Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Informatika Komputer

PENGELOMPOKAN WILAYAH PENYEBARAN COVID-19 DI KABUPATEN KARAWANG MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS Alfianti, Zulia Imami
Jurnal Ilmiah Informatika Komputer Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/ik.2021.v26i2.4155

Abstract

Virus Covid-19 merupakan keluarga besar coronavirus yang dapat menyerang hewan. Covid-19 merupakan penyakit menular yang ditandai oleh gejala pada bagian pernapasan akut (coronavirus 2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2) atau SARS-CoV-2). Virus ini menyerang penduduk di Wuhan China sejak Desember 2019 Penularan virus ini terjadi jika adanya kontak langsung antar manusia.  Sejak Februari 2020 penyebaran virus covid-19 mulai terjadi di berbagai wilayah di Indonesia dan semakin meningkat setiap harinya. Pada penelitian ini akan dilakukan pengklusteran wilayah penyebaran covid-19 di kabupaten kawarang. Pengklusteran dilakukan menggunakan metode k-means dengan membagi data kecamatan di kabupaten karawang menjadi tiga cluster yaitu kluster wilayah penyebaran rendah, kluster wilayah penyebaran, sedang, dan wilayah penyebaran tinggi. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 50% persen wilayah yang tingka penyebarannya rendah, 33,3% persen wilayah yang tingkat penyebarannya sedang, dan 16,7% persen wilayah yang tingkat penyebarannya tinggi.
PENGELOMPOKAN WILAYAH KASUS BALITA STUNTING DI INDONESIA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS Zulia Imami Alfianti
Jurnal Ilmiah Informatika Komputer Vol 28, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/ik.2023.v28i3.8876

Abstract

Stunting adalah suatu gejala yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada anak sejak berada dalam kandungan hingga usia kurang dari lima tahun. Tidak hanya postur tubuh yang menjadi gejala stunting, pertumbuhan tubuh dan gigi yang terhambat, berat badan anak tidak sesuai, serta tidak memiliki fokus yang baik merupakan gejala lain yang timbul pada anak penderita stunting. Stunting menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu penanganan lebih oleh pemerintah khususnya dinas kesehatan republik Indonesia. Negara Indonesia memiliki kasus stunting yang tergolong tinggi. Dari setiap provinsi di Indonesia masing-masing memiliki kasus stunting yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Pengklasteran akan dilakukan dalam wilayah yang memiliki balita stunting yang diperoleh dari 34 provinsi di Indonesia. Dari 34 provinsi tersebut akan dilakukan pengklasteran  menjadi wilayah provinsi kasus tinggi, sedang, dan rendah. Dari penelitian ini dihasilkan persentase dari masing-masing cluster yaitu kasus tertinggi memiliki persentase 52% provinsi di indonesia, persentase wilayah kasus sedang sebesar 29%  dan untuk wilayah yang memiliki kasus stunting rendah sebesar 18%.
PENERAPAN METODE K-MEANS DALAM PENGKLASTERAN WILAYAH DI INDONESIA BERDASARKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI Zulia Imami Alfianti; Ginabila Ginabila; Ahmad Fauzi
Jurnal Ilmiah Informatika Komputer Vol 29, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/ik.2024.v29i3.12781

Abstract

Breast milk is a fluid that comes out of a mother's breast glands which contains a variety of nutrients needed to support the development and growth of toddlers. Exclusive breast milk (ASI) is breastfeeding that is not accompanied by any other food or drink supplementation except medication. Currently, exclusive breastfeeding is influenced by many factors, namely working mothers, low maternal education, incessant advertising about the use of formula milk, breast milk not coming in and many other factors causing not all babies to receive exclusive breast milk. In this research, regional clustering will be carried out based on the percentage of exclusive breastfeeding for 6 month old babies from 34 provinces in Indonesia. Clustering was carried out to group 34 provinces in Indonesia into provinces with high, medium and low cases. The results of this research are that 31% of provinces have the highest percentage, 40% have a medium percentage and 29% have a low percentage.