Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BIMBINGAN BELAJAR MELALUI PROGRAM “SMART HOUSE” SOLUSI MENGATASI KESULITAN BELAJAR DARING DI MASA PANDEMI Masnur Masnur; Zulkifli Zulkifli; Ahmad Amri; Muh Rizal Syam; Putri Veronica Lestari; Astira Astira; Yuliana Yuliana; Vingky Aprilia; Karmil Karmil
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2443

Abstract

Pandemi membuat semuanya tidak berjalan dengan semestinya banyak sector yang terdampak akibat adanya pandemic ini, mulai dari sector kesehatan, ekonomi, sosial masyarakat maupun sector pendidikan. Hal ini membuat menteri pendidikan menerbitkan pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah untuk mengurangin penyebaran virus covid-19, namun bukan berarti pedoman yang di keluarkan ini berjalan dengan baik karena melihat dari system pembelajaran daring atau online membuat siswa banyak yang kesusahan dalam proses pembelajaran dari ini. Maka dengan ini Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universistas Muhammadiyah Parepare mengadakan Bimbingan belajar untuk siswa di sekitaran kelurahan lompoe RW 02. metode yang digunakan dalam pembelajaran ini ialah metode ceramah dan metode demontrasi yang mana kedua metode ini sangat efektif dalam menjalankan bimbingan belajar ini sehingga output dari bimbingan belajar ini sangat membantu anak-anak Karena mereka lebih paham mengenai materi yang di berikan dari sekolahan.
PEMBERDAYAAN EKONOMI PETANI MELALUI SISTEM INTEGRASI PADI TERNAK (SIPT) DI KELOMPOK TANI LAPORRANG KABUPATEN PINRANG I Gde Adhika Priyamanaya; Uswatun Hasanah; Yuliana Yuliana; Abdul Azis Ambar; Sahabuddin Toaha
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12062

Abstract

The Integrated Rice–Livestock Farming System (SIPT) is an integrated farming model with strong potential to improve efficiency and farmer income through the optimal utilization of agricultural waste. This study aimed to analyze the economic performance of rice and cattle farming under integrated and non-integrated systems at the Laporrang Farmer Group, Pinrang Regency. The study was conducted in December 2025 using a survey method with a census technique involving 15 farmer group members who implemented both systems simultaneously. Data were collected through structured interviews, field observations, and documentation, then analyzed descriptively and comparatively through cost analysis, income analysis, R/C Ratio, and value-added assessment. The results showed that the integrated system produced an R/C Ratio of 2.34, higher than the non-integrated system at 2.11, with net rice farming income reaching IDR 10,600,000 per hectare per growing season. Utilization of rice straw through fermentation technology increased livestock economic value by four times, from IDR 300,000 to IDR 1,200,000 per month per head, accompanied by an increase in daily weight gain from 6 kg to 24 kg per month. The use of livestock manure as organic fertilizer also improved soil fertility and reduced dependence on external inputs. It is concluded that SIPT is capable of creating a sustainable circular economy pattern at the farm household level, making it a viable model for broader rural economic empowerment. ABSTRAK Sistem Integrasi Padi–Ternak (SIPT) merupakan model usahatani terpadu yang berpotensi meningkatkan efisiensi dan pendapatan petani melalui pemanfaatan limbah pertanian secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja ekonomi usahatani padi dan ternak sapi pada sistem integrasi dan non-integrasi di Kelompok Tani Ternak Laporrang, Kabupaten Pinrang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 menggunakan metode survei dengan teknik sensus terhadap 15 anggota kelompok tani yang menerapkan kedua sistem secara bersamaan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif melalui analisis biaya, pendapatan, R/C Ratio, dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem integrasi menghasilkan R/C Ratio sebesar 2,34, lebih tinggi dibandingkan sistem non-integrasi sebesar 2,11, dengan pendapatan bersih usahatani padi mencapai Rp10.600.000/ha/musim tanam. Pemanfaatan jerami padi melalui teknologi fermentasi meningkatkan nilai tambah usaha ternak hingga empat kali lipat, dari Rp300.000 menjadi Rp1.200.000 per bulan per ekor, disertai peningkatan pertambahan bobot badan dari 6 kg menjadi 24 kg per bulan. Penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk organik turut memperbaiki kesuburan tanah dan menekan ketergantungan terhadap input eksternal. Disimpulkan bahwa SIPT mampu menciptakan pola circular economy di tingkat rumah tangga tani yang berkelanjutan, sehingga berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan yang layak dikembangkan secara lebih luas.