Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMBUATAN TEMPAT SAMPAH SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN Nasrullah Nasrullah; Aryono Aryono; Nurlilis Nurlilis; Abd. Rahman Tandilullu; Chairul Alwan; Elvantri Elvantri; Syafira Syahrir; Nurpadillah Nurpadillah; Puspita Dewi; Defi Fitriani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2497

Abstract

Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan lagi, tidak disenangi atau dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Di lokasi kuliah kerja nyata tidak adanya tempat sampah yang tersedia sehingga masyarakat Desa Patongloan sering membuang sampah sembarangan tempat. Pada kuliah kerja nyata ini pembuatan tempat sampah dilakukan di empat dusun di Desa Patongloan. Pembuatan tempat sampah bertujuan agar masyarakat desa patongloan dapat membuang sampah pada tempatnya serta menyadarkan masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya
PENDAMPINGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM MEMBANGUN GAYA HIDUP SEHAT SEJAK DINI DI MASA PANDEMI COVID-19 Nasrullah Nasrullah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2544

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang diterapkan oleh setiap individu dengan kesadaran sendiri untuk meningkatkan derajat kesehatannya dan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat. PHBS harus diterapkan sejak dini pada anak-anak agar menjadi kebiasaan yang baik hingga dewasa bahkan sampai tua. Pendamping melakukan upara promotif dan preventif berupa penyuluhan dan praktek cara mencuci tangan yang baik dan benar kepada Siswa-siswi SDN 178 Galitin Dusun Landokadawang Bawah Desa Benteng Alla Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang untuk menyadari pentingnya kesehatan dan kebersihan terutama di masa pandemi ini. Menjaga kebersihan diri selama masa pandemi Corona virus seperti mencuci tangan merupakan salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah penyebarannya. Kebiasaan hidup bersih dan sehat merupakan masalah penting dan menjadi fokus dalam pencegahan timbulnya berbagai masalah kesehatan pada anak. Permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah dasar masih banyak ditemukan karena kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai PHBS pada anak. Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut mampu menyadarkan masyarakat khususnya anak-anak akan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sejak dini serta dapat memberi pengetahuan kepada masyarakat bagaimana menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara tepat guna untuk meningkatkan derajat kesehatannya dan mencegah penyebaran COVID-19 di Desa Benteng Alla
KECEMASAN MAHASISWA NON BAHASA INGGRIS DALAM PEMBELAJARAN SPEAKING Nasrullah Nasrullah; Isna Humaera; Sahril Nur
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 4 No 3 (2022): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v4i3.310

Abstract

The purpose of this study is to discover how students in the non-English department at the University Muhammadiyah of Parepare feel about learning English. Based on the perspectives of the students, this study sought to identify what factors may contribute to anxiety in an English learning environment. In this case, researchers prioritize the perspectives of students who are not English majors on the anxiety they frequently experience when learning English. The researcher used a case study to conduct qualitative research. While the participants in this study were students from Muhammadiyah University in Parepare for the academic year 2021/2022, the purposive sampling technique was used to select 7 non-English department students. The chosen samples would be interviewed to obtain detailed information about the data required. The findings of this study revealed that students had many concerns about learning English. The majority of respondents also admitted that English is difficult to learn because they lack basic abilities, such as a lack of vocabulary and the complexity of the material learned, which can make students feel confused and difficult to learn English. Furthermore, comments from other friends, such as the incorrect pronunciation of English vocabulary, affect their feelings. Respondents also revealed that lecturers' ability to bring material can influence their feelings about learning English. In the end, the students suggested that the lecturer be more creative to keep students interested in learning English, such as bringing in an outdoor concept and providing some games for the learning process
Digitalisasi Pembelajaran di Sekolah Nasrullah Nasrullah; Ali Wira Rahman
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.1126

Abstract

Education from time to time continues to experience changes, because if there is no change then the quality of education will be questioned while the current demands of the times are increasing. This causes education as one of the pillars that must remain firmly standing in the face of every challenge that exists, dismissing all changes whose direction can make the bad nation's generation forget its existence as a change being. Education must come with different and more challenging concepts, faces, methods, and materials to increase students' thinking stimuli. In addition, education must be able to give joy, not sadness. The combination of media and IT in school learning is a scourge and at the same time an opportunity for educators. Becoming afraid on the part of some educators because of their weak mastery of IT so they seem to be strangers in the learning process. But it becomes an opportunity for people or educators who can integrate with IT. The presence of the system provides a new spirit in dealing with the new normal situation so that there are no more students who cannot study well because learning must continue with various consequences. Research focuses on digitizing learning and teaching materials so that students can more easily access the material. This research is an ADDIE Research and Development model which produces a prototype of a learning website that can and is easily accessed by teachers and students. When all stages in making this website are completed, the researcher will fully hand it over to the school to be managed and even developed. This research produces 5 F learning, Creative, Innovative, Solution, Interactive and productive which makes students and teachers feel happy and easy in carrying out the learning process and developing teaching materials.
The Traits of Efficacious and Inefficacious EFL Teachers Based on Students’ Insight Rahmawansyah Sahib; Nasrullah Nasrullah; Nina Arfiani
JELITA Vol 1 No 1 (2020): Journal of English Language Teaching and Literature (JELITA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed at (i) probing traits of efficacious EFL teachers based on students’ insight; (ii) delving traits of inefficacious EFL teachers based on students’ insight; (iii) finding out students’ different experiences on efficacious and inefficacious EFL teachers. This qualitative research used constructivism approach in gaining data and applied coding method in data analysis. The research subjects were 15 students of SMKK Dr. Wahidin Makassar. Five of them were interviewed to gain a deeper explanation about their experiences on the traits of efficacious and inefficacious teachers. The results indicated that built upon the students’ insight (i) the traits of efficacious EFL teachers are having pleasant figure, responsive, mastering the subject taught, promoting students to learn, mastering teaching and learning strategies, able to create a good relation, and performing a good appearance; (ii) inefficacious EFL teachers are indicated by having unpleasant behavior, lack of ability in presenting materials, not supporting students to learn, not mastering teaching strategies, and discriminating; (iii) there is different experience about the traits of efficacious and inefficacious EFL teachers namely teaching based on the textbook only. Some students perceived it was effective for elementary school students, while others perceived it was ineffective for senior high school students.
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MADRASAH ALIYAH Nasrullah Nasrullah; Muh. Ismail
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 3 No 2 (2024): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v3i2.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran matematika di Madrasah Aliyah Negeri Pinrang. Fokus penelitian meliputi penerapan Kurikulum Merdeka secara umum di sekolah dan implementasinya khusus pada mata pelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru matematika, kepala sekolah, dan lima peserta didik kelas XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di MAN Pinrang berfokus pada pembentukan enam karakter utama peserta didik melalui integrasi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi komponen kunci dalam implementasi kurikulum ini. Dalam pembelajaran matematika, implementasi Kurikulum Merdeka melibatkan tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup tes diagnostik dan penyusunan modul ajar. Pelaksanaan pembelajaran menekankan pengembangan kemampuan bernalar kritis dan kerjasama. Evaluasi dilakukan secara komprehensif, meliputi penilaian proses dan hasil belajar. Meskipun implementasi telah berjalan sesuai pedoman, masih terdapat tantangan adaptasi bagi peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di MAN Pinrang telah menunjukkan pergeseran paradigma pendidikan yang lebih berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Namun, diperlukan evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan untuk memastikan efektivitas implementasi kurikulum ini dalam jangka panjang.
MASARMA: INOVASI MANISAN TOMAT RASA KURMA UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI DI DESA BANTI Fatimah Fatimah; Nasrullah Nasrullah; Hernianti Harun; Abdul Azis; Sariana Damis; Firman Firman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.4972-4977

Abstract

Desa Banti, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, menghadapi masalah penurunan harga tomat yang drastis, menyebabkan hasil panen sering kali tidak terpakai dan membusuk. Mengatasi permasalahan ini, dilakukan inovasi  produk olahan tomat bernama MASARMA  (Tomat Rasa Kurma), yang diolah menjadi manisan dengan cita rasa mirip kurma. Inovasi ini bertujuan memanfaatkan tomat yang tidak terpakai dan meningkatkan nilai ekonomisnya. Pelaksanaan pembuatan MASARMA dilakukan oleh mahasiswa KKN dengan sistematis, meliputi observasi dan identifikasi masalah, sosialisasi program, pengumpulan bahan baku, pelatihan pembuatan produk, serta proses produksi yang mencakup pemilihan tomat, pembersihan, penambahan gula, pengeringan, dan pengemasan. Proses ini dilakukan dengan cermat untuk memastikan produk berkualitas. Hasil dari pembuatan MASARMA menunjukkan bahwa setiap tahap produksi, mulai dari pemilihan tomat hingga pengemasan, berhasil dilakukan dengan baik. Produk MASARMA tidak hanya memanfaatkan tomat yang melimpah tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Banti. Inovasi ini mendemonstrasikan bahwa pengolahan hasil pertanian yang tepat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.