Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN COOKING CLASS UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK YAPI JAYA MAKASSAR Pertiwi Kamariah Hasis
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3, No 2 (2020): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunas cendekia.v3i2.1612

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui tingkat kebutuhan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini, 2) untuk mendeskripsikan desain pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini, 3) untuk mengetahui tingkat validitas  dan kepraktisan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pengembangan ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu: (1) Dari analisis kebutuhan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini pelaksanaan pembelajarannya masih bersifat monoton, karena pada saat pembelajaran hanya guru yang berperan aktif. Berdasarkan analisis kebutuhan bahwa dibutuhkan suatu pembelajaran baru yang kreatif dan menarik yang dapat mengembangkan motorik halus anak. (2) Desain dari model permainan cooking class dilakukan melalui beberapa tahap sehingga didapatkan bahwa perlunya suatu produk yang berupa buku pedoman pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini. (3) Tingkat validitas isi dan kepraktisan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini di TK Yapi Jaya Makassar menunjukkan bahwa penilaian validator dari semua perangkat yang telah disajikan dapat dinyatakan valid untuk digunakan dan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini memenuhi aspek praktis sehingga layak digunakan.Kata Kunci: Permainan Cooking Class, Motorik Halus
PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN COOKING CLASS UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK YAPI JAYA MAKASSAR Pertiwi Kamariah Hasis
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2020): Tunas Cendekia
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PALOPO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v3i2.1612

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui tingkat kebutuhan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini, 2) untuk mendeskripsikan desain pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini, 3) untuk mengetahui tingkat validitas  dan kepraktisan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pengembangan ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu: (1) Dari analisis kebutuhan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini pelaksanaan pembelajarannya masih bersifat monoton, karena pada saat pembelajaran hanya guru yang berperan aktif. Berdasarkan analisis kebutuhan bahwa dibutuhkan suatu pembelajaran baru yang kreatif dan menarik yang dapat mengembangkan motorik halus anak. (2) Desain dari model permainan cooking class dilakukan melalui beberapa tahap sehingga didapatkan bahwa perlunya suatu produk yang berupa buku pedoman pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini. (3) Tingkat validitas isi dan kepraktisan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini di TK Yapi Jaya Makassar menunjukkan bahwa penilaian validator dari semua perangkat yang telah disajikan dapat dinyatakan valid untuk digunakan dan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini memenuhi aspek praktis sehingga layak digunakan.Kata Kunci: Permainan Cooking Class, Motorik Halus
PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN COOKING CLASS UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK YAPI JAYA MAKASSAR Pertiwi Kamariah Hasis
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2020): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/cendekia.v3i2.1612

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui tingkat kebutuhan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini, 2) untuk mendeskripsikan desain pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini, 3) untuk mengetahui tingkat validitas  dan kepraktisan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pengembangan ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu: (1) Dari analisis kebutuhan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini pelaksanaan pembelajarannya masih bersifat monoton, karena pada saat pembelajaran hanya guru yang berperan aktif. Berdasarkan analisis kebutuhan bahwa dibutuhkan suatu pembelajaran baru yang kreatif dan menarik yang dapat mengembangkan motorik halus anak. (2) Desain dari model permainan cooking class dilakukan melalui beberapa tahap sehingga didapatkan bahwa perlunya suatu produk yang berupa buku pedoman pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini. (3) Tingkat validitas isi dan kepraktisan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini di TK Yapi Jaya Makassar menunjukkan bahwa penilaian validator dari semua perangkat yang telah disajikan dapat dinyatakan valid untuk digunakan dan pengembangan model permainan cooking class untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini memenuhi aspek praktis sehingga layak digunakan.Kata Kunci: Permainan Cooking Class, Motorik Halus
INOVASI PEMBELAJARAN SENI: IMPLEMENTASI FINGER PAINTING UNTUK MENSTIMULASI KREATIVITAS ANAK Nurul Muhlisa Umar; Pertiwi Kamariah Hasis
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2023): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v6i1.5487

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan Finger Painting untuk meningkatkan kreativitas seni peserta didik kelompok B di TK Muhammadiyah Saga, Kabupaten Luwu. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin, penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian adalah 15 anak didik (6 laki-laki, 9 perempuan) pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Penerapan Finger Painting melibatkan persiapan alat dan bahan, penjelasan aturan, demonstrasi teknik, rangsangan imajinasi melalui pengamatan lingkungan, dan pemberian bantuan kepada anak yang kesulitan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kreativitas seni peserta didik. Skor rata-rata meningkat dari 20% pada pra-tindakan, menjadi 67% pada siklus I, dan mencapai 87% pada siklus II. Penelitian ini membuktikan efektivitas Finger Painting dalam meningkatkan kreativitas seni anak usia dini, memberikan wawasan baru dalam metode pembelajaran seni di tingkat prasekolah. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pendidik dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan untuk meningkatkan kreativitas seni anak usia dini.
KREATIVITAS DAN IMAJINASI ANAK DENGAN BERMAIN PLAY BOARD Eka Poppi Hutami; Pertiwi Kamariah Hasis; Ilma Latifathul Lutfiah
Jurnal Panrita Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Panrita-December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhamamdiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/panrita.v4i1.268

Abstract

This problem is that children's creative abilities and children's imagination have not developed according to expectations for the students at Bunda Pertiwi Palopo TPA. The aim of this improvement is expected to be to increase children's creativity and imagination by playing on the play board at Bunda Pertiwi Palopo TPA. The plan for each cycle refers to the Kemmis and Taggart action research model. How to collect data can be done by observing in the form of checklists, anecdotal notes and documentation. Data analysis techniques using quantitative data processing techniques. The results of action in cycle 1 averaged 11.50 or 48% showing children who had not yet appeared. The average results of the second cycle of action reached 19.75 or 82%, indicating that children were starting to develop. very good totaling 60 children, in play board activities the children developed very well with 60%, they did it independently and were able to help their friends who had not yet achieved the expected creative abilities. From cycle 1 to cycle 2 there was an increase of 5.67 or 28 percentages.
Traffic Simulation–Based Learning to Foster Discipline and Academic Performance in Children Husnul Qhatima; Pertiwi Kamariah Hasis
Journal of Early Childhood Education Research Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Early Childhood Education Research
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/jecer.v1i1.346

Abstract

Purpose: Discipline and academic achievement are essential foundations for children’s cognitive, moral, and behavioral development in early childhood education. However, many preschool children experience difficulties in internalizing rules and structured learning behaviors, particularly in classroom settings that lack experiential and engaging learning strategies. This study was conducted in response to these challenges and aims to examine the effectiveness of traffic simulation–based learning as an instructional strategy to improve discipline and academic achievement among preschool children. By integrating play-based simulation with rule-oriented activities, the study seeks to provide a contextually relevant pedagogical approach that supports both character formation and learning outcomes in early childhood education Methodology: This study employed a Classroom Action Research (CAR) design following the Kurt Lewin model, consisting of two cycles with four stages: planning, action, observation, and reflection. The participants were 12 children in Group B at Raudhatul Atfhal As’adiyah Pengkendekan during the 2021/2022 academic year. Data were collected through discipline observation checklists, learning outcome tests, and teacher activity observation sheets. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis, focusing on percentage-based developmental criteria commonly used in early childhood assessment to evaluate changes across the pre-cycle, Cycle I, and Cycle II. Results : The findings reveal a consistent and significant improvement in both children’s discipline and academic achievement following the implementation of traffic simulation activities. Children’s discipline increased from 32% in the pre-cycle to 42% in Cycle I, and reached 83% in Cycle II, categorized as very well developed. Academic achievement also showed substantial improvement, rising from 49% in Cycle I to 84% in Cycle II. In addition, teacher instructional activity improved from 90% to 95%, indicating enhanced teaching effectiveness and classroom engagement during the intervention. Conclusions: The study concludes that traffic simulation–based learning is an effective pedagogical strategy for enhancing discipline and academic achievement in early childhood education. By providing concrete, experiential, and rule-based learning experiences, traffic simulation supports children’s self-regulation, understanding of social rules, and learning engagement. These findings contribute to early childhood education research by highlighting the value of simulation-based and play-oriented approaches as practical tools for integrating character education and academic development in preschool settings.