Agus Setyobudi
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Sawah Krispianus Yertis Supriono; Andreas Umbu Roga; Agus Setyobudi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk438

Abstract

Pesticides are chemical substances that are widely used to eradicate pests and diseases that inhibit plant growth. This study aims to analyze the factors related to the behavior of using personal protective equipment on rice farmers in Lembor Selatan District, West Manggarai Regency, in 2022. This research was quantitative with a cross-sectional approach. The sample was 81 rice farmers in Lendong Village, who were selected using a multistage random sampling technique. The results showed that the three variables studied had a relationship with the behavior of using personal protective equipment, with p-value for knowledge = 0.000, attitude = 0.000 and the role of community leaders = 0.000. It was concluded that the knowledge, attitudes and roles of community leaders are determinants of the behavior of using personal protective equipment.Keywords: pesticides; personal protective equipment; behavior; rice farmer ABSTRAK Pestisida adalah suatu zat kimia yang banyak digunakan untuk memberantas hama serta penyakit yang menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada petani sawah di Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Tahun 2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel adalah 81 petani sawah di Desa Lendong, yang dipilih dengan teknik multistage random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel yang diteliti memiliki hubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri, dengan nilai p untuk pengetahuan = 0,000, sikap = 0,000 dan peran tokoh masyarakat = 0,000. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan peran tokoh masyarakat merupakan determinan bagi perilaku penggunaan alat pelindung diri.Kata kunci: pestisida; alat pelindung diri; perilaku; petani sawah
Uji Daya Bunuh Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) Terhadap Larva Nyamuk Aedes Aegypti Adhrian Yoel Amalo; Soni Doke; Agus Setyobudi; Mustakim Sadan; Tanti Rahayu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24534

Abstract

ABSTRACT Aedes aegypti is the primary vector of dengue fever, and chemical larvicides are still widely used even though they may cause environmental pollution and insect resistance. Therefore, plant-based larvicides are needed as safer alternatives. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) contains secondary metabolites that are suspected to have larvicidal activity. Purpose to determine the larvicidal effect of Averrhoa bilimbi leaf extract on Aedes aegypti larvae. This experimental study used a Posttest With Control Group design with four treatment groups: control, 0.15%, 0.30%, and 0.60%. Each group consisted of 10 larvae and was replicated three times. Mortality was observed for 24 hours, followed by statistical analysis (Kruskal–Wallis, Mann–Whitney) and probit analysis to determine LT50. Mean mortality increased with higher concentrations, reaching 36% at 0.15%, 56% at 0.30%, and 76% at 0.60%, while no mortality occurred in the control group. The Kruskal-Wallis test showed a significant difference among groups (p 0.05). The Mann-Whitney test revealed significant differences between the control and each concentration (p = 0.034) as well as among concentrations (p = 0.043). Probit analysis indicated LT50 values of 19.8 hours at 0.30% and 14.6 hours at 0.60%, whereas 0.15% did not reach 50% mortality within 24 hours. Bilimbi leaf extract demonstrates significant larvicidal activity against Aedes aegypti, with increasing effectiveness at higher concentrations and longer exposure times. The extract shows potential as a plant-based larvicide; however, further research with broader concentration ranges and larger sample sizes is recommended. Keywords: Aedes Aegypti, Averrhoa Bilimbi, Plant-Based Larvacide.  ABSTRAK Aedes aegypti merupakan vektor utama demam berdarah. Penggunaan insektisida kimia dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi dan dampak lingkungan, sehingga diperlukan alternatif larvasida berbahan nabati. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) diketahui mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida. Tujuan mengetahui daya bunuh ekstrak daun belimbing wuluh terhadap larva Aedes aegypti. Penelitian eksperimental dengan rancangan Posttest With Control Group pada empat kelompok: kontrol, 0,15%, 0,30%, dan 0,60%. Setiap kelompok terdiri dari 10 larva dan diulang tiga kali. Pengamatan mortalitas dilakukan selama 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis, Mann–Whitney, serta analisis probit untuk menentukan nilai LT50. Rata-rata mortalitas meningkat seiring kenaikan konsentrasi, yaitu 36% (0,15%), 56% (0,30%), dan 76% (0,60%), sedangkan kontrol tidak menunjukkan kematian. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan mortalitas yang signifikan antar kelompok (p 0,05). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kontrol dan setiap konsentrasi (p = 0,034), serta antar-konsentrasi (p = 0,043). Analisis probit menunjukkan nilai LT50 sebesar 19,8 jam pada konsentrasi 0,30% dan 14,6 jam pada konsentrasi 0,60%, sedangkan konsentrasi 0,15% tidak mencapai 50% kematian dalam 24 jam. Ekstrak daun belimbing wuluh memiliki daya bunuh yang bermakna terhadap larva Aedes aegypti, dengan efektivitas yang meningkat seiring peningkatan konsentrasi dan waktu paparan. Ekstrak ini berpotensi dikembangkan sebagai larvasida nabati, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi lebih luas dan ukuran sampel lebih besar. Kata Kunci: Aedes Aegypti, Averrhoa Bilimbi, Larvasida Nabati.