Deteksi dini kehamilan risiko tinggi sangat penting untuk mencegah komplikasi maternal dan perinatal. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat menurunkan kejadian komplikasi kehamilan hingga 60%. Namun, masih banyak kasus kehamilan risiko tinggi yang terlambat terdeteksi karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan, baik oleh keluarga maupun kader kesehatan di tingkat masyarakat. Program pengmas ini bertujuan meningkatkan kapasitas keluarga dan kader posyandu dalam deteksi dini dan pendampingan kehamilan risiko tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Peterongan, Kabupaten Jombang. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas. Peserta terdiri dari 30 kader posyandu dan 50 keluarga ibu hamil risiko tinggi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,001) pada semua variabel: pengetahuan kader meningkat 52,3%, kemampuan skrining kader meningkat 61,4%, pengetahuan keluarga meningkat 47,8%, dan perilaku dukungan keluarga meningkat 44,6%. Pembentukan sistem pendampingan berbasis masyarakat yang berkelanjutan juga berhasil terwujud. Program ini terbukti efektif dan layak direplikasi sebagai strategi komunitas dalam mendukung penurunan angka kematian ibu.