Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Gambaran Kejadian Transient Neurological Symptoms Pada Pasien Pasca Sectio Caesarea Dengan Anestesi Spinal Winaldi; Amin Susanto; Asmat Burhan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.225

Abstract

Angka kematian ibu secara global masih tinggi, dengan 287.000 kasus tercatat pada tahun 2020. Sebagian besar disebabkan oleh komplikasi obstetri seperti perdarahan, infeksi, dan preeklampsia. SC merupakan prosedur yang semakin sering dilakukan untuk menangani persalinan berisiko tinggi, termasuk di Indonesia, yang mencapai 25,9% pada tahun 2023. Anestesi spinal menjadi pilihan utama karena efektif dan relatif aman, namun tetap memiliki risiko komplikasi, salah satunya TNS. TNS ditandai dengan nyeri sementara di punggung, gluteus, atau tungkai bawah pasca tindakan, yang dapat menghambat pemulihan dan kenyamanan ibu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kejadian TNS pada pasien pasca SC dengan anestesi spinal di RSUD Cilacap. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 88 pasien, dipilih melalui consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS), lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa 36,4% pasien mengalami TNS. Kejadian paling banyak ditemukan pada usia 26–40 tahun (75%), status ASA II (62,5%), tanpa riwayat operasi (68,8%), serta penggunaan bupivacaine (59,4%). Nyeri terbanyak berada pada kategori sedang-berat. TNS masih menjadi komplikasi yang cukup tinggi pada anestesi spinal pasca sectio caesarea. Faktor usia, status ASA, riwayat operasi, jenis anestesi lokal, dan jumlah tusukan turut berperan. Diperlukan peningkatan keterampilan teknis serta edukasi pasien untuk pencegahan dan penanganan TNS yang lebih optimal.
Pengaruh Pemberian Audiovisual Animasi Motion Graphic Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Di RSUD Pandega Pangandaran Bima Bayu Ningrat; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.243

Abstract

Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang dapat menimbulkan kecemasan pada pasien, khususnya saat akan dilakukan anestesi spinal. Kecemasan ini berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis dan psikologis pasien. Intervensi non-farmakologis seperti edukasi menggunakan audiovisual animasi motion graphic dapat menjadi alternatif untuk menurunkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian audiovisual animasi motion graphic terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan spinal anestesi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan adalah kuesioner APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan audiovisual, sebagian besar pasien mengalami kecemasan sedang (72,8%). Setelah intervensi, terjadi penurunan tingkat kecemasan di mana mayoritas pasien mengalami kecemasan ringan (63%) dan sebagian tidak mengalami kecemasan (25%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0.000 (<0.05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pemberian audiovisual terhadap penurunan tingkat kecemasan.
Tekanan Darah Pada Pasien Sectio Caesarea Selama Intra Anestesi Spinal Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Dewi Umaiyah Nur Rokhmah; Amin Susanto; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.248

Abstract

Sectio Caesarea (SC) dengan anestesi spinal sering disertai komplikasi hipotensi yang berisiko mengganggu hemodinamik ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik pasien serta menggambarkan rata-rata tekanan darah selama 30 menit pertama pasca spinal. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan 50 sampel pasien SC di RSI Banjarnegara. Hasil menunjukkan mayoritas pasien berusia 20–25 tahun (46%), dengan IMT obesitas (42%) dan riwayat SC sebelumnya (56%). Tekanan darah rata-rata menurun progresif sejak menit ke-5 hingga ke-30, dengan 56% pasien mengalami hipotensi. Maka disimpulkan, penurunan tekanan darah merupakan efek umum anestesi spinal dengan risiko tertinggi dalam 15 menit pertama, sehingga pemantauan ketat diperlukan untuk mencegah komplikasi.
Hubungan Kecemasan Dengan Tekanan Darah Pada Pasien General Anestesi Di Ruang Pre Operasi Rumah Sakit Umum Daerah Pandega Pangandaran Sony Sanjaya Deol; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.311

Abstract

Kecemasan menjelang operasi merupakan masalah umum yang dapat mempengaruhi kondisi fisiologis pasien, salah satunya tekanan darah. Peningkatan tekanan darah praoperasi dapat menimbulkan risiko komplikasi baik selama maupun setelah pembedahan, khususnya pada pasien yang menjalani anestesi umum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecemasan dengan tekanan darah pada pasien di ruang praoperasi RSUD Pandega Pangandaran. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode cross sectional. Sampel sebanyak 109 responden diperoleh melalui teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur mengunakan kuesioner APAIS, sedangkan tekanan darah dinilai dengan tensimeter digital. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan adanya korelasi bermakna antara kecemasan dan tekanan darah (p < 0,05). Semakin tinggi tingkat kecemasan pasien, semakin besar kemungkinan terjadi peningkatan tekanan darah. Penanganan kecemasan praoperasi perlu dilakukan untuk menekan risiko komplikasi kardiovaskular.
Gambaran Tekanan Darah Pada Pasien Sectio Caesarea Pasca Spinal Anestesi Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen Quratul Yuqa Nabila; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.344

Abstract

Sectio caesarea merupakan tindakan obstetri yang banyak menggunakan anestesi spinal. Pemberian anestesi spinal dapat menyebabkan perubahan hemodinamik, salah satunya penurunan tekanan darah yang berisiko menimbulkan komplikasi pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan darah pada pasien yang menjalani operasi sectio caesarea pasca anestesi spinal di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 51 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Karakteristik responden mencakup usia, status kehamilan, dan riwayat penyakit, dengan mayoritas berusia 26–35 tahun, berstatus multigravida, serta tidak memiliki riwayat penyakit. Pengukuran tekanan darah dilakukan setiap 5 menit selama 30 menit pertama setelah pemberian anestesi spinal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik setelah anestesi spinal. Rata-rata sistolik tertinggi pada menit ke-5 (114,82 mmHg), kemudian menurun hingga menit ke-20, dan stabil pada menit ke-30 (108,08 mmHg). Tekanan darah diastolik juga menurun dari 72,22 mmHg menjadi 64,86 mmHg pada akhir pengamatan. Hipotensi paling banyak terjadi pada awal observasi, sedangkan pada sebagian pasien di menit akhir pengamatan terjadi peningkatan hingga kategori hipertensi.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Tekanan Darah Pre Operasi General Anestesi Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Amandha Christiani Hasyim; Amin Susanto; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.410

Abstract

Prosedur operasi dapat menimbulkan rasa takut dan cemas yang memicu kecemasan preoperatif. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan berisiko menimbulkan komplikasi selama maupun setelah operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan tekanan darah pada pasien preoperatif. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 70 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data tekanan darah diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan sphygmomanometer, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner standar. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan analisis univariat kecemasan pada pasien pre operasi sebagian besar cemas ringan berjumlah 44 orang (62,9%). Tekanan darah pasien pre operasi dengan tekanan darah hipertensi stage 2 berjumlah 25 orang (35,7%). Ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara tekanan darah dan tingkat kecemasan (r = 0,716; p = 0,001). Korelasi positif ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin tinggi pula tekanan darah pasien pre operasi. Korelasi positif menunjukkan bahwa peningkatan tingkat kecemasan sejalan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien preoperatif.
Monitoring Tekanan Darah Pasien Pasca Spinal Anestesi Dengan Klasifikasi American Society Of Anesthesiologist 2 Di Rumah Sakit Jatiwinangun Danang Tri Yudono; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.536

Abstract

Tindakan spinal anestesi dapat menimbulkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah vena yang mengakibatkan terjadinya akumulasi darah di visera dan ekstremitas bawah. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya volume darah di sirkulasi dan curah jantung, vasodilatasi arteri mengakibatkan turunnya resistensi sistemik. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 45 pasien dengan spinal anestesi dengan klasifikasi pasien ASA 2. Tehnik dalam pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai mean tekanan darah sistolik saat pre induksi spinal yaitu 138,5, setelah 5 menit pasca induksi spinal didapatkan penurunan nilai mean 119,3, setelah 10 menit pasca spinal anestesi didapatkan penurunan nilai mean 89,3. Hasil tekanan darah diastolic sebelum dilakukan Tindakan spinal anestesi sebesar 87,8, terjadi penurunan setealah 5 menit pasca spinal anestesi sebesar 75,8, dan menurun Kembali setelah 10 menit pasca induksi spinal anestesi, Kesimpulan penelitian ini menunjukan terjadinya penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolic pasca anestesi spinal baik di 5 menit maupun di 10 menit pasca spinal anestesi.