Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Minat Siswa SD BPPI Cokroaminoto Pare Kabupaten Kediri terhadap Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Ervina Damayanti
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 3 (2022): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.84 KB) | DOI: 10.31004/jote.v3i3.4318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa SD BPPI Cokroaminoto Pare Kabupaten Kediri terhadap pembelajaran daring pada saat pandemi. Subjek yang digunakan adalah orang tua dari murid kelas 1,2,3  SD BPPI Cokroaminoto Pare sebanyak 122 orang. Penelitian ini menggunakan angket yang disebarkan melalui geogle form ke grup whatsapp wali murid.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,95% menyatakan siswa tidak berminat belajar daring, sedangkan 31,1% menyatakan siswa sedikit berminat, 21,3% menyatakan siswa mengalami peningkatan belajar dan 1,7% lainnya. Adapun kendala pembelajaran daring, 53,3% menyatakan siswa susah memahami materi, 29,5% menyatakan pembelajaran kurang menarik dan 17,2% menyatakan waktu belajar yang kurang efektif. Adapun kendala pembelajaran daring menurut orang tua siswa sebanyak 53,3% menyatakan susah memahamkan  materi ke anak, 27,9 % menyatakan anak susah mendengarkan. 18,9% menyatakan anak terlalu sering bermain hp. Tindakan yang telah dilakukan oleh pihak sekolah 55,7% menyakan guru memberikan video pembelajaran, 23% menyatakan  guru memberikan pembelajaran  privat  bagi siswa yang kurang paham, sedangkan 21,3% menyatakan lainya.
Kesalahan Penggunaan Bahasa pada Iklan Komersial Media Luar Ruang di Kabupaten Kediri Ervina Damayanti
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2019): Jubindo
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1700.373 KB) | DOI: 10.32938/jbi.v4i2.201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa dari segi ejaan dan struktur frasa pada penggunaan bahasa iklan media luar ruang di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Wujud data dalam penelitian ini berupa kata-kata, kalimat, dan wacana yang berupa papan nama, baliho, dan spanduk yang terdapat di wilayah Kabupaten Kediri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Dalam hal ini peneliti memilih iklan komersial media luar ruang di tiga wilayah Kabupaten Kediri, yaitu Kecamatan Ngasem, Gurah, dan Pare. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, catat dan simak. Sementara itu, analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari tiga komponen, yaitu pengumpulan data, pengolahan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada kesalahan bahasa pada penggunaan iklan komersial media luar ruang di Kabupaten Kediri. Kesalahan tersebut berupa kesalahan ejaan dan ketidaktepatan dalam struktur frasa. Kesalahan ejaan terdiri dari kesalahan pada tanda baca, unsur serapan (kata baku/tidak baku), dan penulisan kata. Untuk penggunaan struktur frasa dalam penelitian ini dijumpai adanya papan nama yang menggunakan kosakata bahasa Inggris dengan struktur frasa bahasa Inggris, penggunaan kosakata bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tetapi menggunakan struktur frasa bahasa Inggris, dan yang terakhir penggunaan kosakata bahasa Inggris dan Indonesia, tetapi menggunakan frasa bahasa Indonesia.
Penggunaan Kalimat pada Percakapan Siswa SDN Tamanan Kota Kediri Ervina Damayanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2020): December 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.801 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v4i3.4370

Abstract

Penelitian yang berjudul penggunaan kalimat pada percakapan siswa SDN Tamanan Kota Kediri ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SD Tamanan yang sedang mengikuti bimbingan belajar di rumah guru. Sumber data dalam penelitian ini berupa kata, frase, dan kalimat pada percakapan siswa. Metode yang digunakan adalah adalah metode analitik. Teknik analisis yang digunakan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa kalimat yang digunakan siswa adalah menggunakan kata, frase, kalimat tunggal, kalimat majemuk setara, dan kalimat majemuk bertingkat. Pada percakapan di atas juga ditemukan kalimat tanya (interogatif), kalimat berita (deklaratif), dan kalimat perintah (imperatif).
Kemampuan Mahasiswa Uniska Kediri dalam Memahami Ejaan pada Penulisan Karya Tulis Ilmiah Ervina Damayanti
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 2 (2022): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i2.9374

Abstract

Penelitian yang berjudul kemampuan mahasiswa Uniska Kediri dalam memahami ejaan pada penulisan karya tulis ilmiah ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah bahasa Indonesia pada Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Islam Kadiri (Uniska), Kediri tahun ajaran 2021/2022. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengerjaan karya tulis ilmiah mahasiswa pada Prodi Teknik Elektro yang diperoleh secara acak. Peneliti menggunakan penilaian dengan metode analitik dengan mempertimbangkan hasil tulisan mahasiswa yang dinilai dari segi tertentu, yaitu, ejaan. Hasil data menunjukkan bahwa Sebagian besar kesalahan ejaan pada mahasiswa Prodi Teknik Elektro adalah penggunaan tanda koma yaitu, berjumlah kurang lebih 285. Adapun kesalahan ejaan kedua adalah penulisan huruf miring yang berjumlah 121, sedangkan kesalahan ejaan ketiga yaitu, penulisan huruf kapital yang berjumlah 37. Untuk kesalahan kata baku dan kata depan sama sama berjumlah 8. Kesalahan ejaan yang paling sedikit berjumlah 6, yaitu kesalahan pada penulisan tanda titik.
AKRONIM DAN SINGKATAN PADA BERITA EKONOMI JAWA POS. COM Ervina Damayanti
Jurnal Dialect Volume 2 No. 2 Juli - Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS DHARMAWANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/dl.v2i2.7263

Abstract

Penelitian ini berjudul Akronim dan Singkatan pada Berita Ekonomi Jawa Pos.Com. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah akronim dan singkatan dari   berita surat kabar yang ada di internet yang bernama Jawa Pos.com. dengan topik ekonomi pada bulan April-Mei 2025. Adapun data diambil secara random. Teknik analisis menggunakan teknik analisis deskriptif melalui tahap 1) kategorisasi data yaitu, memilih data dengan pembatasan masalah mengenai akronim, singkatan, dan proses pembentukannya pada surat kabar online yang bernama Jawa Pos.com. 2) analisis data  3) menyimpulkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat akronim berupa singkatan termasuk akronim yang terdiri atas huruf awal setiap kata, akronim nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata atau gabungan suku kata dari deret kata, akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata atau gabungan suku kata dari deret kata. Adapun bentuk singkatan berupa singkatan, termasuk akronim yang terdiri atas huruf awal setiap kata, singkatan gelar dan mata uang. Adapun proses pembentukan akronim terdiri dari Pengekalan huruf pertama tiap komponen, Pengekalan tiga huruf pertama dan dua huruf pertama  pada komponen kedua, Pengekalan  huruf pertama pada  komponen satu dan dua  serta pengekalan suku pertama dan suku kedua pada komponen ketiga. Pengekalan suku pertama dan suku kedua pada komponen satu dan komponen kedua,disertai pelesapan konjungsi, serta pengekalan suku terakhir pada komponen ketiga.,Pengekalan  huruf pertama pada komponen pertama dan kedua, pengekalan tiga huruf pertama. Proses pemb entukan singkatan terdiri dari Pengekalan huruf pertama tiap komponen serta pelesapan konjungsi, Pengekalan  huruf pada setiap komponen, Singkatan dengan Proses Pengekalan huruf pertama dan kedua, dan Pengekalan huruf pertama dan ketiga pada komponen. Penulisan akronim dan singkatan  juga harus sesuai dengan ejaan yang disempurnakan edisi V.
Pilihan Kata dalam Promosi pada Produk Lokal di E-Commerce: Diction in the Promotional Discourse of Live-Streaming Hosts Promoting Local Products on Shopee Ervina Damayanti; Avinta Ika Nurrahma; Salva Wahda Kirana
CARAKA Vol 12 No 1 (2025): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i1.21182

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi diksi yang digunakan host dalam promosi produk lokal di Shopee. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat terhadap 64 tuturan host pada live streaming parfum lokal periode Agustus–September 2024. Data diklasifikasikan berdasarkan bentuk diksi, makna, dan fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa host menggunakan beragam diksi, seperti kata umum, kata khusus, kata asing, slang, kata indria, dan kata konkret. Diksi tersebut berfungsi membangun kedekatan dengan audiens, menciptakan kesan modern, memperjelas karakteristik produk, serta menghadirkan gambaran sensorik. Makna yang muncul meliputi makna leksikal, gramatikal, denotatif, dan konotatif yang memperkuat daya tarik persuasif promosi. Secara keseluruhan, pemilihan diksi terbukti menjadi strategi penting untuk meningkatkan efektivitas komunikasi promosi produk lokal di platform digital.
Figurative Language as Social Criticism in Meet Nite Live's Economic Discourse Ervina Damayanti; Avinta Ika Nurrahma
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 14 No. 1 (2026): July
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jge.v14i1.7494

Abstract

The development of digital communication technology has transformed the way media outlets deliver news, including economic news, which is increasingly presented in communicative ways through the use of figurative language. This study aims to describe the forms of figurative language and explain their functions as social criticism in the economic discourse of the Meet Nite Live program on Metro TV. The Study used a descriptive qualitative approach with a stylistic perspective. The data source of this study consists of the presenter’s utterances in the Meet Nite Live program broadcast on Metro TV’s YouTube channel throughout 2025. The researcher first identified episodes discussing economic topics, after which several of those episodes were randomly selected as the data source for the study. Data were collected using observation and note-taking techniques and analyzed using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that figurative language functions not only as an aesthetic element but also as a communication strategy to simplify economic issues while conveying social criticism. Three main categories of figurative language were identified: comparison, opposition, and emphasis. The comparison category includes personification, simile, metaphor, and allusion; the opposition category includes irony, cynicism, paradox, and antithesis; while the emphasis category includes repetition and hyperbole. The analysis demonstrates that each category serves a different function in constructing social criticism. Comparative figurative language concretizes abstract economic concepts; oppositional figurative language highlights the gap between expectations and socio-economic realities. In contrast, emphatic figurative language strengthens critical messages regarding issues such as unemployment, layoffs, taxation, rising living costs, and economic inequality. These findings indicate that stylistic analysis and social criticism analysis complement each other in explaining how lexical choices, shifts in meaning, and figurative expressions construct meaning and influence public understanding of economic realities. Keywords: Figurative language, social criticism, media discourse, stylistics, Meet Nite Live
COMMUNICATIVE GAMES: ENHANCING STUDENTS’ SPEAKING SKILLS AT UNISKA CAMP Avinta Ika Nurrahma; Ervina Damayanti
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2026): July 2026 (IN PRESS)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.10.2.15355

Abstract

This study aims to enhance the students’ speaking skills of first-semester students at Uniska Camp. The method used was classroom action research with 150 participants. The procedures used were planning, acting, observing, and reflecting. It was done into two cycles in each cycle consisted of three meetings. The researcher used collaborative action research with some of the English teachers. The data were collected through classroom observation, interviews, and tests. The quantitative data were obtained from tests, and the qualitative data were collected through classroom observation, interviews, and documentation. Descriptive statistics analyzed the quantitative data, and qualitative data were analyzed by data display, verifying, and drawing a conclusion. This study's findings indicate that communicative games can improve students' speaking skills. Therefore, the criteria of success had been determined. It is crucial to note that communicative games have contributed a positive impact on teaching learning process. This also implies the communicative games expected to enhance students’ enthusiasm and motivation. Clearly, It gives positive improvement on students’ active participation, confidence and their fluency in speaking skill. In short, it can be described that the strategy of teaching and learning creates good, enjoyable circumstances and reduces the boredom and stress of learning process.