Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir dalam Memahami Teknologi Hasil Perikanan Dati Nawastuti
Jurnal Maksipreneur Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.16 KB) | DOI: 10.30588/jmp.v8i1.374

Abstract

Characteristics of people in coastal area are taught and open mind like sea which is analog to open access and high risk. They inherit knowledge from their ancestors who refered to stars constelation as guide, besides other traditional technologies. There are four research questions: (1) How are technologies inherited to young generations? (2) Are the developing fish technologies accepted? (3) What are governments’, scholars’, and NGO’s roles? and (4) How is people’s responds towards modern technologies? Meanwhile, this research wants: (1) To know inheritance technologies, (2) To understand acceptability level, (3) To explore the roles’ of governments, NGOs, and scholars, and (4) To recognize people’s respond toward technologies. Fisheries commodities have comparative advance, although they are perishable food that need quick, accurate, and right treatment. The research was conducted in Larantuka Sub-district of East Flores. Observation and interview were data collection methods applied in this research. Data were analysed using SWOT analysis. It is concluded that traditional technologies are useful to preserve local culture and wisdom. The role of government through local development agents, NGOs, and scholars via trainning has not applicable yet for the community in the wide area and has limitations of man power.
PENGUATAN PERAN MAHASISWA KKN DALAM MENDUKUNG SDGs DESA MELALUI EDUKASI PENGOLAHAN LIMBAH Dati Nawastuti
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 1 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i1.5972

Abstract

Organic waste management in villages still faces various problems, including low awareness and technical skills in utilizing waste as a valuable resource. This condition has the potential to hamper the implementation of the Village Sustainable Development Goals (SDGs), especially in the sector of environmental sustainability and strengthening the local economy. This community service activity is focused on increasing the capacity of Community Service Program (KKN) students in managing organic waste based on compost and liquid organic fertilizer (POC) as a strategy to support sustainable village development. The program implementation method integrates participatory, educational, and practice-based approaches that are carried out in stages through socialization, training, direct practice in making compost, POC, and local microorganisms (MOL), and achievement measurements are carried out through a comparison of pre-test and post-test scores. The findings show an increase in student understanding of 41.67%, with an N-Gain value of 0.42 which is included in the medium effectiveness category. This increase indicates that the hands-on practice-based approach is effective in strengthening students' cognitive and technical capacity as agents of change in the village. This program not only improves student competency but also has the potential to become a replicable KKN provision model in supporting the implementation of Village SDGs through sustainable organic waste management.
PASAR DIGITAL PRODUK PERIKANAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Dati Nawastuti; Matheos Talakua
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/0me74x53

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara (NTT) memiliki potensi perikanan yang sangat besar dibidang perikanan yang dapat dikelola menjadi berbagai produk hasil olahan ikan. Jarak geografis yang jauh antar pulau maupun kabupaten membuat pemasaran produk saat ini mulai beralih dari pasar tradisional ke pasar digital. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi perkembangan pasar digital produk perikanan di NTT; (2) Mengukur bobot pengaruh masing-masing faktor terhadap pasar digital; dan (3) Menyusun strategi pengembangan berbasis hasil FCM untuk meningkatkan daya saing produk perikanan NTT di platform digital. Penelitian dilakukan secara kualitatif pada sepuluh toko online yang berlokasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjual berbagai produk hasil olahan ikan dan dianalisis menggunakan Fuzzy Cognitive Mapping (FCM). Hasil penelitian menunjukkan produk unggulan seperti ikan kering, keripik ikan, dan abon ikan merupakan pengungkit utama pasar digital perikanan NTT. Faktor non-produk membentuk umpan balik yang positif dan berperan penting dalam mempertahankan pertumbuhan. Strategi efektif meliputi penguatan mutu, diversifikasi produk, optimalisasi harga dan kemasan, serta manajemen aktif terhadap ulasan dan kepuasan pelanggan.
Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Morfologi Struktur Mikro Dan Komposisi Unsur Tepung Ikan Lele (Clarias gariepinus) Menggunakan Analisis SEM-EDX Marselina Adelani Doren; Dati Nawastuti; Maria Magdalena Nona Motu Tukan
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.301

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang kaya akan protein (15-20%) dengan profil asam amino yang seimbang. Proses pengolahan terutama pengeringan dapat mengubah struktur protein dan agregasi protein, serta perubahan struktur mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan, yaitu pengeringan matahari, oven suhu 50 ̊C dan oven suhu 100 ̊C terhadap morfologi struktur mikro dan komposisi unsur tepung ikan lele (Clarias gariepinus) menggunakan analisis SEM-EDS. Pengamatan struktur mikro protein dilakukan pada serbuk protein lele menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dengan perbesaran 1000x tegangan 10 kV, WD 12 mm, skala bar 10 μm, sedangkan analisis unsur pada tepung menggunakan Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS). Hasil penelitian menunjukan perbedaan karakteristik terhadap struktur mikro dan komposisi unsur tepung ikan lele, dimana pada hasil SEM terhadap struktur mikro protein menunjukkan bahwa pengeringan matahari menghasilkan struktur mikro yang berpori tinggi, kasar, dan berserat akibat proses denaturasi yang berlangsung lambat. Sementara itu, pengeringan oven pada suhu 50 °C menghasilkan struktur yang lebih halus, padat teratur, serta mengalami agregasi terukur dengan tingkat porositas sedang. Sebaliknya, pengeringan oven pada suhu 100 °C membentuk matriks yang sangat padat dengan porositas yang sangat rendah, namun memicu denaturasi berat yang ditandai oleh munculnya fragmen-fragmen protein pada permukaan. Unsur yang terdeteksi meliputi Karbon (C), Nitrogen (N), Oksigen (O), Natrium (Na), Magnesium (Mg), Fosfor (P), Belerang (S), Kalium (K), dan Kalsium (Ca) dengan komposisi unsur setiap tepung berbeda.
Analisis Kandungan Asam Lemak pada Teripang Pasir (Holothuria scabra) di Pantai Kelurahan Lewolere Kristianus Mario Temaja Assan; Dati Nawastuti; Yosephina M. J. Batafor
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.303

Abstract

Teripang pasir (Holothuria scabra) merupakan salah satu komoditas laut bernilai ekonomis tinggi yang banyak ditemukan di perairan Indonesia, termasuk di Kelurahan Lewolere. Kandungan nutrisi pada teripang sangat dipengaruhi oleh jenis spesies dan kondisi habitatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan komposisi asam lemak yang terkandung dalam daging teripang pasir (Holothuria scarba) yang berasal dari perairan Kelurahan Lewolere. Sampel teripang pasir diambil dari pesisir pantai Kelurahan Lewolere dan preparasi sampel dilakukan di Laboratorium Pengolahan Teknologi Hasil Perikanan IKTL. Ekstraksi minyak dilakukan dengan metode destilasi uap, dilanjutkan dengan proses esterifikasi menggunakan BF3-metanol. Analisis kandungan asam lemak dilakukan menggunakan alat Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID) di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gadjah Mada. Data yang diperoleh berupa kromatogram yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan metode normalisasi area. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak teripang pasir mengandung 36 jenis senyawa metil ester asam lemak, yang terdiri dari 17 senyawa Asam Lemak Jenuh (SFA) dengan total kelimpahan 67,31%, dan 19 senyawa Asam Lemak Tak Jenuh yang terdiri dari 6 senyawa Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal (MUFA) dengan total kelimpahan 20,86% serta 13 senyawa Asam Lemak Tak Jenuh Ganda (PUFA) dengan total kelimpahan 3,50%. Senyawa SFA yang paling dominan adalah methyl palmitate (25,04%) dan methyl stearate (21,16%), sedangkan senyawa MUFA yang paling dominan adalah methyl trans-9-elaidate (9,45%). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa teripang pasir dari Perairan Kelurahan Lewolere memiliki komposisi asam lemak yang didominasi oleh asam lemak jenuh (SFA) dengan proporsi yang signifikan dari asam lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi kesehatan.
Formulasi Nori Berbasis Rumput Laut (Gracilaria sp.) Dengan Variasi Konsentrasi Tepung Tapioka Dan Penambahan Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) Vianthoni Aleksander; Dati Nawastuti; Marianus Ada Lein
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kimia dan organoleptik nori yang terbuat dari rumput laut Gracilaria sp. dengan tambahan ikan mackerel (Rastrelliger sp.) dan untuk menentukan formulasi terbaik. Empat (4) formulasi (F1, F2, F3 dan F4) disiapkan menggunakan proporsi Gracilaria sp., ikan mackerel India, dan tepung tapioka yang berbeda. Analisis kimia meliputi bahan kering, kadar air, abu, bahan organik, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, karbohidrat, ekstrak bebas nitrogen (NFE), dan pH. Evaluasi organoleptik melibatkan 30 panelis yang tidak terlatih menggunakan skala hedonik 1-5 untuk warna, aroma, rasa, tekstur, penampilan, dan penerimaan keseluruhan. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Friedman diikuti dengan uji Wilcoxon dengan koreksi Bonferroni. Hasil menunjukkan bahwa formulasi secara signifikan mempengaruhi semua parameter organoleptik (P < 0,001). F3 memperoleh Peringkat Rata-rata tertinggi untuk semua parameter dan menunjukkan karakteristik kimia yang relatif seimbang. Oleh karena itu, F3 ditetapkan sebagai formulasi terbaik, yang terdiri dari 18 g Gracilaria sp., 4 g ikan mackerel, 5 g tepung tapioka, 0,5 mL minyak goreng, 50 mL air, dan 0,5 mL air jeruk nipis.
Pupuk Organik Cair Dari Limbah Ikan (Sardinella sp) Untuk Produktivitas Tanaman Terung (Solanum melongena L): Analisis Nilai Tambah Ekonomi Biru Alberto Ignasius Ile Badin; Dati Nawastuti; Marianus Ada Lein
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan dasar limbah ikan sardinella ( Sardinella sp.) terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman terung ( Solanum melongena L.), menentukan konsentrasi POC yang memberikan hasil terbaik, serta menganalisis potensi pemanfaatan limbah ikan dalam perspektif ekonomi biru. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu P0 (0 ml/L), P1 (20 ml/L), P2 (40 ml/L), dan P3 (60 ml/L), dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah buah, dan bobot buah. Data agronomi dianalisis menggunakan ragam analisis (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan aspek ekonomi biru dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah ikan sardinella memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah buah, dan bobot buah. Perlakuan P3 (60 ml/L) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman dengan rata-rata 31,31 cm, jumlah daun 9,19 helai, jumlah buah 1,11 buah, dan bobot buah 87,43 g. Pada parameter diameter batang, P1 (20 ml/L) menghasilkan rata-rata tertinggi sebesar 3,8 cm, namun tidak berbeda nyata dengan P2 (40 ml/L) dan P3 (60 ml/L). Dari ekonomi biru, pengolahan 1 kg limbah ikan menghasilkan 5 L POC dengan biaya produksi Rp141.000, potensi penerimaan Rp250.000, keuntungan Rp109.000, R/C Ratio 1,77, dan BEP produksi 2,82 L. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah ikan sardinella sebagai POC berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman terung sekaligus memberikan nilai tambah aspek ekonomi, mengurangi ramah lingkungan, dan mendukung penerapan prinsip ekonomi biru serta pertanian berkelanjutan.