Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Model Edukasi Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas dalam Kerangka Community-Based Disaster Risk Reduction untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Sosial Lalu Ibrohim Burhan; Sulkiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 2 No. 1 (2026): Membangun Ketahanan Komunitas melalui Edukasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.ndgyfy90

Abstract

Peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam telah menjadikan risiko bencana sebagai ancaman struktural terhadap keberlanjutan kehidupan sosial, terutama pada masyarakat pedesaan yang memiliki keterbatasan kapasitas respons. Berbagai upaya mitigasi masih didominasi pendekatan top-down dan teknis, sehingga kesiapsiagaan sosial masyarakat belum berkembang secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan sosial masyarakat desa rawan risiko melalui pengembangan dan penerapan edukasi mitigasi bencana berbasis komunitas dengan pendekatan simulasi dan skenario lokal yang partisipatif. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory, meliputi tahap asesmen kebutuhan komunitas, perancangan bersama model edukasi, implementasi pelatihan dan simulasi bencana, serta evaluasi dampak melalui pengukuran pra–pasca dan observasi partisipatif. Hasil menunjukkan bahwa program ini secara konsisten meningkatkan kesiapsiagaan sosial masyarakat, tidak hanya pada pemahaman risiko, tetapi juga pada perubahan perilaku kolektif, koordinasi komunitas, dan respons operasional dalam simulasi bencana. Temuan kualitatif mengungkap bahwa partisipasi aktif, pembelajaran berbasis pengalaman, dan dukungan kelembagaan desa berperan penting dalam mengintegrasikan praktik kesiapsiagaan ke dalam aktivitas keseharian. Secara keseluruhan, kegiatan ini berdampak pada penguatan kapasitas sosial masyarakat dan pengurangan ketergantungan pada respons eksternal. Program ini terbukti efektif, berpotensi direplikasi pada konteks desa rawan risiko lainnya, serta memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan praktik pengurangan risiko bencana berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Analisis Efisiensi Ekonomi Usaha Ayam Ras Petelur di Kabupaten Lombok Timur Muhamad Sarlan; Sulkiah Sulkiah
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 9 No. 5 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v9i5.1492

Abstract

East Lombok Regency is the largest egg production center, controlling 35 percent of the total chicken egg production in West Nusa Tenggara Province. However, its contribution is still relatively low compared to other provinces such as Bali and East Java. This study aims to (1) determine the factors that influence the production of laying hen farming businesses, (2) determine the technical efficiency and technical inefficiency of laying hen farming businesses, and (3) determine the allocative and economic efficiency of laying hen farming businesses in East Lombok Regency. The study was conducted in Bagik Payung Village, Tirtanadi Village, Wanasaba Village, and East Lombok Regency, and it was determined purposively based on the largest laying hen population. The research sample was 61 people who were determined simply randomly. The results of the study showed that (1) the factors that had a positive and significant effect on the production of laying hen farming businesses in East Lombok Regency were the number of chickens (X1), concentrate (X2), vitamins and medicines (X6), while the vaccine variables (X7) and labor (X5) had a negative but insignificant effect on laying hen production. (2) The technical efficiency (TE) value obtained an average of 0.951. The laying hen farming business in East Lombok Regency can be said to be almost technically efficient. Meanwhile, the factors that have a positive and significant influence on the level of technical inefficiency are Education Level (Z2) and Livestock Experience (Z3), while age (Z1) and number of dependents (Z4) have a negative and insignificant influence on efficiency. (3) The distribution of allocative efficiency values is in the range of a minimum of 1.062 and a maximum of 1.248. with an average value of 1.184, indicating that the laying hen farming business in East Lombok is not allocatively efficient. While the average value of economic efficiency is 1.125. This value indicates that economically, the laying hen business in East Lombok Regency is not yet efficient.