Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Desain dan Analisa Struktur Konstruksi Fairing Multibeam Echosounder (MBES) di Kapal Riset Baruna Jaya I BPPT menngunakan Metode Elemen Hingga (FEM) Arfis Maydino Firmansyah Putra; Tris Handoyo; Kusnindar Priohutomo
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 13 No. 1 (2019)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v13i1.3496

Abstract

Revitalisasi peralatan di Kapal Riset Baruna Jaya I dilaksanakan oleh Balai Teksurla BPPT dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan survei hidrografi. Salah satu peralatan yang direvitalisasi adalah Multibeam Echosounder (MBES) untuk laut dalam. Peralatan ini dapat berfungsi untuk pemetaan dasar laut dengan kedalaman sampai dengan 11.000 m dan merupakan yang pertama dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Dalam prosesnya MBES membutuhkan suatu dudukan di badan kapal sehingga peralatan dapat tersambung secara langsung dengan operator diatas kapal. Pada riset ini dibuat desain konstruksi dudukan MBES yang memenuhi kriteria kekuatan konstruksi berdasarkan peraturan class Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method – FEM). Terdapat 3 (tiga) kondisi pembebanan dalam analisis numerik FEM ini, yaitu: Kondisi A (pembebanan hidrostatik), Kondisi B  (pembebanan sensor) dan Kondisi C (pembebanan hidrostatik dan sensor). Hasil dari perhitungan menggunakan FEM pada riset ini menunjukkan bahwa von missess stress yang dihasilkan pada kondisi pembebanan A, B dan C adalah 63,20 Mpa, 3,39 Mpa dan 63,9 Mpa, dimana nilai tegangan yang dihasilkan dari analisa FEM lebih kecil dari tegangan izin yang disyaratkan oleh BKI yaitu 180 Mpa. Hasil riset menunjukkan bahwa desain struktur Transducer Fairing Construction memenuhi desain tegangan ijin dari peraturan klas BKI, yang menunjukkan bahwa fairing MBES cukup aman secara konstruksi bila dipasang di lambung KR Baruna Jaya I.Kata kunci: KR Baruna Jaya, Multibeam Echosounder (MBES), stress analysis, Metode Elemen Hingga (FEM)
PENGARUH VOLUME AIR DI RUANG MUAT TERHADAP STABILITAS KAPAL PENGANGKUT IKAN HIDUP Randy Hedva Rakasiwa Rumbawa; Ali Azhar; Kusnindar Priohutomo
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v14i2.4030

Abstract

Kapal pengangkut ikan hidup merupakan salah satu alat transportasi yang digunakan selama proses ekspor maupun domestik dan bertujuan untuk mempertahankan ikan dalam keadaan tetap hidup. Muatan utama kapal pengangkut ikan hidup (KPIH) adalah air dan ikan yang berenang bebas didalamnya dan muatan cair dalam ruang muat dapat bergerak bebas, sehingga terjadi free surface effect (FSE). Paper ini bertujuan untuk menghitung dan mensimulasikan stabilitas kapal pengangkut ikan hidup dan muatan berupa cairan, sehingga dapat diketahui stabilitas kapal berdasarkan muatannya. Analisa stabilitas berdasarkan variasi muatan menggunakan software Maxsurf. Hasil dari analisa stabilitas berdasarkan variasi muatan pada ruang muat 0%, 25%, 50%, 75%, 95% dengan variasi volume FOT dan FWT 25%, 50%, 75%, 100% adalah stabilitas kapal tidak layak untuk FOT dan FWT <75 % menurut kriteria IMO.
ANALISIS RESPON GERAK BARGE SEBAGAI TAMBAK GARAM LEPAS PANTAI DI PERAIRAN SELAT MADURA Arief Syarifuddin; Tristiandinda Permata; Erdina Arianti; Kusnindar Priohutomo; Taufan Prasetyo
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v14i2.4450

Abstract

Pulau Madura sebagai salah satu wilayah di Indonesia dengan produksi garam yang cukup tinggi, memiliki potensi untuk bisa meningkatkan produksi garamnya, demi menunjang kebutuhan swasembada garam nasional. Salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan produksi garam di pulau Madura adalah dengan membuat tambak garam lepas pantai. Pengembangan tambak garam lepas pantai tentu menjadi tantangan tersendiri, karena memperhitungkan banyak faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan yaitu arus, angin, dan gelombang. Penelitian ini akan membahas tentang barge atau tongkang yang dijadikan sebagai tambak garam lepas pantai. Analisis difokuskan kepada respon gerak yang dihasilkan oleh barge berupa grafik RAO (Response Amplitude Operator). Analisis untuk RAO pada penelitian menghasilkan gerakan barge yang cukup baik. Gerakan vertikal barge pada kondisi muatan penuh menghasilkan nilai terbesar sebagai berikut : heave bernilai 0,863 m/m pada arah pembebanan 90° dan frekuensi 0,2 rad/sec; roll bernilai 5,674 deg/m pada arah 45° dengan frekuensi 0.4 rad/sec; sedangkan untuk pitch bernilai 0,917 deg/m akibat arah pembebanan 180° dan frekuensi 0,2 rad/sec. Gerakan vertikal barge penting untuk diperhatikan karena memberikan pengaruh yang lebih dominan dibandingkan gerakan horizontal (surge, sway, dan yaw) terhadap stabilitas kapal dan kelaiklautan kapal (seaworthiness).
KAJIAN SINKRONISASI MESIN UTAMA DAN PROPELLER PADA KAPAL PERIKANAN PASCA REPARASI (STUDI KASUS KM. NELAYAN 2017-572) Ahmad Yasim Ahmad Yasim; Robertoes Koekoeh Koentjoro Wibowo; Kusnindar Priohutomo
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4724

Abstract

Sinkroniasasi antara lambung, mesin utama dan propeller pada kapal perikanan 5 GT pasca reparasi perlu dikaji untuk memperoleh kecepatan dan mengotimalkan performa kapal. Penelitian diawali dengan memprediksi hambatan kapal menggunakan metode Van Oortmersen kemudian menganalisa sinkronisasi mesin dan propeller serta tahap akhir dilakukan optimasi. Hasil penelitian didapatkan sinkronisasi mesin dan propeller memenuhi kriteria dimana = = 1.98 kN, Ae/Aomin 0.44 < Ae/Aoprop 0.55, dan Faktor Load propeller 1.77 < Faktor Load mesin 2.91. Lebih lanjut, diketahui bahwa kapal memiliki kecepatan 7.3 knot yang mana telah memenuhi kecepatan desain yaitu berkisar 7-9 knot. Optimasi engine-propeller matching dilakukan dengan mengubah gearbox dari rasio 2.5 menjadi 2.2 namun hasilnya hanya menambah kecepatan sebesar 0.4 knot sehingga dinilai komposisi terbaik adalah mempertahankan mesin dan sistem penggerak kapal yang telah ada.
PENGARUH THRUST DEDUCTION FACTOR DAN WAKE FRACTION TERHADAP EFISIENSI PROPULSI AKIBAT PERUBAHAN DRAFT KAPAL Muhammad Sawal Baital Baital; Kusnindar Priohutomo; Jatmika Prajayastanda; Solichin Djazuli Sa'id
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4759

Abstract

This study is to investigate propulsion efficiency due to changes in draught of ship using data series and theoretical approach. A hard chain rescue boat with triplet screw was used for the study and to examine the effect of thrust deduction factor and wake fraction due to changes in draught of ship and its relevance to propulsion efficiency by observing hull and propeller interaction based on openwater test by Wageningen Data Series with cavitations analysis has been neglected. The study is done using hydrodynamics analysis for planning hull and using intersection between thrust characteristic curve with openwater test data series for fixed pitch propeller. The result indicated that the changes in ship draught are very influential on the changes in thrust deduction factor and wake fraction value which is one of the contributing factor to change the propulsion efficiency value 1% - 5%.
Analisa Tahanan Dan Daya Mesin Pada Kapal Mini LNG Berbasis Simulasi Numerik Kusnindar Priohutomo; Endah Suwarni; Cakra Wijaya
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 1, Nomor 3, Edisi November 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/zl.v1i3.10080

Abstract

The demand for small LNG carriers in Indonesia is increasing along with the increasing demand for LNG supply from the LNG field to the islands in eastern Indonesia. The distribution of LNG to islands in eastern Indonesia is not efficient if using a larger LNG carrier because in the islands there is no gas pipeline infrastructure to distribute LNG from the LNG terminal at the port to the user. With a small LNG carrier, the distribution LNG can use a small LNG tank that will be taken by land vehicles after the ship rests at the port. To design a small LNG ship, various calculations are needed so that the ship being built will have a good and efficient performance. One of them that must be calculated is the ship's resistance and engine power to be installed. In this paper the prediction of ship resistance and EHP BHP for prediction power of engine using numerical simulation methods. The results of this paper are for ship resistance at design 1 of 101.01 kN and for design 2 of 267.06 kN. In design 1 for EHP of 519.93 kW and BHP of 611.68 kW, and in design 2 EHP of 1373.87 kW and BHP of 1616.33 kW.