Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DELIGNIFIKASI LIGNOSELULOSA DAUN NANAS SEBAGAI SUMBER ALFA SELULOSA Triyani Sumiati; Sitaresmi Yuningtyas; Lely Elfrida BR Haloho
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i2.301

Abstract

Daun nanas merupakan bahan berlignoselulosa dapat dimanfaatkan sebagai sember alfa selulosa karena mempunyai kandungan alfa selulosa yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi alfa selulosa menggunakan metode delignifikasi secara kimia menggunakan pelarut natrium hidroksida. Optimasi proses delignifikasi menggunakan variasi konsentrasi natrium NaOH dengan konsentrasi 8% memberikan hasil kadar alfa selulosa yang paling optimal sebesar 66% dan terjadi pengurangan kadar lignin menjadi 1%. Alfa selulosa serbuk daun nanas yang dikarakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan spektrum yang mirip dengan selulosa komersial.
KARAKTERISTIK HIDROKSI PROFIL METIL SELULOSA (HPMC) DARI SABUT KELAPA YANG DISINTESIS DENGAN NATRIUM HIDROKSIDA KONSENTRASI 20% Silvi Nurafni; Triyani Sumiati; Amelia Putri
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.347

Abstract

Sabut kelapa sering kali dibuang dan dianggap limbah oleh masyarakat, padahal sabut kelapa memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi yaitu sebesar 27% yang bisa dimanfaatkan dalam bidang bahan baku farmasi dan pangan. Selulosa tersebut dat dimanfaatkan menjadi Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan HPMC dari sabut kelapa yang optimal dengan karakteristik yang memenuhi standar. HPMC sabut kelapa dibuat dengan mengisolasi selulosa terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan mensintesis HPMC dengan konsentrasi NaOH 20% dan propilen oksida yang ditambahkan 2,5 ml serta dimetil sulfat sebanyak 0,92 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa dari sabut kelapa dapat dimanfaatkan menjadi HPMC dengan karakteristik HPMC yang dihasilkan berbentuk butiran kasar, berwarna putih kekuningan dan memiliki bau yang samar, memiliki pH 7, nilai Water Holding Capacity (WHC) 7,3 g/g dan nilai Oil Holding Capacity (OHC) 6,6 g/g.
EDUKASI UNTUK PENCEGAHAN EKSPLOITASI SEKSUAL ONLINE PADA PELAJAR Triyani Sumiati
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v1i1.2

Abstract

Peningkatan angka kasus eksploitasi seksual pada anak secara signifikan terjadi selama masa pandemi COVID-19. Selama pemerintah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh, sebagian besar anak waktunya dihabiskan di rumah dan terhubung dengan internet. Tingginya risiko anak selama menggunakan internet dan bertemu orang asing melalui media sosial berpengaruh pula pada tingginya risiko anak menjadi korban predator anak di dunia maya. Hal ini yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian masyarakat dengan tajuk pencegahan eksploitasi seksual anak selama masa pandemi Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri atas ceramah dan tanya jawab secara daring dengan sasaran para pelajar tingkat SMK/SMA di Indonesia. Adapun capaian dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah kelompok sasaran mengalami peningkatan pengetahuan dan kewaspadaan terhadap fenomena eksploitasi seksual pada anak secara daring terutama di masa pandemi Covid-19. Ke depan, diharap kegiatan pengabdian masyarakat ini akan mencapai cangkupan sasaran kelompok yang lebih luas
EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, NILAI SPF DAN KARAKTERISTIK MUTU SEDIAAN BEDAK TABUR EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Selenicereus costaricensis) Nadia Helena Nurizky; Triyani Sumiati; Antonius Padua Ratu
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.650

Abstract

Buah naga merupakan tanaman kaktus yang populer karena memiliki khasiat melimpah karena kandungan bioaktifnya yang tinggi seperti seperti antosianin, flavonoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi sediaan bedak tabur tabir surya berbasis ekstrak kulit buah naga merah serta menilai aktivitas antioksidan dan nilai SPF. Ekstraksi kulit buah naga merah dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% yang diasamkan dengan HCl 1%, kemudian ekstrak diformulasi dalam sediaan bedak tabur dengan variasi konsentrasi ekstrak (0,50 %; 1% dan 1,5% b/b). Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH, aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH serta penentuan SPF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai zat aktif dalam formulasi bedak tabur, dengan nilai SPF 10,05 termasuk kategori perlindungan maksimal pada konsentrasi ekstrak tertinggi. Formula dengan konsentrasi ekstrak tertinggi memiliki nilai SPF sebesar 10,0456 yang termasuk kategori perlindungan maksimal, serta aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 sebesar 68,28 mg/L yang termasuk kategori sangat kuat.