Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Ekowisata di Kawasan Gili Bidara Hidayatul Amri; Ikroman Alhamzani; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/p71r7k03

Abstract

Ekowisata memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, terutama di kawasan pesisir seperti Gili Bidara. Namun, pengelolaan ekowisata yang efektif membutuhkan peningkatan kapasitas masyarakat lokal dalam aspek manajemen dan keterampilan terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan ekowisata di kawasan Gili Bidara. Metode yang digunakan adalah pengabdian berbasis partisipasi masyarakat dengan pelatihan manajemen ekowisata dan pengembangan sumber daya manusia melalui workshop keterampilan praktis, seperti pemanduan wisata dan pengelolaan homestay. Selain itu, dilakukan pendampingan langsung untuk mengimplementasikan keterampilan yang telah dipelajari. Hasil utama dari pengabdian ini adalah peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjalankan operasional ekowisata secara mandiri, termasuk dalam pemasaran digital dan pengelolaan produk wisata berbasis budaya dan lingkungan lokal. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa ekowisata di Gili Bidara dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kontribusi penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam pengembangan ekowisata yang berkelanjutan dan mandiri di kawasan pesisir.
Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Bahan Bangunan Alternatif di Desa Lendang Nangka Ikroman Alhamzani; Sulkiah; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/ns9bdr68

Abstract

Limbah plastik yang tidak terkelola dengan baik telah menjadi permasalahan lingkungan utama, khususnya di Desa Lendang Nangka. Setiap tahun, volume limbah plastik meningkat signifikan, mencemari tanah, air, dan udara, serta mengganggu ekosistem dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menawarkan solusi berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bangunan alternatif berupa bata plastik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis partisipasi masyarakat, melibatkan penduduk Desa Lendang Nangka dalam pengumpulan limbah plastik dan proses produksi bata plastik. Tahapan proses meliputi pengumpulan, pencacahan limbah plastik, pencampuran dengan bahan tambahan, serta pencetakan bata plastik menggunakan alat sederhana. Evaluasi dilakukan untuk menilai efisiensi biaya dibandingkan bata konvensional serta manfaat lingkungan yang dihasilkan, termasuk pengurangan volume limbah plastik dan emisi gas rumah kaca. Hasil menunjukkan bahwa bata plastik memiliki biaya produksi lebih rendah dibandingkan bata konvensional, dengan potensi penghematan jangka panjang. Selain itu, program ini berhasil mengurangi volume limbah plastik di Desa Lendang Nangka dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Kesimpulannya, pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bangunan alternatif dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah limbah sekaligus menciptakan manfaat ekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengintegrasikan pengelolaan limbah dan inovasi produk ramah lingkungan yang dapat direplikasi di daerah lain dengan tantangan serupa
Pengembangan Energi Terbarukan melalui Panel Surya di Desa Tertinggal Ikroman Alhamzani; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/ryx0kd84

Abstract

Banyak desa tertinggal di Indonesia masih mengalami keterbatasan akses listrik, yang berdampak pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Ketimpangan ini menyebabkan masyarakat kesulitan memanfaatkan teknologi modern yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi panel surya sebagai solusi energi terbarukan guna meningkatkan akses listrik di desa tertinggal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif, dengan melibatkan masyarakat dalam seluruh tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi dampak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan survei terhadap rumah tangga yang mengalami keterbatasan energi listrik. Implementasi mencakup pemasangan sistem panel surya skala kecil dan pelatihan teknis bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam pemeliharaan sistem. Evaluasi dilakukan dengan mengukur efisiensi sistem panel surya, dampak ekonomi, serta tingkat kesiapan masyarakat dalam mengelola sistem energi secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemasangan panel surya, 85% rumah tangga kini memiliki akses listrik yang stabil, yang berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi dan pendidikan. Selain itu, terjadi efisiensi biaya hingga 40% dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil. Penerapan panel surya di desa tertinggal berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan energi masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pendukung, pelatihan berkelanjutan, serta kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri untuk memperluas jangkauan program ini ke lebih banyak desa tertinggal.
Evaluasi Kinerja Seismik Struktur Gedung Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati Mataram Menggunakan Metode Pushover dan Respon Spektrum Berdasarkan ATC-40 IMAYATUL RA; Lalu Ibrohim Burhan; Ikroman Alhamzani
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): Ketahanan Infrastruktur terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.cjemwt28

Abstract

Indonesia memiliki potensi gempa bumi yang tinggi karena berada di dekat pertemuan tiga lempeng tektonik aktif. Pulau Lombok adalah salah satu tempat dengan tingkat kerawanan yang tinggi. Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Permata Hati Mataram adalah fasilitas kesehatan penting disana. Dengan kondisi ini, diperlukan evaluasi kinerja seismik untuk mengevaluasi kemampuan struktur dalam menahan beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja seismik struktur bangunan pengembangan RSIA Permata Hati Mataram dengan menggunakan dua pendekatan analisis, yaitu metode respon spektrum (analisis dinamik linier) dan metode pushover (analisis statik nonlinier), yang berpedoman pada ATC-40. Pemodelan struktur dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SAP2000, dengan fokus pada analisis parameter gaya geser dasar (base shear), simpangan (displacement), serta pola distribusi sendi plastis. Hasil analisis metode respon spektrum menunjukkan perilaku elastis dengan simpangan maksimum sebesar 41,05 mm pada arah X dan 75,45 mm pada arah Y, serta tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO). Sementara itu, metode pushover menunjukkan perilaku nonlinier dengan simpangan maksimum 90,50 mm pada arah X dan 103 mm pada arah Y, serta tingkat kinerja antara IO hingga Damage Control (DC). Berdasarkan hasil tersebut, struktur RSIA Permata Hati Mataram dinyatakan aman terhadap beban gempa sesuai kriteria ATC-40.  
Pengembangan Model Drainase Adaptif Iklim untuk Analisis Risiko Kegagalan Sistem Drainase Perkotaan akibat Variabilitas Curah Hujan Berbasis SWMM Ikroman Alhamzani; Lalu Ibrohim Burhan
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2026): Desain, Teknologi, dan Inovasi Infrastruktur Tangguh Bencana
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.b1dnwf48

Abstract

Perubahan iklim telah meningkatkan intensitas dan variabilitas curah hujan yang berdampak langsung terhadap kinerja sistem drainase perkotaan, sementara sebagian besar desain drainase masih berbasis asumsi hidrologi stasioner yang tidak lagi representatif. Kesenjangan ini menyebabkan keterbatasan dalam memahami hubungan kuantitatif antara peningkatan limpasan, kapasitas sistem, dan risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kegagalan sistem drainase perkotaan akibat variabilitas iklim menggunakan pendekatan pemodelan hidrologi kuantitatif. Penelitian dilakukan pada sistem drainase perkotaan dengan lima subcatchment menggunakan data curah hujan historis dan skenario iklim, parameter tata guna lahan, serta karakteristik jaringan drainase. Analisis dilakukan menggunakan Storm Water Management Model (SWMM) yang dikalibrasi dengan data lapangan dan diuji sensitivitasnya terhadap perubahan parameter utama. Hasil menunjukkan bahwa debit limpasan meningkat sebesar 52%, dengan 38% segmen saluran mengalami kegagalan kapasitas dan luas genangan meningkat hingga 58%. Distribusi risiko banjir bergeser signifikan ke kategori tinggi dengan peningkatan hampir dua kali lipat. Temuan ini menegaskan bahwa sistem drainase eksisting tidak adaptif terhadap variabilitas iklim dan memerlukan pendekatan desain berbasis risiko. Secara ilmiah, penelitian ini memperkuat integrasi teori hidrologi perkotaan dan analisis risiko, serta secara praktis memberikan dasar untuk pengembangan sistem drainase adaptif yang lebih resilien terhadap perubahan iklim. Abstract Climate change has intensified rainfall variability and extremes, directly affecting the performance of urban drainage systems, while most existing designs still rely on stationary hydrological assumptions that are no longer representative. This gap limits the quantitative understanding of the interaction between runoff increase, system capacity, and flood risk. This study aimed to analyze the risk of urban drainage system failure due to climate variability using a quantitative hydrological modeling approach. The study was conducted on an urban drainage system consisting of five subcatchments, utilizing historical rainfall data, climate scenarios, land-use parameters, and drainage network characteristics. The analysis was performed using the Storm Water Management Model (SWMM), calibrated with field observations and tested through sensitivity analysis. The results showed that peak runoff increased by 52%, with 38% of drainage segments experiencing capacity failure and inundation area expanding by 58%. Flood risk distribution shifted significantly toward higher-risk categories, nearly doubling in extent. These findings indicate that existing drainage systems are not adaptive to climate variability and require a transition toward risk-based design approaches. The study contributes theoretically by strengthening the integration of urban hydrology and flood risk frameworks, and practically by providing a basis for developing climate-adaptive and resilient urban drainage systems.