Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Meningkatkan Pelayanan Administrasi Publik di Indonesia Rita Komalasari; Nurhayati; Cecep Mustafa
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.86 KB) | DOI: 10.54259/pakmas.v1i1.29

Abstract

This paper presents the findings to improve public administration services. For the first time, the findings presented in this paper contribute to knowledge and to addressing problems, as well as to provide direct and tangible benefits to the service of the wider community. The research method presented in this paper is a qualitative study involving interviews with participants who are District Court Judges and observations in two selected courts. The findings presented in this paper will have an impact on improving services administration in the public sector in Indonesia.
Pendidikan Profesi dan Pengabdian Masyarakat di Indonesia Nurhayati; Rita Komalasari; Cecep Mustafa
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.974 KB) | DOI: 10.54259/pakmas.v1i1.30

Abstract

This paper presents for the first time the results of research related to the professional training of judges. The research method presented in this paper is a case study. Thirty-one judges, in the City and District Courts, were included to obtain various perspectives through interviews. The results of the study show that the influence of training can shape judicial interpretations of justice. We found that trainee judges studied the three most important forms of justice: legal justice, moral justice, and social justice. Judges will also learn from the training that judges will be asked to harmonize various dimensions of justice in the context of public service.
Implementasi Kebijakan Program Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Kresek, Kabupaten Tangerang Kholis Ernawati; Muhammad Riski Fadilah; Muhammad Aulia Rachman; Clarisza Nadira; Putri Alfanny Jayanti Sartika; Fathul Jannah; Rita Komalasari
Public Health and Safety International Journal Vol. 2 No. 02 (2022): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.571 KB) | DOI: 10.55642/phasij.v2i02.244

Abstract

Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GR1J1) adalah gerakan untuk meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan setiap keluarga dalam pemeriksaan, pemantauan dan pemberantasan jentik nyamuk untuk mencegah penularan penyakit tular vector khususnya DBD. Tujuan penelitian ini adalah analisis implementasi kebijakan program pengendalian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Kresek, kabupaten Tangerang terutama terkait dengan GR1J1. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dimana informan ditentukan dengan teknik purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Uji validitas menggunakan metode triangulasi sumber dan analisis data hasil wawancara menggunakan analisis konten. Selain metode kualitatif, data penelitian juga berasal dari data sekunder program pengendalian DBD pada puskesmas Kresek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus DBD tahun 2021 adalah 12 kasus dan tahun 2022 sebanyak 19 kasus. Pelaksanaan pemantauan jentik dengan output kegiatan berupa Angka Bebas Jentik (ABJ) yang memenuhi target (> 95%) pada tahun 2021 hanya ada dua desa (desa Pasir Ampo dan desa Koper). Sedangkan pada tahun 2022 juga ada dua desa (desa Patrasana dan desa Koper). Hasil wawancara mendalam menunjukkan bahwa hambatan pada pelaksanaan program adalah jumlah staf pada program penanganan DBD terbatas, alat yang kurang memadai, jumlah kader jumantik terbatas, dan belum terlaksananya program G1R1J.
PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM TELEMEDICINE: DARI PERSPEKTIF PROFESIONAL KESEHATAN Rita Komalasari
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v9i2.8309

Abstract

Untuk pertama kalinya, makalah ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang potensi Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Telemedicine: Dari Perspektif Profesional Kesehatan. Terkait metode studi literatur,  kata kunci kecerdasan buatan awalnya digunakan selama periode pencarian artikel ini. Pencarian mencakup masalah telemedicine dalam tinjauan penalaran berbasis Bukti yang lengkap dan relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kecerdasan Buatan (AI) dalam industri medis dapat secara efektif meningkatkan kualitas, efektivitas, dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Kesimpulan dari makalah ini menambah pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana AI memengaruhi kesehatan dan efektivitas pelayanan medis.
Strengthening asset recovery efforts: A path to mitigating corruption in the public sector Rita Komalasari; Cecep Mustafa
Integritas: Jurnal Antikorupsi Vol. 10 No. 1 (2024): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v10i1.1042

Abstract

This paper comprehensively analyses the impediments hindering Indonesia's anti-corruption and asset recovery efforts. It advocates for a holistic approach, emphasizing collective action, trust in public office, and the integration of civil forfeiture as essential components of an effective anti-corruption strategy. The ultimate goal is to contribute to a transparent and corruption-free future in Indonesia. We employ a literature-based inquiry method to investigate Indonesia's multifaceted challenges in combating corruption and recovering illicitly acquired assets. Our analysis reveals widespread corruption, weakened institutions, and a lack of trust in public officials hamper Indonesia's anti-corruption and asset recovery efforts. We argue that a holistic approach that combines infrastructural development, social rehabilitation, people em-powerment, and regulatory reforms is essential. Additionally, civil forfeiture, when integrated effectively, can aid asset recovery. To succeed, these efforts must prioritize the restoration of trust in public office. This paper contributes valuable guidance for policymakers and practitioners striving to create a more transparent and corruption-free future in Indonesia, offering a fresh perspective on addressing corruption in an emerging economy.
PEMETAAN KESIAPAN SEKOLAH DAN STATUS GIZI SISWA UNTUK PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI WILAYAH KEPULAUAN Yusnita Yusnita; Lilian Batubara; Rita Komalasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2347-2360

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya strategis nasional dalam meningkatkan status gizi dan kesehatan anak usia sekolah. Implementasi program di wilayah kepulauan memerlukan kesiapan sekolah, dukungan komunitas, dan data dasar status gizi siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memetakan kesiapan sekolah dan status gizi siswa sebagai dasar implementasi Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 01 Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif berbasis sekolah melalui diskusi kelompok terarah, edukasi gizi, observasi sarana prasarana sekolah, pemeriksaan status gizi dan anemia, serta wawancara recall konsumsi makanan 24 jam. Kegiatan melibatkan 56 siswa dan 10 pemangku kepentingan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesiapan sekolah setelah edukasi dan diskusi dengan hasil uji Wilcoxon yang menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,007). Pemeriksaan status gizi dan hemoglobin menunjukkan adanya masalah gizi ganda berupa gizi kurang, stunting, gizi lebih, obesitas, dan anemia pada siswa. Selain itu, ditemukan kurangnya asupan mikronutrien yaitu rendahnya asupan zat besi, vitamin C, dan folat.  Hasil observasi juga menunjukkan bahwa sekolah belum memiliki fasilitas dapur dan penyimpanan makanan yang memadai untuk mendukung implementasi program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa implementasi Program Makan Bergizi Gratis di wilayah kepulauan memerlukan penguatan kesiapan sekolah, edukasi gizi, pemanfaatan pangan lokal, pemantauan status gizi siswa, dan dukungan sarana prasarana sekolah. Kegiatan ini berkontribusi dalam pengembangan pendekatan promosi kesehatan berbasis sekolah melalui integrasi edukasi gizi, partisipasi komunitas, dan pemetaan status gizi sebagai dasar implementasi program kesehatan dan gizi di wilayah kepulauan
Hubungan Sedentary Life dan Durasi Screentime Terhadap Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Pegawai RS Insan Permata, Kota Tangerang Selatan 2024 muhammad Bagaskara; Intan Farida Yasmin; Rita Komalasari
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4892

Abstract

Sekitar 31% populasi global yang berusia ≥15 tahun tidak cukup aktif secara fisik, sehingga menyebabkan 3,2 juta kematian setiap tahun. Di Indonesia, gaya hidup sedenter meningkat dari 26,1% (2013) menjadi 33,5% (2018), dengan 24,1% penduduk menjalani perilaku sedenter ≥6 jam per hari. Perilaku sedenter menyumbang sepertiga kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) di AS, dengan 1,9 juta kematian dini menurut WHO. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara gaya hidup sedenter dan screentime gawai terhadap risiko PJK terhadap pegawai di RS Insan Permata, Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan kuesioner Framingham Risk Score (FRS), 18 items screen time questionnare”, Sedentary Behavior Questionnaire (SBQ). Penelitian ini menunjukkan bahwa 66,3% pegawai memiliki gaya hidup sedenter, 88,1% memiliki screentime tinggi, dan 98% berisiko rendah terhadap PJK. Analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara durasi tidur (p = 0,086) maupun screentime (p = 0,604) dengan risiko penyakit jantung koroner (PJK), karena kedua nilai p melebihi 0,05. Sebaliknya, faktor usia dan jenis kelamin menunjukkan hubungan signifikan terhadap risiko PJK, dengan nilai p masing-masing di bawah 0,05.
Edukasi Manajemen Stres bagi Lansia untuk Mendukung Kesehatan Mental di Pasar Minggu Rita Komalasari; Siti Maulidya Sari; Intan Farida Yasmin; Liko Maryudhiyanto; Sri Rahayu Ningsih
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/r4mkex39

Abstract

Mental health is an important component in realizing healthy ageing, so promotional efforts are needed through health education at the community level. This community service aims to increase the knowledge of the elderly about stress management and evaluate changes in knowledge after education in East Pejaten Village, Pasar Minggu District, South Jakarta. The activity was carried out on May 11, 2026 by involving 37 elderly people consisting of 9 men (24.3%) and 28 women (75.7%). Methods include coordination with partners, pre-test, delivery of material by psychiatrists through interactive lectures, discussions, demonstrations, as well as deep breathing relaxation practices, mindfulness, and adaptive coping strategies  supported by educational posters. The evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments containing 10 questions, then analyzed descriptively and using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the average knowledge score increased from 91.89 to 92.97 with a difference of 1.08 points. A total of 86.5% of participants maintained the same score, 5.4% experienced an increase, and 8.1% experienced a decrease in score. Wilcoxon's test showed that the difference was not statistically significant (p=0.680). Nevertheless, this activity strengthened participants' knowledge about mental health and stress management and showed that community-based education with the involvement of psychiatrists and poster media has the potential to be a promotive strategy that supports improving the quality of life and health services for the elderly in the community.
Pemantauan Pemilu Berbasis Kecerdasan Buatan AI Cecep Mustafa; Rita Komalasari
Jurnal Keadilan Pemilu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Keadilan Pemilu
Publisher : Bawaslu Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55108/jkp.v6i1.603

Abstract

Elections are fundamental to democracy, but the increasing frequency of fraud, voter suppression, and irregularities calls into question the integrity of electoral processes. Traditional methods of monitoring are often slow and reactive, failing to detect irregularities in real-time. The integration of Artificial Intelligence (AI) offers a promising solution for enhancing electoral integrity by enabling proactive, real-time monitoring and fraud detection. This study aims to explore how AI technologies can be integrated into election monitoring systems to detect and prevent electoral fraud in real-time. It seeks to provide a comprehensive framework for governments, election commissions, and international organizations to adopt AI-driven systems effectively. The study uses a literature review to analyze existing research on AI applications in elections, focusing on empirical studies from 2018 onwards. It synthesizes findings from case studies, electoral fraud reports, and AI performance metrics, providing a comprehensive analysis of AI's potential in election monitoring. The research demonstrates that AI can significantly enhance real-time fraud detection and improve election transparency. However, successful implementation requires addressing ethical, legal, and infrastructural challenges. The study concludes with practical recommendations for governments and election bodies to integrate AI solutions into their monitoring processes while ensuring fairness, accountability, and transparency.