Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBERDAYAAN TUTOR BKB DAN GURU PAUD MELALUI KETERAMPILAN STORYTELLING Nila Fitria; Suwardi Suwardi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i2.338

Abstract

AbstrakStorytelling adalah sebuah teknik atau kemampuan untuk menceritakan sebuah kisah, pengaturan adegan, event, dan juga dialog. Program storytelling ini ditujukan bagi tutor BKB dan guru PAUD dikarenakan latar belakang pendidikan tutor BKB dan guru PAUD yang beragam. Adapun pelatihan yang dilakukan sebanyak 3 kali memberikan pengetahuan dan keterampilan storytelling kepada tutor BKB dan guru PAUD. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bentuk intervensi dengan melakukan pelatihan sebanyak 3 kali. Pelatihan pertama ditujukan kepada tutor BKB dan guru PAUD untuk memberikan pengetahuan tentang storytelling. Pelatihan kedua, tutor BKB dan guru PAUD membuat buku cerita dalam bentuk bigbook. Kemudian tutor BKB dan guru PAUD mempraktekkan bagaimana cara bercerita secara peer teaching Pelatihan ketiga ditujukan kepada orang tua murid PAUD dan TK serta tutor BKB dan guru PAUD serta guru TK. Pelatihan ketiga ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan pentingnya storytelling. Kemudian tutor BKB dan guru PAUD mempraktekkan bercerita di depan orang tua murid dan juga anak. Pengetahuan dan keterampilan tutor BKB dan guru PAUD terhadap storytelling meningkat dan program storytelling dapat dijadikan suatu pembiasaan yang dapat dilakuakn di sekolah. Sehingga minat membaca anak menjadi meningkat.Kata kunci: Anak, Storytelling, Tutor BKB AbstractStorytelling is a technique or ability to tell a story, arrange scenes, events, and also dialogue. This storytelling program is intended for BKB tutors and PAUD teachers due to the diverse educational background of BKB tutors and PAUD teachers. The training was conducted 3 times to provide knowledge and storytelling skills to BKB tutors and PAUD teachers. The method used in this training is a form of intervention by conducting training 3 times. The first training was aimed at BKB tutors and PAUD teachers to provide knowledge about storytelling. The second training, BKB tutors and PAUD teachers made storybooks in the form of a bigbook. Then BKB tutors and PAUD teachers practice how to tell in peer teaching The third training is aimed at parents of PAUD and TK students and BKB tutors and PAUD teachers and kindergarten teachers. This third training aims to provide knowledge of the importance of storytelling. Then BKB tutors and PAUD teachers practice telling stories in front of parents of students and children. Knowledge and skills of BKB tutors and PAUD teachers on storytelling have increased and the storytelling program can be used as a habit that can be done at school. So that interest in reading children becomes increased.Keywords: BKB Tutor, Children, Storytelling
Sharing for Indonesia: Peran Guru dan Orang Tua Saat Pertemuan Tatap Muka Terbatas Zirmansyah Zirmansyah; Zahrina Amelia; Suwardi Suwardi; Maya Pratiwi; Nadia Tri Damayanti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 5, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v5i2.1208

Abstract

Pandemi Covid 19 membuat seluruh dunia harus mengubah kebiasaan, termasuk dalam hal pendidikan. Demi mencegah penyebaran virus, pembelajaran daring menjadi satu-satunya pilihan. Tentunya pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh ini memberikan berbagai dampak bagi peserta didik, kekhawatiran terbesar adalah adanya Learning Loss. Berdasarkan hasil pretest, sebagian besar peserta webinar setuju bahwa satuan Pendidikan Anak Usia Dini adalah yang paling terdampak dari pembelajaran daring tersebut, karena anak usia dini memerlukan berkegiatan secara aktif untuk stimulasi perkembangan. Kini pandemi yang berlangsung selama dua tahun sudah dapat dikendalikan, sehingga pembelajaran daring mulai bertransisi menjadi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), bagi sekolah yang sudah memenuhi syarat protokol kesehatan. Tentunya banyak persiapan yang harus dilakukan, guru dan orang tua harus menjalankan perannya seperti tetap memberikan motivasi kepada anak, memberikan pengajaran yang sesuai di masa transisi ini, tetap berinovasi dalam pemberian materi pembelajaran dan menjadi role model bagi anak. Setelah mengikuti kegiatan Sharing for Indonesia, peserta menjadi tahu cara yang tepat untuk mendampingi dan menstimulasi anak dari rumah, yaitu dengan menciptakan iklim belajar positif, memberikan reward sebagai penyemangat anak, dan melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari sebagai latihan Practical Life. Adapun untuk mengejar ketertinggalan selama Belajar dari Rumah, kegiatan belajar anak selama di sekolah dapat diperbanyak kegiatan motorik kasar, yang tidak didapatkan secara optimal di rumah.Kata kunci: Pandemi, Anak Usia Dini, Pembelajaran Tatap Muka
EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EARLY CHILHOOD EDUCATION Suwardi Suwardi
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 9, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.337 KB) | DOI: 10.17509/cd.v9i1.11346

Abstract

Abstract:. Character education in particular are still enforced in early childhood institutions, while at the next level of education is still limited in Pancasila and Citizenship Education. On the other hand we are still very often obtain information about the behavior of learners in education levels after early childhood institutions are often brawls (the character of tolerance and peaceful), cheating during exams (characters honesty), and a number of other behaviors. It is one of the things that underlie this research; is necessary to evaluate the implementation of character education at early childhood. Research evaluation of the implementation of character education on early childhood aimed evaluated well as provide recommendations on the implementation of character education early childhood. The method used is descriptive qualitative evaluation model developed by Stuflbeam CIPP (Context, Input, Process, and Product), which phase of the evaluation context and input..Object that implemented in research in this study is the early childhood institution.Keyword: Evaluation, Character Education Abstrak: Pendidikan karakter khususnya masih ditegakkan di lembaga pendidikan anak usia dini, sedangkan pada tingkat pendidikan berikutnya masih terbatas di Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. Di sisi lain kita masih sangat sering memperoleh informasi tentang perilaku peserta didik di tingkat pendidikan setelah lembaga anak usia dini sering bertengkar (karakter toleransi dan damai), menyontek saat ujian (karakter kejujuran), dan sejumlah perilaku lainnya. Ini adalah salah satu hal yang mendasari penelitian ini; diperlukan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan karakter di AUD. Evaluasi penelitian terhadap pelaksanaan pendidikan karakter AUD bertujuan mengavaluasi dengan baik serta memberikan rekomendasi pada pelaksanaan pendidikan karakter AUD. Metode yang digunakan adalah model evaluasi kualitatif deskriptif yang dikembangkan oleh Stuflbeam CIPP (Konteks, Input, Proses, dan Produk), yang fase dari konteks evaluasi dan input. Obyek yang diimplementasikan dalam penelitian dalam penelitian ini adalah lembaga AUD.Kata Kunci: Evaluasi, Pendidikan karakter  Character education in particular are still enforced in early childhood institutions, while at the next level of education is still limited in Pancasila and Citizenship Education. On the other hand we are still very often obtain information about the behavior of learners in education levels after early childhood institutions are often brawls (the character of tolerance and peaceful), cheating during exams (characters honesty), and a number of other behaviors. It is one of the things that underlie this research; is necessary to evaluate the implementation of character education at AUD. Research evaluation of the implementation of character education AUD aimedmengavaluasi well as provide recommendations on the implementation of character education AUD. The method used is descriptive qualitative evaluation model developed byStuflbeam CIPP (Context, Input, Process, and Product), which phase of the evaluation context and input..Objek implemented in research in this study is the institution AUD.Keyword : Evaluation, Character Education
Pelatihan Pembuatan Media Literasi dari Bahan Alam pada Saung Ilmu di Desa Jampang Nila Fitria; Suwardi Suwardi; Rizqi Maulida Amalia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1564

Abstract

Literasi merupakan salah satu kemampuan anak dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Literasi memiliki arti yang luas, mencakup literasi sains, literasi komputer, literasi keuangan, dll. Permasalahan yang ditemukan yaitu pada saung ilmu desa Jampang belum tersedianya sarana peningkatan literasi dan belum tersedianya Lembaga PAUD di Desa Jampang sebagai salah satu sumber belajar anak untuk menstimulasi literasi. Oleh karena itu, anak-anak usia dini belum dapat mengoptimalkan perkembangannya di masa golden age. Solusi yang ditawarkan yaitu pelatihan pembuatan media literasi guna memaksimalkan fungsi pada saung ilmu di Desa Jampang sebagai tempat membaca buku dan belajar. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan, workshop, dan pendampingan kepada orang tua di desa Jampang. Penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua di sekitar desa Jampang terkait pentingnya masa anak usia dini. Workshop dilakukan kepada orang tua untuk dapat membuat sendiri media literasi dari bahan alam sekitar dan menstimulasi kepada anak-anak. Pendampingan dilakukan untuk mengamati kebermanfaatan media literasi dalam mengoptimalkan perkembangan anak.  Kata kunci: Anak Usia Dini, Media, Literasi,
Pengembangan Media Pembelajaran SUMA (Seri Untuk Membaca Anak) dalam Meningkatkan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun Zahrina Amelia; Suwardi Suwardi; Anisa Rahmadani; Amira Fakhrun Nisa; Astri Lestari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.873

Abstract

Pembelajaran bahasa di usia prasekolah mencakup keterampilan komunikasi baik lisan maupun tulisan. Tahap awal yang perlu dilakukan adalah memperkenalkan membaca dasar. Berbagai media telah dirancang untuk merangsang kemampuan membaca permulaan anak, namun masih ada kekurangan dalam memenuhi kebutuhan pengembangan keterampilan membaca anak prasekolah. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah buku SUMA (Seri Untuk Membaca Anak). Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh gambaran analisis serta umpan balik dalam rangka mengembangkan buku SUMA (Seri Untuk Membaca Anak) sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) dengan mengadopsi model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian ini melibatkan uji coba pada kelompok kecil dan uji terbatas di Kelompok B TK Al Muhajirin. Penelitian ini menghasilkan produk media pembelajaran yang berkualitas, terjangkau, dan berguna bagi para pendidik anak usia dini.