residential houses using Bali Madya arrangement and having a Green Open Space. The location of the research object is in the city of Denpasar, Gianyar and Badung regencies which are directly adjacent to the city of Denpasar. The increasing population in urban areas makes it difficult to get enough land for residential houses for Green Open Space. The steps that can be taken are adapting the traditional way of managing the yard of the living house. The adaptation of the Bali Madya spatial arrangement does not eliminate open space but only changes shape and form. This is due to adjustments to the availability of land, the dimensions of the building. The form of Green Open Space is adjusted through the selection of plant types and pavement materials.
PERANCANGAN GERAI KERAJINAN KHAS MANDALIKA SEBAGAI DESTINASI WISATA SUPER PRIORITAS DENGAN PENDEKATAN STORYNOMICS TOURISM I Made Pande Artadi; Anak Agung Gede Rai Remawa; I Putu Udiyana Wasista; I Made Jayadi Waisnawa; Gede Pasek Putra Adnyana Yasa
Jurnal PATRA Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Patra Mei 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v5i1.508

Abstract

Budaya yang berkembang di wilayah Mandalika merupakan aset mahal dalam mengembangkan pariwisata dengan pendekatan storynomics tourism. Adanya hal ini, menyebabkan Mandalika dicanangkan sebagai kawasan destinasi prioritas oleh Kemenparekraf/Baparenkraf RI. Ditambah lagi dengan adanya keberadaan Sirkuit Mandalika kini menyebabkan Mandalika memperoleh status Kawasan Ekonomi Khusus. Namun muncul masalah menjamurnya gerai-gerai kerajinan khas Lombok di sekitar Sirkuit Mandalika, yang menyebabkan kondisi kumuh (ghetto). Oleh karenanya, peneliti dan pihak ITDC melakukan kolaborasi dalam kegiatan matching fund, untuk merancang gerai-gerai kerajinan tersebut agar lebih tertata dan estetis menggunakan pendekatan storynomics tourism. Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap inspirasi, tahap gagasan, dan tahap implementasi. Hasilnya narasi dalam pendekatan storynomics tourism telah diimplementasikan ke dalam rancangan interior di kawasan gerai kerajinan dan souvenir. Penggunaan identitas lokal seperti bentuk lumbung, bentuk dan warna nyale, motif songket Subahnale, peresean, motif anyaman ketak dan rotan, bentuk cupu, hingga kisa Puteri Mandalika, berhasil dimplementasikan ke dalam elemen-elemen ruang dan massa bangunan.
The DESAIN RUANG DAPUR BERDASARKAN TIGA ZONA UTAMA I Made Jayadi Waisnawa; Ni Luh Kadek Resi Kerdiati; Putu Ari Darmastuti
Jurnal PATRA Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Patra Mei 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v5i1.463

Abstract

Ruangan dapur memiliki kompleksitas dalam aktivitas civitasnya. Desain ruangan dapur harus berpedoman pada tiga zona utama yang terkait dengan dimensi civitas saat beraktivitas. Susunan tiga zona utama adalah lemari simpan (kulkas), bak cuci (sink) dan kompor. Selain tiga zona utama, ruangan dapur juga harus memperhitungkan bentuk dapur dan utilitas alami untuk mengoptimalkan aktivitas. Proses desain ruangan dapur harus dimulai dari awal sebelum proses perncanaan fisik bangunan untuk menentukan tiga unsur tersebut. Berdasarkan fakta yang ditemukan pada proyek desain ruangan dapur, proses desain lebih banyak dimulai dari saat pekerjaan fisik sudah memasuki tahap penyelesaian. Tujuan studi desain dapur ini adalah untuk mengetahui bagaimana desain ruangan dapur yang dimulai pada saat pekerjaan fisik sudah memasuki tahap penyelesaian. Studi desain ruangan dapur ini menggunakan metoda kualitatif yang akan dijelaskan secara deskriptif. Objek penelitian didapatkan pada desain ruangan dapur yang pernah dikerjakan pada studio jayadi-sign. Kriteria objek penelitian adalah ruangan dapur yang memiliki tiga zona utama dan bukan desain ulang. Berdasarkan hasil studi, didapatkan 22 desain yang memenuhi 1 unsur, 12 desain yang memenuhi 2 unsur, 1 desain yang memenuhi tiga unsur dan 2 desain tidak memenuhi semua unsur. Hal tersebut dikarenakan sistem instalasi air, kelistrikan dan utilitas alami sudah dibuat sebelumnya.