Dharma Fidyansari
Universitas Cokroaminoto Palopo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis melalui Penguatan Modal Usaha Kelompok Tani di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Dharma Fidyansari; Ridwan Pur
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 1 (2014): .
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v3i1.68

Abstract

Perwujudan pemberdayaan pelaku agribisnis dilaksanakan melalui fasilitas penguatan pertanian bergulir dalam rangka pemantapan finansial kelembagaan kelompok, peningkatan kewirausahaan dan pembinaan usaha ekonomi produktif. Program pemberdayaan masyarakat agribisnis melalui penguatan usaha kelompok merupakan tindak lanjut dari program-program pemberdayaan sebelumnya. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi kerancuan penafsiran program pemberdayaan ini dengan bantuan langsung masyarakat. Pola pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat merangsang tumbuhnya kelompok usaha agribisnis dan mempercepat terbentuknya jaringan kelembagaan agribisnis di wilayah Kecamatan Sabbang. Sehingga program pembangunan pertanian dapat tercapai dan terlaksana dengan saksama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemberdayaan masyarakat agribisnis melalui penguatan modal usaha kelompok tani di Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 sampai dengan bulan Januari 2014. Penentuan responden dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu mengambil responden dari kelompok tani sebanyak 6 kelompok tani yang ada di Kecamatan Sabbang. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu data primer diperoleh dengan wawancara langsung dengan petani responden sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas instansi terkait dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat agribisnis melalui penguatan modal usaha kelompok tani dilakukan dengan 4 strategi, yaitu: 1) memberikan dukungan pemberdayaan masyarakat agribisnis berupa pengadaan sarana produksi pertanian; 2) berupaya membuat regulasi daerah yang dapat mendukung pemberdayaan masyarakat agribisnis; 3) melakukan pemberdayaan masyarakat agribisnis secara menyeluruh melalui partisipasi aktif dari pemerintah setempat; dan 4) melakukan pembinaan atau bimbingan kepada setiap individu/kelompok tani bagaimana cara melakukan pemberdayaan masyarakat agribisnis dengan baik.
Analisis Perbandingan Usahatani Rumput Laut antara Sistem Integrasi Ikan Bandeng dan Tanpa Ikan Bandeng di Kelurahan Balandai Kecamatan Bara Kota palopo Dharma Fidyansari; Widanah Rafli
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2015): 2015
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v4i1.69

Abstract

Ikan bandeng dan rumput laut secara biologis memiliki sifat-sifat yang dapat bersinergi sehingga budidaya polikultur semacam ini dapat dikembangkan karena merupakan salah satu bentuk budidaya polikultur yang ramah terhadap lingkungan. Polikultur ikan bandeng dan rumput laut juga sangat berpengaruh dalam produktivitas rumput laut itu sendiri. Sehingga perlu dikaji tentang teknik polikultur ikan bandeng dan rumput laut sehingga dapat meningkatkan pengetahuan petani dalam meningkatkan produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan yang diperoleh antara petani rumput laut dengan integrasi ikan bandeng dengan tidak menggunakan ikan bandeng di Kelurahan Balandai Kecamatan Bara Kota Palopo. Penentuan sampel pada penelitian ini dengan mengambil sebanyak 10 sampel petani, dimana masing – masing 5 responden petani rumput laut dengan integrasi ikan bandeng dan tanpa ikan bandeng. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan November tahun 2014 sampai pada bulan Januari tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan dan penilaian hasil produksi dengan menggunakan metode secara kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan mengumpulkan variabel yang dianalisis dalam penelitian yang diperoleh langsung dari responden. Penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif untuk mengetahui perbandingan rumput laut yang mengunakan integrasi ikan bandeng dan tanpa ikan bandeng. Hasil penelitian menunjukan tingkat pendapatan petani rumput laut dengan integrasi ikan bandeng sebanyak Rp6.400.000.00 dengan jumlah produksi 800 kg dalam sekali pemanenan dan tanpa integrasi ikan bandeng sebanyak Rp4.547.166.00 dengan jumlah produksi 586 kg dalam sekali pemanenan. Dimana usahatani yang menggunakan sistem integrasi ikan bandeng, jumlah produksi dan pendapatan lebih tinggi dibandingkan dengan usahatani rumput laut tanpa sistem integrasi ikan bandeng.
PKM Pengolahan Rumput Laut di Desa Wiringtasi Pinrang Fajriani Fajriani; Dharma Fidyansari
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): September
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v2i2.451

Abstract

Desa Wiringtasi di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang merupakan salah satu desa yang menjadi prioritas kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2019. Desa ini mempunyai potensi kekayaan rumput, namun belum dapat dimaksimalkan pengolahannya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah rumput laut menjadi sajian penuh gizi. Tanggapan para peserta kegiatan ini juga sangat bagus. Para warga juga sebelumnya belum dapat pelatihan seperti ini, sehingga mereka sangat aktif dalam keikutsertaannya.