Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Agama Penonton Tayangan Buya Yahya Menjawab pada Channel Youtube Al-Bahjah TV di Masa Pandemi COVID-19 Oftaviani, Sri; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 2, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i2.27295

Abstract

Abstract: The use of the internet and social media during the pandemic is a solution in various activities. The We are social Hootsuite data (2021), shows that YouTube is the most frequently accessed social media by Indonesians with the percentage of Youtube (93.8%), then Whatsapp (87.7%), Instagram (86.6%), and Facebook (85). ,5%). This phenomenon is seen as a great opportunity to be able to carry out religious education through YouTube social media. The YT Al-Bahjah TV channel is one of the da'wah channels that takes advantage of this opportunity to conduct religious counseling. The purpose of this research; (1) describe the characteristics of the audience of Buya Yahya Answers show (2) describe the level of religious knowledge of the audience of Buya Yahya Answers show (3) analyze the influence between Religious Counseling and the religious knowledge of the audience of Buya Yahya Answers. This research uses a quantitative approach with a survey method. The number of samples in this study was 100 people. The data analysis used was the classical assumption test, multiple linear regression test, correlation coefficient test and determination, t test (partial) and F test (simultaneous). The results of this study indicate that (1) the majority of respondents are 15-28 years old, while the majority of respondents have their last bachelor's degree in addition to that the majority of research respondents are female and the majority of respondents have one gadget, (2) the level of religious knowledge of viewers of Buya Yahya's shows. Al-Bahjah TV's youtube channel is in the high category with a percentage of 45.54 percent, and (3) there is an influence between religious counseling and religious knowledge of viewers of Buya Yahya Answers' show on the Al-Bahjah TV youtube channel with a percentage of 39.1 percent.Abstrak: Pemanfaatan internet dan media sosial di masa pandemi menjadi solusi dalam berbagai kegiatan. Data We are social Hootsuite (2021), menunjukkan bahwa media sosial youtube paling sering diakses masyarakat Indonesia dengan persentase Youtube (93,8%), kemudian Whatsapp (87,7%), instagram (86,6%), dan Facebook (85,5%). Fenomena tersebut dipandang sebagai peluang besar untuk dapat melakukan penyuluhan agama melalui media sosial youtube. Channel YT Al-Bahjah TV adalah salah satu channel dakwah yang memanfaatkan peluang tersebut untuk melakukan penyuluhan agama. Penelitian ini bertujuan; (1) mendeskripsikan karakteristik penonton tayangan Buya Yahya Menjawab (2) mendeskripsikan tingkat pengetahuan agama penonton  tayangan Buya Yahya Menjawab (3) menganalisis pengaruh antara Penyuluhan Agama dengan pengetahuan agama penonton tayangan Buya Yahya Menjawab. Peneltian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 100 orang Analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji koefisien korelasi dan determinasi, uji t (parsial) dan uji F (simultan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) mayoritas usia responden adalah 15-28 tahun sedangkan mayoritas responden menempuh pendidikan terakhir S1 selain itu responden penelitian mayoritas berjenis kelamin perempuan dan mayoritas responden memiliki satu gadget, (2) tingkat pengetahuan agama penonton tayangan Buya Yahya Menjawab pada channel youtube Al-Bahjah TV berkategori tinggi dengan persentase 45,54 persen, dan (3) terdapat pengaruh antara penyuluhan agama dengan pengetahuan agama penonton tayangan Buya Yahya Menjawab pada channel youtube Al-Bahjah TV dengan persentase sebesar 39,1 persen.
The Influence of Da'wah Material and Media Exposure on The Religious Attitudes of Hanan Attaki’s Youtube Channel Viewers Zarifah, Rifa; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 10 No. 2, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i2.34157

Abstract

Abstrak: YouTube adalah media audio visual yang berbasis web penjelasan yang digunakan masyarakat untuk berbagai hal termasuk belajar keagamaan. Salah satu akun dakwah yang memanfaatkan pola tersebut adalah akun YouTube Hanan Attaki. Masyarakat luas yang mengakses media YouTube tersebut mengalamai terpaan media yang mendorongnya terjadi sebuah keberagamaan. Maka dari itu tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan pengaruh materi dakwah dan terpaan media terhadap sikap keberagamaan penonton chanel YouTube Hanan Attaki, (2) Menganalisis dan mengukur seberapa kuat pengaruh materi dakwah dan terpaan media terhadap sikap keberagamaan penonton channel YouTube Hanan Attaki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 116 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji koefisien korelasi dan determinasi, uji F dan uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tingkat sikap keberagamaan penonton channel YouTube Hanan Attaki tergolong tinggi dengan persentase sebesar 92% dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara materi dakwah dan terpaan media terhadap sikap keberagamaan penonton channel YouTube Hanan Attaki yang artinya semakin tinggi materi dakwah dan terpaan media maka tingkat positif sikap keberagamaan pada responden akan semakin meningkat pula, (2) signifikansi pengaruh materi dakwah dan terpaan media terhadap sikap keberagamaan sebesar 59,3%, sisanya 40,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Abstract: YouTube is a web-based audio-visual media explanation that people use for various things including religious learning. One da'wah account that takes advantage of this pattern is Hanan Attaki's YouTube account. The wider community who access YouTube media experience media exposure that encourages religious activity. Therefore, the purpose of this study is (1) describe  the influence of da'wah material and media exposure on the religious attitude of Hanan Attaki's YouTube channel viewers, (2) analyze and measure how strong the influence of da'wah material and media exposure on the religious attitude of Hanan Attaki's YouTube channel viewers. This study used a quantitative approach with survey methods. The sample size of this study are 116 respondents. The data analysis carried out is descriptive analysis, classical assumption test, multiple linear regression test, correlation and determination coefficient test, F test and T test. The results of this study showed (1) the level of religious attitude of  Hanan Attaki's YouTube channel viewers was high with a percentage of 92% and a significance value of 0.000 < 0.05, there is a positive and significant influence between da'wah material and media exposure on the religious attitude of Hanan Attaki's YouTube channel  viewers, which means that the higher the da'wah material and media exposure, the positive level of religious attitudes in respondents will increase as well, (2) the significance of the influence of da'wah material and media exposure on religious attitudes by 59.3%, the remaining 40.7 percent are influenced by other factors outside this study. 
Persepsi Masyarakat tentang Moderasi Beragama di Desa Pabuaran Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Ma'rifah, Sirly; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 11 No. 2, 2024
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v11i2.41881

Abstract

Abstract: Perceptions about religious moderation are challenged by misperceptions resulting from views that devalue religious moderation and the assumption that moderates are less assertive and pragmatic and even close to liberals, which can weaken people's religious beliefs. In 2019, the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia mainstreamed religious moderation and made religious moderation included in the 2020-2024 National Medium Term Development Plan, which is an alternative to preventing public misperceptions and efforts to mainstream the concept of religious moderation. This research was conducted on the people of Pabuaran Village, where the village has a heterogeneous society with adherents of 6 different religions, namely Islam, Confucianism, Christianity, Catholicism, Buddhism and Hinduism. It is a model village for religious harmony and has been designated as one of 1000 villages of religious moderation. The research method used is descriptive qualitative with parameters of 4 indicators of religious moderation from the Ministry of Religion, namely Tolerance, Non-Violence, Accommodation of Local Culture and National Commitment. The results of this research found 3 classifications of perceptions of the people of Pabuaran Village regarding religious moderation, namely people who view religious moderation based on their understanding, people who view religious moderation according to their environment, and people who view religious moderation as something they don't have to care about.Abstrak: Persepsi tentang moderasi beragama memiliki tantangan terjadinya kesalahan persepsi akibat dari pandangan yang merendahkan moderasi beragama dan anggapan bahwa kalangan moderat kurang tegas dan pragmatis bahkan dekat dengan liberal sehingga dapat melemahkan keyakinan beragama masyarakat. Tahun 2019 Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan pengarusutamaan moderasi beragama dan menjadikan moderasi beragama termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menjadi alternatif pencegahan terjadinya kesalahan persepsi masyarakat dan upaya mainstreaming konsep moderasi beragama. Penelitian ini dilakukan kepada masyarakat Desa Pabuaran, dimana desa tersebut memiliki masyarakat heterogen dengan 6 penganut agama yang berbeda yaitu Islam, Konghucu, Kristen, Katolik, Buddha dan Hindu Sikh, merupakan desa percontohan kerukunan umat beragama dan ditetapkan sebagai salah satu dari 1000 kampung moderasi beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan parameter 4 indikator moderasi beragama dari Kementerian Agam yaitu Toleransi, Anti Kekerasan, Akomodatif Budaya Lokal dan Komitmen Kebangsaan. Hasil penelitian ini menemukan 3 klasifikasi persepsi masyarakat Desa Pabuaran tentang moderasi beragama yaitu masyarakat yang memandang moderasi beragama atas dasar pemahamannya, masyarakat yang memandang moderasi beragama sebagaimana lingkungannya, dan masyarakat yang memandang moderasi beragama sebagai sesuatu yang tidak harus mereka pedulikan.
Pengaruh Lingkungan Masyarakat terhadap Sikap Religius Alumni Pesantren Tahfidz Qur’an Terpadual-Hikmah Cirebon Salsabila, Zahra; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/wp7vh159

Abstract

Abstract: The Islamic boarding school (pesantren) serves as a platform for developing the knowledge, abilities, and skills of its alumni to become religious experts and acquire competencies to build a civil society. However, the graduation of students presents a challenge: whether alumni can maintain and apply the religious values instilled during their education in different community environments. This study aims to analyze the significant influence of the community environment on the religious attitudes of alumni of Al-Hikmah Integrated Tahfidz Qur'an Islamic Boarding School, Cirebon, using a quantitative approach with 79 respondents. The results show that the community environment (X) positively and significantly influences religious attitudes (Y). However, further analysis indicates that peer association (X1) does not significantly affect religious attitudes, with a significance value of 0.203 > 0.05 and t-value of 1.283 < t-table 1.992. In contrast, the condition of the surrounding community significantly influences religious attitudes, with a significance value of 0.01 < 0.05 and t-value of 3.614 > t-table 1.992. Abstrak: pesantren merupakan wadah untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan, serta keterampilan para alumninya agar menjadi seorang ahli agama dan memiliki keahlian serta keterampilan untuk membangun kehidupan masyarakat madani. Namun, lulusnya santri dari Pesantren menjadi tantangan tersendiri: apakah alumni Pesantren dapat mempertahankan dan menerapkan nilai-nilai serta sikap religius yang telah ditanamkan saat di Pesantren ketika berada di lingkungan masyarakat yang berbeda. Berdasarkan observasi awal peneliti, terdapat berbagai fenomena perubahan sikap religius di kalangan alumni Pesantren yang menjadi perhatian, khususnya dalam sikap religius. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis adakah pengaruh yang signifikan antara lingkungan masyarakat terhadap sikap religius alumni Pesantren Tahfidz Qur’an Terpadu Al-Hikmah Cirebon dan untuk menganalisis seberapa signifikan pengaruh antara variabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 79 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel X (lingkungan masyarakat) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y (sikap religius), namun ketika dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui indikator variabel X mana yang mempunyai pengaruh yang lebih signifikan, didapatkan bahwa X1 (teman bergaul) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y (sikap religius) dengan nilai signifikan 0,203 > 0,05 dan nilai t hitung 1,283 < Ttabel 1,992. Adapun untuk kondisi masyarakat sekitar dinyatakan berpengaruh secara signifikan terhadap sikap religius (Y) dengan nilai signifikan 0,01 < 0,05 dan nilai t hitung 3,614 > Ttabel 1,992.
PENGARUH BIMBINGAN AGAMA TERHADAP TINGKAT RESILIENSI WARGA BINAAN SOSIAL DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA (PSBR) TARUNA JAYA 1 TEBET JAKARTA SELATAN: THE INFLUENCE OF RELIGIOUS GUIDANCE ON THE LEVEL OF RESILIENCE OF SOCIAL RESIDENTS IN THE TARUNA JAYA 1 TEBET SOCIAL RESIDENTIAL FOR YOUTH (PSBR) IN SOUTH JAKARTA Sari, Adelia Puspita; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 2, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.vi.46406

Abstract

Abstrak – Warga binaan menghadapi tekanan psikologis serta kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga membutuhkan pembinaan yang dapat memperkuat ketahanan diri. Salah satu panti yang melakukan bimbingan agama adalah Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya 1 Tebet Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan agama terhadap tingkat resiliensi warga binaan sosial, mengidentifikasi metode dan materi bimbingan agama yang paling dominan dalam memengaruhi resiliensi, serta mendeskripsikan tingkat resiliensi warga binaan sosial di PSBR Taruna Jaya 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus, melibatkan 58 responden sebagai populasi dan seluruhnya dijadikan sampel. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji multikolinearitas, regresi linier sederhana dan berganda, uji koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji F, serta uji T dengan bantuan Microsoft Excel 2021 dan IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan agama berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi warga binaan sosial dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai korelasi sebesar 0,449 menunjukkan hubungan sedang. Besarnya pengaruh bimbingan agama terhadap resiliensi adalah 46,2%, sedangkan 53,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Salah satu faktor yang diduga turut memengaruhi adalah pola komunikasi antara pembimbing dan warga binaan sosial dalam proses bimbingan agama, terutama melalui metode cerita yang dapat memperkuat interaksi serta memperdalam pemahaman warga binaan sosial. Dengan demikian, semakin baik bimbingan agama yang diberikan, maka semakin tinggi tingkat resiliensi warga binaan sosial di PSBR Taruna Jaya 1. Abstract –  Social welfare beneficiaries often experience psychological pressure and difficulties adapting to new environments, making guidance programs essential to strengthen their resilience. One institution that provides religious guidance is the Taruna Jaya 1 Social Rehabilitation Center for Youth (PSBR) in Tebet, South Jakarta. This study aims to analyze the effect of religious guidance on the resilience levels of social welfare beneficiaries, identify the most dominant methods and materials influencing resilience, and describe the resilience levels of beneficiaries at PSBR Taruna Jaya 1. The study employed a quantitative approach using a census method involving all 58 beneficiaries as respondents. Data analysis included normality and multicollinearity tests, simple and multiple linear regression, correlation analysis, coefficients of determination, F-tests, and T-tests using Microsoft Excel 2021 and IBM SPSS Statistics 20. The results indicate that religious guidance has a positive and significant effect on resilience, with a significance value of 0.000 < 0.05 and a moderate correlation of 0.449. Religious guidance accounts for 46.2% of the variance in resilience, while the remaining 53.8% is influenced by other factors, such as communication patterns between instructors and beneficiaries, particularly through storytelling methods that enhance interaction and deepen understanding. Thus, better religious guidance is associated with higher resilience among social welfare beneficiaries at PSBR Taruna Jaya 1.
Integrating Live Gifting Psychology and Behavioral Accounting: Internal Control and Financial Reporting Implications for Virtual Assets Negoro, Aulia Rahmadiani; Yaqin, Ahmad Ainul; Negoro, Noor Bekti
Jurnal Akuntansi Vol 14 No 02 (2026): AKUNESA (Januari 2026) In Progress
Publisher : Accounting Study Programme Faculty of Economics and Business Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/akunesa.v14n02.p204-212

Abstract

This study synthesizes the explosive growth of live streaming platforms, which has given rise to a new digital economic phenomenon: live gifting. This mechanism allows users to purchase and donate virtual assets to streamers, creating revenue streams worth billions of dollars. The study aims to bridge two distinct academic conversations that have hitherto run in parallel. The first corridor examines the psychological drivers and platform design behind gifting behavior, while the second investigates the accounting, internal control, and financial reporting challenges posed by virtual asset transactions. An integrative gap exists between these perspectives. Studies in information systems and marketing have extensively mapped user motivations and gamification features but often overlook accountability implications, whereas accounting literature tends to address technical issues in isolation, without considering the behavioral drivers of transactions. This study proposes behavioral accounting as a critical integrative lens. Its central argument posits that the psychological biases and social dynamics exploited by platform design (front-end) have direct implications for fraud risk, compliance, and the effectiveness of internal control systems (back-end). The synthesis concludes that a behaviorally informed approach is essential for developing robust control frameworks, relevant accounting standards, and holistic future research agendas within the live gifting ecosystem. At the practical level, the findings imply that platform operators, regulators, and auditors must explicitly incorporate user psychology and choice architecture into the design of internal controls, regulatory standards, and audit procedures, so that governance of virtual assets aligns with how gifting behavior is actually generated and amplified in real-time.