Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Status Paritas dengan Tingkat Kecemasan Pre Anestesi Spinal pada Pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit Larasati Pamekasan Akhmad Jakfar Taufik; Amin Susanto; Etika Dewi Cahyaningrum
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.979 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1113

Abstract

Menghadapi tindakan anestesi dan operasi sectio caesarea dapat menimbulkan kecemasan, kecemasan yang berlebihan dapat memepengaruhi kelancaran tindakan anestesi dan operasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan status paritas dengan tingkat kecemasan pre anestesi spinal pada pasien sectio caesarea di RS Larasati Pamekasan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi, analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan rancangan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan cara purposive sampling yaitu sebanyak 78 sampel. Penelitian ini dilaksanakan di RS Larasati Pamekasan pada 25 April – 25 Juni 2022. Hasil analisis dengan uji Kendall's tau-b diperoleh nilai p-value = 0,005 lebih kecil dari nilai α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan H0 di tolak dan H1 diterima, yang berarti bahwa ada hubungan antara status paritas dengan tingkat kecemasan pre anestesi spinal pada pasien sectio caesarea di RS Larasati Pamekasan. Untuk itulah pentingnya memberikan konseling dan motivasi pre anestesi spinal pada pasien sectio caesarea dalam penurunan kecemasan.
Gambaran Kejadian Post Operative Nausea and Vomiting Pasca Narkose Umum di RS Pusat Mata Nasional Cicendo Bandung Andria Ramadhan; Amin Susanto; Wasis Eko Kurniawan
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.693 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1139

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting merupakan salah satu komplikasi anestesi yang dikaitkan dengan berbagai faktor. Pasien yang mengalami mual muntah pasca bedah memiliki kualitas pemulihan yang lebih buruk sehingga menyebabkan penundaan pemulangan pasien dari rumah sakit yang akan menigkatkan biaya perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pasca narkose umum di Rumah Sakit Pusat Mata Nasional Cicendo Bandung. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada pada saat penelitian dilakukan. Adapun desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional. Sampel penelitian ini adalah pasien yang menjalani tindakan anestesi umum dengan teknik sampling acidental sampling yaitu sebanyak 81 pasien. Hasil penelitian didapatkan insiden terjadinya PONV sebanyak 9 responden (11,1%), insiden terjadinya PONV pada kategori umur 55-65 tahun sebanyak 4 responden (44,4%) dan usia lebih 65 tahun sebanyak 4 responden (44,4%). Insiden terjadinya PONV berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 7 responden (77,8%). Insiden terjadinya PONV yang tidak memiliki riwayat merokok paling banyak yaitu sebanyak 8 responden (88,9%) dan insiden terjadinya PONV terbanyak pada durasi pembedahan lebih dari 60 menit yaitu sebanyak 7 responden (77,8%).
GAMBARAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG PASCA sectio caesarea DENGAN TINDAKAN SPINAL ANASTESI Abdul gani kurniawan; Amin Susanto; Arni Nur Rahmawati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 7: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio caesarea is a method of giving birth to a fetus by making an incision in the uterine wall through the front of the abdomen or vagina. mothers after sectio caesaria will experience low back pain due to spinal anesthesia procedures. To describe the incidence of back pain after sectio caesarea with spinal anesthesia at Sejiran Setason Hospital, West Bangka The method used in this study is a descriptive analytical. Through a survey using an observation sheet with a cross sectional approach. The population in this study were all patients who underwent sectio caesarea with spinal anesthesia at Sejiran Setason Hospital, West Bangka, with a total of 30 respondents The results of this study obtained an overview of the number of age characteristics of the respondents mostly in the 18-24 year age group reaching 50%. The description of the level of pain experienced by the respondents, most of the respondents felt the level of moderate pain reached (43.3%) the age group experiencing the incidence of pain was mostly in the 18-24 year age group with moderate pain reaching 23.3%.: It can be concluded that the respondent's age, back pain level, age group and number of births affect the incidence of back pain after cesarean section with spinal anesthesia
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN RISIKO JATUH PASIEN DEWASA DENGAN PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) MORSE FALL SCALE DI RSUD PREMBUN Arie Pahlawan; Amin Susanto; Suci Khasanah; Made Suandika
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i1.216

Abstract

Pencegahan risiko jatuh merupakan salah satu fokus perhatian perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dalam pelaksanaannya dimulai dari awal pasien masuk sampai dilakukan perawatan di ruang rawat diantaranya menggunakan asesmen risiko jatuh morse fall scale. Hal yang berpengaruh dalam pelaksanaan pencegahan risiko jatuh pasien dewasa adalah tingkat pengetahuan yang didasari oleh pendidikan, usia dan pengalaman kerja. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang pencegahan risiko jatuh pasien dewasa dengan pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) Morse Fall Scale di RSUD Prembun. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 perawat pelaksana di bangsal rawat inap dewasa dengan menggunakan teknik total sampling, analisis data dengan uji spearman rank. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner pengetahuan perawat dengan pelaksanaan prosedur pasien risiko jatuh dan lembar observasi pelaksanaan SPO Morse Fall Scale. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik perawat lebih dari separuh responden memiliki usia dewasa awal (26-35 tahun) (58.1%), sebagian besar memiliki tingkat pendidikan DIII Keperawatan (76.7%), dan hampir separuh memiliki pengalaman kerja > 4 tahun (44.2%). Adanya hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang pencegahan risiko jatuh pasien dewasa dengan pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) Morse Fall Scale di RSUD Prembun dengan nilai p value sebesar 0.000 (p value < 0.05). Kata kunci: pengetahuan; risiko jatuh; morse fall scale
GAMBARAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU PULIH SADAR PASIEN PASCA ANESTESI UMUM DI RSUD DR. SOEDIRMAN KEBUMEN Firda Nugrahani; Made Suandika; Amin Susanto
Journal of Nursing and Health Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v9i1.304

Abstract

Overview of Stress Levels of Anesthesiology Nursing Study Program Students in Preparing Final Projects at Harapan Bangsa University Putriana Bainjap; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5567

Abstract

Stress is a common psychological condition that can be experienced by anyone, including students who are preparing their final assignments. Stress in students can be influenced by various internal factors such as the individual's ability to manage time and pressure, as well as external factors such as academic demands and social support. Its impact is very significant on mental health, learning motivation, and the quality of final assignment completion. This study aims to determine the stress levels of students in the Anesthesiology Nursing Study Program at Harapan Bangsa University based on gender and age. The study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 169 students who were in the final assignment preparation stage. Stress levels were measured using a Guttman scale questionnaire consisting of 23 questions. The results showed that 74 respondents (43.79%) experienced moderate stress, 60 respondents (35.50%) experienced severe stress, 28 respondents (16.57%) experienced mild stress, and only 7 respondents (4.14%) experienced no stress. Based on gender, 20 male respondents (11.83%) experienced moderate stress, while 54 female respondents (31.95%) experienced moderate stress, and 49 (28.99%) experienced severe stress. In terms of age, respondents aged 21 and 22 both experienced moderate stress at 15.38%, while respondents aged 22 also experienced severe stress at 15.38%. Overall, student stress levels tended to be in the moderate to severe category, indicating the need for more systematic psychological attention and intervention.
Gambaran Kejadian Shivering Pasca Spinal Anestesi Berdasarkan Karakteristik Suhu Tubuh Praanestesi dan Suhu Ruang Operasi pada Pasien Bedah Urologi di Rumah Sakit Islam Purwokerto Niti Aliefviya Rosidi; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i2.5551

Abstract

Shivering is a common side effect after spinal anesthesia that can increase oxygen demand, the risk of cardiac complications. This condition is triggered by factors such as body temperature, operating room temperature, and urological surgery-related factors like dehydration, bleeding, and the effects of anesthesia that disrupt thermoregulation, potentially leading to shivering. This study aimed to determine the incidence of shivering after spinal anesthesia based on pre-anesthetic body temperature and operating room temperature characteristics in patients undergoing urological surgery. A descriptive study with a cross-sectional approach was conducted on 41 urological surgery patients selected using quota sampling from a total population of 71 patients. The sample size was calculated using the Slovin formula. The results showed that most patients with pre-anesthetic hypothermia (<36.5°C) did not experience shivering (43.9%), and a similar finding was observed in patients with normal body temperature (36.5–37.5°C), where 24.4% did not experience shivering. Only one patient (2.4%) with hyperthermia experienced grade 2 shivering. In terms of operating room temperature, 63.4% of patients in rooms with temperatures below the ideal range (<18°C) and 4.9% in rooms with ideal temperatures (18–22°C) did not experience shivering. It can be concluded that the majority of patients in this study did not develop shivering after spinal anesthesia, however, 31.8% of them did experience shivering, which requires proper attention and early management. Further studies involving more diverse variables are recommended to explore additional factors that may contribute to the incidence of shivering.