Muslim Muslim
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON CIVITAS AKADEMIKA FAKULTAS USHULUDDIN IAIN IMAM BONJOL TERHADAP PERATURAN DIRJEN PENDIS NO. 1429/2012 (Perubahan Nama Program Studi dari “Tafsir Hadis” Ke “Ilmu Alquran dan Tafsir” dan “Ilmu Hadis”) Muslim Muslim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.165

Abstract

Tulisan ini menelusuri respon civitas akademik Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang terhadap Peraturan Direktur Jendral Pendidikan Islam No 1429 tahun 2012 tentang Perubahan Nama Program Studi dari “Tafsir Hadis” ke “Ilmu Alquran dan Tafsir” dan “Ilmu Hadis”). Peraturan Dirjend Pendis tentang pemisahan Jurusan Tafsir Hadis menjadi dua prodi, Ilmu Alquran dan Tafsir dan Ilmu Hadis, ternyata masih direspon pro dan kontra. Segi sumber daya diperlukan reorganisasi dengan penambahan jumlah dosen karena tidak mencukupi syarat pembukaan prodi baru (6 orang). Selain itu, pemecahan 1 prodi menjadi 2 prodi berarti mengganti kurikulum yang sudah ada. Diperlukan perencanaan kurikulum baru untuk prodi IAT dan IH. Untuk perkembangan ke depan, IAT dan IH juga diharapkan mengembangkan spesifikasi keilmuannya sehingga prodi ini memiliki ciri khas di masa depan, misalnya; kajian Alquran di Barat, Kajian hadis di Barat, Tafsir Nusantara dan sebagainya.
JIHAD DALAM PERSFEKTIF TAFSIR FI ZILAL AL-QU’RAN Muslim Muslim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v19i2.172

Abstract

Alquran adalah kalam Allah yang mempunyai banyak tema. Di antara temanya adalah tentang jihad. Jihad merupakan isu sentral yang digunakan oleh sebagian kelompok sebagai pembenaran atas tindakan mereka dalam beragama. Kesalahpahaman sering terjadi dengan adanya terjemah yang kurang tepat terhadap ayat-ayat yang berbicara tentang jihad dengan anfus dan harta benda. Kata anfus sering diterjemahkan dengan jiwa. Kata anfus dalam Alquran memiliki beberapa arti, antara lain: nyawa, hati, jenis, dan dapat pula diartikan dengan totalitas manusia. Alquran mempersonifikasikan wujud seseorang dihadapan Allah dan masyarakat dengan menggunakan kata nafs. Jadi, dalam konteks ini jihad dapat dipahami sebagai totalitas manusia, sehingga kata nafs meliputi nyawa, emosi, pengetahuan, tenaga, pikiran, bahkan waktu dan tempat yang berkaitan dengannya. Dalam tulisan ini, penulis akan memberikan perspektif utuh yang diberikan oleh Sayyid Quthb mengenai apa dan bagaimana eksistensi jihad dalam tafsirnya Fi Zilal Alquran