Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI DAYA KECAMBAH BENIH SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) DI GREEN HOUSE Damaris Payung; Eva Prihatiningtyas; Syafaatul Hasanatun Nisa
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.239 KB) | DOI: 10.20527/jht.v13i2.1529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dalam air mendidih selama 1 menit, perendaman dalam air mendidih selama 5 menit dan perendaman dalam air dingin selama 24 jam terhadap perkecambahan benih sengon serta mengetahui daya kecambah benih sengon. Sedangkan manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan informasi dalam penanganan dan perkecambahan benih sengon yang optimal sehingga bisa menjadi salah satu cara alternatif pengecambahan benih sengon yang efektif dan ekonomis. Parameter yang diamati dan dihitung dalam penelitian ini adalah daya kecambah tiap perlakuan, kecepatan berkecambah tiap perlakuan dan nilai perkecambahan tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan benih sengon paling baik yaitu pada benih sengon yang diberikan perlakuan pendahuluan dengan perendaman dalam air dingin selama 24 jam dengan persentase sebesar 99,25% dan paling rendah yaitu pada benih yang tidak diberi perlakuan pendahuluan dengan persentase sebesar 79%.  Kecepatan berkecambah benih sengon tertinggi adalah pada perlakuan perendaman air mendidih selama 5 menit yaitu sebesar 9,64 /hari dan yang paling rendah terdapat pada benih sengon yang diberikan perlakuan perendaman air dingin selama 24 jam dengan rata-rata 4,70/hari. Nilai perkecambahan tertinggi terdapat pada benih yang diberikan perlakuan perendaman air mendidih selama 1 menit dengan rata-rata 0,17%/hari dan yang paling rendah terdapat pada benih yang tidak diberikan pelakuan dengan  rata-rata 0,04 %/hariKata kunci: Perkecambahan, Sengon
Analysis of the Carrying Capacity of Proboscis Monkey Habitat on Bakut Island, South Kalimantan, Based on Leaf Area Index Fithria, Abdi; Kanti, Rina; Rezekiah, Arfa Agustina; Ali, Syamani D; Prihatiningtyas, Eva; Azizah, Noor Aida; Setiawan, Eko Budi; Pribadi, Ahdiyaka Jayasukma; Kamil, Naufal Noor
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Foresty Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jpkwallacea.v14i2.35993

Abstract

Bakut Island is one of the conservation forest areas in South Kalimantan. This island is the habitat of proboscis monkeys, and the proboscis monkey population is increasing from year to year. Therefore, it is estimated that one day the proboscis monkey habitat on Bakut Island will be over capacity. This study aims to estimate how long the population of proboscis monkeys on Bakut Island Nature Tourism Park can survive there by examining the amount of food the island's vegetation can produce. Proboscis monkey feed itself is estimated using the Leaf Area Index (LAI). LAI was extracted using UAV imaging and NICFI multitemporal imagery. Meanwhile, the carrying capacity of the proboscis monkey habitat is assessed using the quantity of consumption of the proboscis monkey population relative to food availability. Simulations of the carrying capacity of proboscis monkey habitat into the future were carried out using projections of the future proboscis monkey population and LAI growth. The entire computational process of simulating habitat carrying capacity is carried out using the Python language. The results of the analysis show that Bakut Island is only able to support proboscis monkey habitat until 2038. In that year, the proboscis monkey population on Bakut Island is projected to number 1,290 individuals. After 2038, the predicted amount of feed needed by the proboscis monkey population will exceed the feed available on Bakut Island. The limitation of this research is that it only uses one parameter to assess the carrying capacity of proboscis monkey habitat, namely food availability. There are still other parameters that have not been accommodated, including the home range and trees for nests.
PKM Edukatif Bagi Himpunan Mahasiswa Silvikultur: Pemanfaatan Serasah Sebagai Kompos Dan MOL Untuk Praktik Silvikultur Berkelanjutan Susilawati; Mufidah; Suyanto; Pujiwati, Eny Dwi; Nugroho, Yusanto; Rachmawati, Normela; Prihatiningtyas, Eva; Shiba, Yasinta Nur; Pahriansyah
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i2.11969

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Silvikultur (HIMASIV) Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat dalam pengelolaan sampah organik, khususnya serasah, menjadi kompos dan MOL (Mikroorganisme Lokal) yang bernilai ekonomis. Permasalahan utama yang dihadapi adalah banyaknya limbah organik yang belum dimanfaatkan serta minimnya keterampilan mahasiswa dalam pengolahan sampah. Program dilaksanakan melalui lima tahap: sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam produksi kompos dan MOL, pemanfaatan area green house dan shade house sebagai ruang hijau produktif, serta terbentuknya sistem pengelolaan sampah berbasis kampus yang berkelanjutan. Program ini juga membuka peluang wirausaha lingkungan di kalangan mahasiswa dan dapat direplikasi untuk mendukung gerakan kampus hijau yang berkelanjutan.