Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL SALAKA

PENGARUH LATAR SOSIAL PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA Siti Ulumiah; Prapto Waluyo; Dedi Yusar
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 2, No 2 (2020): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v2i2.2487

Abstract

Dalam suatu karya sastra, latar sosial memiliki peran yang penting karena karya sastra merupakan gambaran kehidupan suatu masyarakat. Di dalam kehidupan masyarakat, terdapat konflik sosial terhadap lingkungan dan antar-individu. Oleh karena itu, penulis tertarik meneliti latar sosial dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Penulis meneliti hubungan antara unsur latar sosial dengan tokoh. Hubungan ini didasari dari hubungan tokoh utama dan latar sosial. Sebagai tokoh utama, perilaku Ikal dipengaruhi latar sosial dari lingkungan sekitarnya. Selain itu, perilaku tokoh Ikal juga dipengaruhi oleh tokoh lain di dalam novel ini. Kajian ini menggunakan analisis unsur-unsur pembangun cerita, yaitu unsur instrinsik (tokoh, alur, dan latar). Hasil dari analisis menunjukkan bahwa latar sosial pada kelompok kelas bawah memengaruhi karakter tokoh, khususnya tokoh utama, Ikal. Karena kemiskinan, ia tidak bisa dengan mudah meraih mimpinya seperti orang-orang. Ia harus membanting tulang terlebih dahulu agar apa yang ia inginkan bisa tercapai. Sekolah Muhammadiyah memberi pengaruh yang positif bagi setiap langkah hidupnya. Kemiskinan dan kesengsaraan mampu memberi pengaruh yang baik baginya.Kata Kunci: Andrea Hirata; Laskar Pelangi; latar sosial; tokoh dan penokohan.
LATAR SOSIAL DALAM NOVEL BEKISAR MERAH KARYA AHMAD TOHARI Geo Fanny Jacklin Padoma Nova; Agatha Trisari s; Dedi Yusar
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 2, No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.118 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v2i1.1835

Abstract

ABSTRAKKarya sastra merupakan gambaran kehidupan sosial yang dituangkan ke dalam cerita dan dapat dipahami serta dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, penulis   tertarik dengan latar sosial yang digambarkan oleh Ahmad Tohari di dalam salah satu keryanya berjudul Bekisar Merah. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan latar sosial yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Penulis berusaha mendeskripsikan latar sosial yang di alami oleh tokoh utama. Dalam memperoleh data, penulis mendapatkan dengan cara studi pustaka menggunakan berbagai buku yang memiliki kaitan dengan latar sosial. Penelitian ini mendeskripsikan latar sosial yang dialami oleh tokoh utama dengan cara memaparkan unsur intrinsik dan memaparkan latar sosial yang muncul sehingga memudahkan langkah selanjutnya  untuk  mengetahui  latar  sosial  terhadap  tokoh  utama.   Kajian  ini  pun dilakukan mengunakan analisis unsur-unsur pembagunan cerita berupa unsur intrisik yang meliputi alur, tokoh, dan latar. Kesimpulannya, terdapat  enam  latar  sosial  yang  muncul dalam kajian ini: latar sosial tokoh utama kedua,  latar  sosial  penjual  nira  ketiga,  latar kehidupan masyarakat Karangsoga keempat, latar mitos atau kepercayaan kelima, latar asal- usul Lasi keenam, latar perilaku masyarakat. Latar sosial tersebut berpengaruh  terhadap tokoh utama terhadap keputusan yang Lasi ambil. Latar sosial yang muncul lebih banyak membuat Lasi lebih banyak menderita dari pada mendapatkan kebahagaian menjadi seorang perempuan simpanan. Latar pendidikan yang sangat rendah membuat pola pikir Lasi menjadi mudah di kendalikan orang lain bahkan orang-orang yang baru ia kenal. Kata Kunci: Latar Sosial, Bekisar Merah, Kajian Intrinsik.
BETWEEN CUPS AND LIFE: ABSURDITY IN THE SHORT STORY PHILOSOPHY OF COFFEE BY DEE LESTARI Waluyo, Prapto; Yusar, Dedi; Rustandi, Yuyus
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v7i1.12577

Abstract

Dee Lestari's short story Filosofi Kopi (The Philosophy of Coffee) not only tells the story of Ben and Jody's journey in building a coffee shop, but also delves into the existential meaning and absurdity of life. This study explores the absurdity of the philosophical journey through an existentialist approach in Filosofi Kopi. Coffee in this story is positioned as a symbol of Ben and Jody's struggle to face the duality of idealism and pragmatism, specifically Ben's obsession with coffee perfection and Jody's pragmatic view, oriented toward profit. The analysis reveals that the absurdity of perfection, shaken by the presence of Twix coffee, prompts both characters to engage in a profound reflection on the meaning and purpose of life. Ben realizes that perfection lies not only in complexity but also in authenticity and the ability to touch the soul. Meanwhile, Jody begins to appreciate the profound philosophy embedded in coffee. Within the existentialist framework, Coffee Philosophy offers the perspective that humans can find harmony by accepting the absurdity of life and creating personal meaning.