Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEK PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BISKUIT TERHADAP KONSENTRASI FERITIN IBU HAMIL DI KOTA PAREPARE Hasra Ryska; Aminuddin Syam; Ida Leida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 3: Agustus 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i3.8824

Abstract

Makanan tambahan ibu hamil berupa biskuit lapis yang dibuat dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamindan mineral yang diketahui dapat mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efekPemberian Makanan Tambahan biskuit terhadap konsentrasi feritin ibu hamil KEK di Kota Parepare tahun 2018.Penelitian ini adalah Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Longitudinal (Time-Period Approach), jumlah sampelpada penelitian ini 42 ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Data meliputi Konsumsi Biskuit yang diperolehdari lembar observasi sedangkan hasil feritin didapatkan dari pengambilan serum dan hasil pemeriksaan diLaboratorium. Hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi logistik menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberianmakanan tambahan biskuit terhadap konsentrasi ferritin ibu hamil p=0,024. Ada pengaruh usia terhadap konsentrasiferritin p=0,021. Analisis multivariat menunjukkan konsumsi biskuit berpengaruh terhadap konsentrasi ferritin(p=0,024;Exp(B)=0,636) begitupun usia berhubungan bermaknan dengan kadar ferritin ibu hamil (P=0,033;Exp(B)=8,352) Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian makanan tambahan biskuit dan usia terhadap konsentrasiferitinin ibu hamil. Pemberian PMT dapat diberikan pada wanita sejak diinkasi hamil positif dan memiliki status giziyang buruk. Pemberian pendidikan tentang asupan gizi yang baik dapat diberikan pada wanita hamil untukmeningkatkan pengetahuan dan kesadaran pentingnya asupan gizi yang baik selama kehamilan.
Determinan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Remaja Puteri di Lokus Stunting Sulawesi Selatan Sugirah Nour Rahman; Ryska, Hasra; Irma, Irma; Hadju, Veni
Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v5i1.54288

Abstract

Problem of malnutrition in adolescents is chronic energy deficiency (CED) which will have an impact on increasing the prevalence of stunting in infants. This study aims to determine of chronic energy deficiency on adolescent girls. Type of research in this study is an observational cross sectional study in 40 villages of locus stunting Bone and Enrekang involving adolescent girls with cluster random sampling. The instruments of this study is an interview software application on Android and anthropometric measurements of adolescent girls. The dependent vari­able was CED. The independent variables were age, nutritional know­ledge, family income, eating Habits, food Taboo and family smoking status. Data were analysed using the chi-square statistical test to show the relationship between variables. The majority of respondents were in the KEK nutritional status in Bone (56.4%) and Enrekang (51.9%). In Bone and Enrekang regencies, the age group was a determining factor for KEK (p<0.05). Family income in Bone showed significant relationship with the nutritional status of adolescent girls (p<0.05). The nutritional status of adolescent girls is important to pay attention to because they, as future mothers, must have good nutrition to give birth to a quality generation.
Pengenalan Literasi Digital Tentang Gizi Ibu Hamil di Kelurahan Pontap Kota Palopo Arsyad, Jihan Fadhilah; Puli, Tenri; Ryska, Hasra; Alfi, Nur Ainin; Marwan, Ummi Kalsum; Astuti, Sri Mulia; Aziz, Nurwilda
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5549

Abstract

Literasi digital merupakan keterampilan penting di era teknologi informasi, termasuk bagi ibu hamil. Akses terhadap informasi gizi yang akurat dan terpercaya sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu dan janin. Namun masih banyak ibu hamil yang belum memahami cara memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan informasi nutrisi yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan literasi digital tentang gizi ibu, meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi selama kehamilan, dan melatih ibu hamil dalam menggunakan platform digital untuk mengakses informasi gizi yang valid. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan yang meliputi: (1) pengenalan pentingnya gizi selama kehamilan, (2) pelatihan penggunaan aplikasi dan platform digital terkait gizi ibu, (3) praktik langsung mencari informasi gizi dari sumber terpercaya, dan (4) diskusi interaktif untuk menjawab pertanyaan peserta. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya nutrisi selama kehamilan dan kemampuan menggunakan teknologi untuk mengakses informasi nutrisi. Ibu hamil juga menjadi lebih sadar dalam memilih sumber informasi yang terpercaya dan menghindari misinformasi. Pengenalan literasi digital tentang gizi ibu berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kesehatan kehamilan. Program ini perlu dilanjutkan dan diperluas agar lebih banyak ibu hamil yang terbantu dalam memenuhi kebutuhan gizinya.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Kelurahan Pontap Kota Palopo Ryska, Hasra; Puli, Tenri; Arsyad, Jihan Fadhilah; Alfi, Nur Ainin; Marwan, Ummi Kalsum
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5550

Abstract

Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah suatu keadaan dimana ibu hamil kekurangan asupan makanan, khususnya asupan energi dan protein, dalam jangka waktu lama yang ditandai dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm. Kekurangan Energi Kronis yang terus menerus pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan perdarahan pasca melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan ibu hamil tentang Kekurangan Energi Kronis di Kelurahan Pontap Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah seluruh ibu hamil di Kelurahan Pontap Kecamatan Wara Timur Kota Palopo yang berjumlah 28 orang. Instrumen yang digunakan berupa angket yang berisi pertanyaan tentang pengetahuan ibu hamil tentang Kekurangan Energi Kronis. Analisis data univariat dilakukan dengan mendistribusikan frekuensi pengetahuan tentang KEK, dimana hasil penelitian diinterpretasikan dengan menghitung persentase jawaban. Dari 28 ibu hamil, sebagian besar (12 ibu atau 42,9%) memiliki pengetahuan baik tentang KEK, sedangkan sebagian kecil (7 ibu atau 25%) memiliki pengetahuan terbatas. Sebagian besar ibu hamil di Kelurahan Pontap Kecamatan Wara Timur Kota Palopo memiliki pengetahuan yang baik tentang Kekurangan Energi Kronis.
Determinants of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women in stunting Irma, Irma; Rahman, Sugirah Nour; Ryska, Hasra; Hadju, Veny
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v14i1.1282

Abstract

Introduction: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition resulting from prolonged malnutrition, particularly insufficient energy and protein intake. This condition significantly increases the risk of maternal and infant mortality, low birth weight (LBW), and contributes to stunting in children. This study aims to identify the determinants influencing the incidence of CED among pregnant women in the stunting. Method: A cross-sectional observational study was conducted among 201 pregnant women selected through purposive sampling from 30 stunting-prone villages. Data collection involved Android-based questionnaires and anthropometric measurements using Mid-Upper Arm Circumference (MUAC). Statistical analyses included chi-square tests for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. Results: The prevalence of CED among the participants was 15.9%. Significant factors associated with CED included maternal age (p=0.000; OR=2.79; 95% CI: 1.67–4.64), employment status (p=0.016; OR=6.73; 95% CI: 1.58–27.94), antenatal care visits (p=0.004; OR=11.31; 95% CI: 2.71–28.19), pregnancy spacing (p=0.023; OR=6.80; 95% CI: 1.31–26.8), family smoking history (p=0.002; OR=0.45; 95% CI: 0.27–0.75), and family income (p=0.013; OR=5.24; 95% CI: 1.73–26.02). Conclusion: CED among pregnant women is significantly influenced by age, occupational status, antenatal care frequency, pregnancy interval, family exposure to cigarette smoke, and low household income. Strengthening antenatal care services, promoting family planning, enhancing nutrition education, and mitigating environmental risk factors such as secondhand smoke exposure are essential strategies to reduce CED and its adverse health outcomes.