Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengadaan Tanah Jalur Kereta Api Bandara Adi Soemarmo-Solo Balapan: Kebijakan Konservasi Vs Pembangunan Infrastruktur Tri Idawijayanti; Retno Widodo Dwi Pramono
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Vol. 7 No. 2 (2021): Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/bhumi.v7i2.484

Abstract

Abstract: Dilemmas and conflicts frequently arise during public policy-making. For instance, those occurring between the Policy for the Protection of Sustainable Food Agricultural Land (PLP2B) and land acquisition for development in the public interest (PTPKU). The former aims to preserve agricultural land, whereas the latter ensures absolute land provision for infrastructure and facility development in the public interest. The purpose of this study is to describe the policy conflicts that exist between the PLP2B policy and the PTPKU policy. A qualitative approach is used to conduct this research with a case study design using content analysis. Apart from documents, data triangulation is also conducted through interviews with multiple parties involved in decision-making and through observation and documentation of field conditions. Although both are in the public interest, the study's findings indicate that conservation is inferior to infrastructure development. The process of nullifying conservation implementation goes through a series of steps that emerge at each stage of land acquisition justification. Key words: Boyolali-Indonesia, LP2B, Land Acquisition, Policy Conflicts, Spatial Planning   Intisari: Dilema dan konflik sering terjadi dalam pengambilan kebijakan publik. Sebagai contoh yaitu antara kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) dan kebijakan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum (PTPKU). Kebjiakan PLP2B bertujuan untuk mempertahankan tanah pertanian, sedangkan kebijakan PTPKU menjamin penyediaan lahan secara mutlak bagi pembangunan infrastruktur atau fasilitas bagi kepentingan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konflik pada dua contoh kebijakan di atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan desain studi kasus menggunakan konten analisis (content analysis). Selain berdasar dokumen, dilakukan juga trianggulasi dalam penggunaan data, yaitu dengan wawancara terhadap beberapa pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan, serta observasi dan dokumentasi kondisi lapangan. Dari hasil penelitian tergambar bahwa meski sama-sama sebagai kepentingan umum, kebijakan pelestarian pertanian kalah dengan kepentingan umum pembangunan infrastruktur. Proses pembatalan ketetapan pelestarian terjadi melalui berbagai tahap yang ada pada setiap tahap justifikasi pelaksanaan pengadaan tanah. Kata Kunci: Konflik kebijakan, Tata Ruang, LP2B, Pengadaan Tanah, Boyolali-Indonesia
Regional Potential for Community Welfare Development in Sodo Village, Gunung Kidul Idawijayanti, Tri; Suhendro, Suhendro; Sumardiyana, Sumardiyana
Marcapada: Jurnal Kebijakan Pertanahan Vol. 2 No. 2 (2023): Marcapada: Jurnal Kebijakan Pertanahan
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/mj.v2i2.30

Abstract

Sodo Village contains physical and non-physical potential that can be developed, albeit this potential is limited or constrained in actuality. In 2021, 74% of the population in Sodo village were impoverished. The goal of this research is to develop the region's potential through community empowerment programs. This study employed descriptive qualitative research methodologies, including data inventory on prospective physical and non-physical regions, spatial analysis, and problem tree analysis. The following issues arise in the Sodo Village: limited physical potential, ineffective management of MSMEs potential, and tourist potential. Participatory community empowerment initiatives are used to develop regional potential.
Analisis Korelasi Peningkatan Pendapatan dan Kegiatan Reforma Agraria di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang Aisiyah, Nuraini; Mujiati, Mujiati; Idawijayanti, Tri
Tunas Agraria Vol. 8 No. 1 (2025): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v8i1.376

Abstract

Candi Village is the location for implementing agrarian reform activities that aim to improve the welfare and prosperity of the people through more effective use of agrarian resources. Increased welfare is expected to be achieved through the implementation of the agrarian reform program, but in practice, the results can vary depending on a number of factors. This research aims to analyze the relationship between agrarian reform activities and increasing community income in Candi Village. The research method used was a quantitative approach with a sample of 30 agrarian reform program participants. Data was collected through direct surveys and observations and then analyzed using Pearson correlation analysis. The analysis results show a correlation value of 0.861 with a significance level of 0.000. The high correlation value and minimal significance indicate that there is a strong and significant relationship between agrarian reform activities and increasing people's income. Thus, it can be concluded that agrarian reform activities in Candi Village have had a significant positive influence on improving community welfare. This research also shows that the agrarian reform program not only increases income but also contributes to increasing people's knowledge and understanding of management.   Desa Candi merupakan lokasi pelaksanaan kegiatan reforma agraria yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat melalui pemanfaatan sumber daya agraria secara lebih efektif. Peningkatan kesejahteraan diharapkan tercapai dari pelaksanaan program reforma agraria, namun dalam prakteknya, hasilnya bisa bervariasi tergantung pada sejumlah faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kegiatan reforma agraria terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Candi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 30 peserta program reforma agraria. Data dikumpulkan melalui survei langsung dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,861 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai korelasi yang tinggi dan signifikansi yang sangat kecil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara kegiatan reforma agraria dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan reforma agraria di Desa Candi memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa program reforma agraria tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga berkontribusi pada penambahan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan.