Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Self Esteem dan Trust Terhadap Self Disclosure Pada Pengguna Aplikasi Kencan Online Andriani, Iin
MOTIVASI Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : MOTIVASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to measure the effect of self esteem and trust on self disclosure of online dating application users. The sample of this research is 325 respondents. This sampling technique uses quota sampling technique. Research data were collected using three types of questionnaires that measure self disclosure, self esteem and trust. Data analysis techniques using the Spearman correlation with the help of the statistical program SPSS 23 for Windows. The results showed that there was a significant correlation between self esteem and self disclosure with a rho value of 0.394. And there is a significant correlation between trust and self disclosure with a rho value of 0.475. With a significant level of 0,000 (p <0.01). In this case self-esteem affects self-disclosure by 15.5%, while trust affects self-disclosure by 22.5%.
PENGARUH HARGA DIRI DAN KEPERCAYAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN DIRI PADA PENGGUNA APLIKASI KENCAN ONLINE Iin Andriani; Diana Imawati; Siti Khumaidatul Umaroh
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.333 KB) | DOI: 10.31293/mv.v2i2.4783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh self esteem dan trust terhadap self disclosure pengguna aplikasi kencan online. Sampel penelitian ini berjumlah 325 responden. Teknik penetapan sampel ini menggunakan teknik quota sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tiga jenis kuisioner yang mengukur self disclosure, self esteem dan trust. Teknik analisa data menggunakan korelasi spearman dengan bantuan program statistik SPSS 23 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara self esteem dan self disclosure rho= 0,394; p=0,000). Serta  terdapat korelasi yang signifikan antara trust dan self disclosure (rho=0,475; p=0,000). Dalam hal ini self esteem mempengaruhi self disclosure sebesar 15,5%, sedangkan trust mempengaruhi self disclosure sebesar 22,5%.
Relationship between Self-Efficacy, Emotional Intelligence, and Parental Social Support with Learning Motivation of University Students in Distance Learning during the Covid-19 Pandemic Iin Andriani; Lisnawati Ruhaena; Nanik Prihartanti
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 2 (2022): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Islamic Psychology Department, Dakwah Faculty of Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v7i2.2315

Abstract

Distance learning has an impact on decreasing university students’ motivation to learn. Meanwhile, learning motivation is fundamental in the distance learning process. Learning motivation correlates with internal factors such as self-efficacy and emotional intelligence and external factors such as parental social support. This study aimed to find alternative factors that support learning motivation and examine the relationship between self-efficacy, emotional intelligence, and parental social support with learning motivation in university students carrying out distance learning during the COVID-9 pandemic. The study used quantitative research with the correlational research type involving undergraduate students at the Muhammadiyah University of Surakarta with a total of 408 students. The Academic Motivation Scale-Short version (AMS) was used to measure learning motivation, the General Self-Efficacy Scale (GSES) was used to measure self-efficacy, the Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form (TEIQUE-SF) was used to measure emotional intelligence, and the parental social support scale compiled by Fitrotin was used to measure parental social support. Data were analyzed using multiple linear regression tests. The results of the study found that self-efficacy, emotional intelligence, and parental social support had a relationship with learning motivation. This was indicated by the positive value of Beta=27.284, p-value of 0.000 (p <0.005), the regression (F value) of 36.569, the correlation (R)= 0.467, and the effective contribution to learning motivation of 21.8%. Programs to increase self-efficacy, emotional intelligence, and parental social support are important to increase motivation.
Membangun Pikiran Dan Emosi Positif Melalui Gerak Tubuh Dalam Mewujudkan Pendidik Paud Yang Tangguh Dan Profesional Umaroh, Siti Khumaidatul; Andriani, Iin; Addzahrah, Niya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lamin Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jpml.v3i2.7823

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki posisi yang krusial dalam perkembangan manusia. Pendidikan yang diberikan secara tepat pada usia dini (0-6 tahun) dapat menentukan keberhasilan proses pendidikan dan tumbuh kembang anak di masa selanjutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru PAUD tentang pentingnya mengenal emosi, cara meregulasinya dan hubungannya dengan kesehatan mental. Sasaran kegiatan ini adalah guru (pendidik) PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI wilayah Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Metode yang digunakan berupa psikoedukasi dalam bentuk seminar pendidikan disertai dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada guru yang memiliki skor kesehatan mental rendah, 69,5% peserta kegiatan tersebut memiliki skor kesehatan mental yang tinggi. Kesehatan mental guru perlu menjadi perhatian bersama mengingat masih banyak guru yang menyatakan bahwa kesejahteraan finansial mereka terbilang rendah.  Dalam pengukuran ini juga diketahui bahwa guru dengan latar belakang pendidikan Non- PAUD memiliki skor kesehatan mental yang lebih tinggi dibandingkan dengan tiga kelompok latar belakang pendidikan lainnya.
Memetakan Efikasi Diri Akademik Mahasiswa Gen Z: Kajian Komparatif berdasarkan Gender dan Status Pekerjaan Andriani, Iin; Khumaidatul Umaroh, Siti; Yeremia Alexander Govicar, Dengah
Jurnal Studia Insania Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jsi.v13i1.14726

Abstract

This consider points to analyze contrasts in scholastic self-efficacy among Era Z understudies based on sex and work status. Self-efficacy, an individual's conviction in their capacity to oversee activities to realize particular objectives, is impacted by different components, counting encounter and social environment. This think about included 205 understudies in East Kalimantan, measured utilizing the Indonesian form of The Scholastic Self-Efficacy Scale (TASES). Information were analyzed utilizing an free t-test. The comes about appeared no noteworthy contrast in scholastic self-efficacy between male and female understudies. In any case, working understudies shown higher scholastic self-efficacy compared to non-working understudies. These discoveries highlight the part of work involvement in improving down to earth abilities and self-confidence among understudies, as well as the require for comprehensive scholastic bolster for Era Z.
“Gerakan Bermain Bersama: Edukasi Permainan Edukatif bagi Orang Tua Anak Usia Dini di Masa Digital” Andriani, Iin; Putri, Naufal Melati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lamin Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jpml.v4i2.8027

Abstract

Era digital telah mengubah pola bermain anak usia dini dari permainan tradisional edukatif menuju penggunaan gadget yang intensif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya permainan edukatif sebagai alternatif mengurangi ketergantungan anak pada gadget. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Desember 2024 di TK Nurul Huda, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda dengan melibatkan 84 orang tua/wali murid. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui presentasi materi, demonstrasi praktik, workshop pembuatan alat permainan edukatif, diskusi interaktif, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup frekuensi bermain bersama anak, penggunaan gadget, dan jenis permainan yang dimainkan. Hasil menunjukkan 88,1% orang tua bermain dengan anak setiap hari dengan durasi lebih dari 3 jam (42,9%), sementara 53,6% anak menggunakan gadget kurang dari 1 jam per hari. Teridentifikasi 75 jenis aktivitas bermain yang didominasi permainan konstruktif-kreatif (23 aktivitas) dan permainan peran (21 aktivitas). Program berhasil meningkatkan pemahaman orang tua tentang konsep permainan edukatif dan memberikan keterampilan praktis dalam mengimplementasikan permainan yang mendukung perkembangan holistik anak.
ANTARA LAYAR DAN KEBERSAMAAN: PERGULATAN ORANG TUA MILENIAL, PENGASUHAN DEMOKRATIS, GADGET DAN WAKTU BERMAIN ANAK Andriani, Iin; Imawati, Diana; Putri, Naufa Melati
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 4, No 2 (2025): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mrgc.v4i2.15882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh demokratis, penggunaan gawai, dan waktu bermain bersama di antara anak-anak prasekolah dalam keluarga milenial. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya pada bagaimana pola asuh demokratis, yang dicirikan oleh responsivitas dan keterlibatan orang tua, berinteraksi dengan perilaku digital anak-anak dan aktivitas ikatan keluarga. Analisis data tidak mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis dan durasi penggunaan gawai, yang menunjukkan bahwa waktu layar anak-anak lebih dipengaruhi oleh kebiasaan digital orang tua dan pola interaksi keluarga. Namun, pola asuh demokratis ditemukan memiliki hubungan yang signifikan dengan jumlah waktu yang dihabiskan orang tua untuk bermain dengan anak-anak mereka. Orang tua dengan gaya pengasuhan demokratis cenderung lebih terlibat, suportif, dan komunikatif, mendorong perkembangan yang seimbang antara aktivitas digital dan fisik. Temuan ini menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dan interaksi keluarga dalam menjaga kesejahteraan psikologis anak-anak dan mempromosikan penggunaan teknologi yang sehat dalam keluarga modern.
Efikasi Diri Akademik dan Ketidakjujuran Akademik di Kalangan Mahasiswa: Peran Mediasi Prokrastinasi Akademik Siti Khumaidatul Umaroh; Iin Andriani; Dengah Yeremia Alexander; Salsa Shabila Achsan
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v16i2.1660

Abstract

Ketidakjujuran akademik menjadi masalah serius yang cukup sering terjadi bahkan menjadi masalah global hampir di seluruh lembaga pendidikan. Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat pengaruh efikasi diri akademik terhadap ketidakjujuran akademik dengan melibatkan prokrastinasi akademik sebagai variabel mediator. Penelitian ini melibatkan 255 responden dengan latar belakang mahasiswa yang berasal dari universitas negeri dan swasta di wilayah Kalimantan Timur. Responden dalam penelitian ditetapkan dengan menggunakan teknik non-probablilty sampling, dengan jenis accidental sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan regresi dengan mediasi yang diperkuat dengan sobel test. Hasil analisis menunjukkan bahwa efikasi diri akademik tidak berpengaruh langsung terhadap ketidakjujuran akademik. Namun prokrastinasi akademik terbukti berhasil menjadi mediator yang signifikan dalam pengaruh efikasi diri akademik terhadap ketidakjujuran akademik. Dengan kata lain, efikasi diri akademik dalam penelitian ini tidak menjadi penyebab langsung terjadinya ketidakjujuran akademik di kalangan mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki efikasi diri akademik rendah cenderung menunda-nunda tugas, dan akibatnya lebih rentan melakukan kecurangan akademik untuk menutupi kekurangan waktu atau kesiapan diri dalam menghadapi tanggung jawab akademik.
From plate to achievement: A structural model of how eating patterns influence learning motivation through the mediation of psychological well-being Yoga Achmad Ramadhan; Iin Andriani; Silvia Eka Mariskha
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 20 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v20i2.16267

Abstract

Eating habits plays an important role not only in physical health but also in psychological well-being, which in turn can influence students’ learning motivation. However, studies that examine the relationship among these three variables simultaneously are still limited. This study aims to analyze the relationship between diet, psychological well-being, and learning motivation, as well as to test the mediating role of psychological well-being. The research used a quantitative approach with a survey design. The respondents were 227 students of SMAN 13 in Samarinda, selected using purposive sampling. The instruments included a diet questionnaire, the Indonesian adolescent psychological well-being scale, and the Academic Motivation Scale (AMS). Data analysis was carried out using Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) and mediation testing through bootstrapping with the PROCESS Hayes model. The results show that diet does not have a direct effect on learning motivation (p = 0.58), but it has a significant effect on psychological well-being (p < 0.001). Psychological well-being has a significant effect on learning motivation (p < 0.001) and fully mediates the relationship between diet and learning motivation (indirect effect = 0,0945; CI [0.025–0.0976]). These findings indicate that a healthy diet contributes to learning motivation through the improvement of psychological well-being. In conclusion, psychological well-being is a key factor that bridges the relationship between diet and learning motivation. This study recommends integrating healthy diet programs with psychological well being enhancement strategies in schools to support students’ academic achievement.
ANTARA LAYAR DAN KEBERSAMAAN: PERGULATAN ORANG TUA MILENIAL, PENGASUHAN DEMOKRATIS, GADGET DAN WAKTU BERMAIN ANAK Iin Andriani; Diana Imawati; Naufa Melati Putri
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mrgc.v4i2.15882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh demokratis, penggunaan gawai, dan waktu bermain bersama di antara anak-anak prasekolah dalam keluarga milenial. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya pada bagaimana pola asuh demokratis, yang dicirikan oleh responsivitas dan keterlibatan orang tua, berinteraksi dengan perilaku digital anak-anak dan aktivitas ikatan keluarga. Analisis data tidak mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis dan durasi penggunaan gawai, yang menunjukkan bahwa waktu layar anak-anak lebih dipengaruhi oleh kebiasaan digital orang tua dan pola interaksi keluarga. Namun, pola asuh demokratis ditemukan memiliki hubungan yang signifikan dengan jumlah waktu yang dihabiskan orang tua untuk bermain dengan anak-anak mereka. Orang tua dengan gaya pengasuhan demokratis cenderung lebih terlibat, suportif, dan komunikatif, mendorong perkembangan yang seimbang antara aktivitas digital dan fisik. Temuan ini menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dan interaksi keluarga dalam menjaga kesejahteraan psikologis anak-anak dan mempromosikan penggunaan teknologi yang sehat dalam keluarga modern.