Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembinaan Musik Gerejawi dan Liturgi Se-Klasis Flores Barat Elidat Benyamin Suan; Dersy Rejoice Taneo; Meyrlin Saefatu; Rudi Fanggidae
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 2 No 2 (2022): I-Com: Indonesian Community Journal (Agustus 2022)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.665 KB) | DOI: 10.33379/icom.v2i2.1553

Abstract

Gereja  di Klasis Flores Barat menjadi sasaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Berdasarkan survey, didapatkan permasalahan yaitu pemusik dan kantoria belum tepat dalam mengiringi dan memandu jemaat sebagaimana musik yang seharusnya dibunyikan dan lagu yang seharusnya dinyanyikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kekeliruan bermusik dan bernyanyi dalam liturgi dan memberikan pengetahuan kepada peserta untuk dapat mengiringi dan memandu lagu dan menjalankan liturgi dengan benar. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 28 Mei sampai dengan 31 Mei 2022 dan dihadiri oleh 37 orang peserta, yang dilaksanakan dengan ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan tersebut terselenggara dengan lancar dan diharapkan agar peserta mampu mempraktikan musik gerejawi dengan benar. Kegiatan pengabdian seperti ini dapat dilakukan dengan sasaran gereja yang membutuhkan pelatihan mengenai Pembinaan Musik Gerejawi dan Liturgi sehingga dapat memfasilitasi Pemusik  dan Kantoria  serta para petugas liturgi (presbiter) dalam melaksanakan tugas sepanjang kebaktian minggu.
Pembinaan Ansambel Musik di SMK Kristen Reformasi Kupang Meyrlin Saefatu; Rudi Fanggidae; Elidat Benyamin Suan; Dersy Rejoice Taneo; Ignasius Eka Putra Uskono; Jeklin Adrianus Nitti; Gerald Seo; Marshanda Ndolu; Angela Tabita Djuka; Susanti Yapa Maduk
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 2 No 3 (2022): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2022)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.124 KB) | DOI: 10.33379/icom.v2i3.1838

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan Kristen Reformasi Kupang menjadi sasaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Berdasarkan survey, didapati permasalahan dalam kelompok ansambel musik, yaitu belum terpadunya berbagai instrument musik antara satu alat musik dengan alat musik yang lain; kurangnya penguasaan instrument musik pada masing-masing anggota kelompok ansambel; kurangnya kemampuan dalam membaca notasi lagu; dan kesulitan dalam menginterpertasikan musik yang dibawakan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan demonstrasi. Kegiatan ini dihadiri oleh 95 orang peserta Dengan adanya kegiatan ini, setiap anggota ansambel musik dapat menguasai beberapa kompetensi di bidang musik, antara lain penguasaan alat musik yang dimainkan, kemampuan membaca notasi lagu atau catatan lagu yang akan dimainkan sehingga dapat terpadu menjadi instrumen musik yang memiliki harmoni.
Pendidikan Kristiani Tentang Lingkungan Hidup yang Berorientasi Pada Transformasi Sosial Bagi Anak dI GMIT Imanuel Noebesa Meyrlin Saefatu; Yusuf Tanaem
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 1 No. 1 (2021): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/jd.v1i1.45

Abstract

The purpose of writing this article is to introduce the work of Jesus Christ in the life of everyone, especially to the Jakun Native Tribe through the learning process of Christian Religious Education. One of the problems encountered by the author in this paper is that the Jakun Native Tribe still believes in aninism, customs and low knowledge / education. Based on this problem, the writer tries to make a change through humanist approaches to society as explained in this paper. The method used in this paper is a qualitative research method by examining Christian Religious Education learning strategies in introducing Jesus Christ. The analysis process used is to use a variety of literature sources both journals, books and other reliable reference materials to support the author's analysis. The results found in this study indicate that the Christian Religious Education learning strategy is very effective in applying sociological approaches, agricultural extension and culture. This can be seen in the life changes experienced by the community, namely cognitive, affective, psychomotor and spiritual changes.
Menghargai Seperti Yesus Menghargai: Studi Reflektif Markus 12:41-44 Dan Pengorbanan Single Mom Dalam Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus Meyrlin Saefatu
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 1 (2025): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v6i1.342

Abstract

This study aims to explore the forms of sacrifice made by single mothers in raising children with special needs (CWSN), drawing theological inspiration from the story of the poor widow in Mark 12:41–44. This biblical narrative represents the values of sincerity and sacrifice, which can strengthen the psychosocial resilience of single mothers facing the challenges of parenting without a partner’s support. A theological and social approach is employed to analyze how spiritual values found in the Bible serve as a source of inner strength and a moral foundation in caregiving practices. The study highlights the construction of resilience through the internalization of religious values and daily life experiences, as well as the significance of sacrifices that encompass material, emotional, and spiritual aspects. The findings indicate that the sacrifices of single mothers, like the widow’s offering, are not measured by their material amount but by their sincerity and transformative impact. Selfless acts for the well-being of CWSN reflect deep love and active faith, becoming a tangible expression of transformative spiritual love. Although often socially unseen, such sacrifices carry profound theological meaning and contribute significantly to the improvement of the child’s quality of life.