Retno Iswarin Pujaningsih
Department Of Animal Husbandry, Faculty Of Animal And Agricultural Science, Universitas Diponegoro, Semarang, 50275, Indonesia

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bulletin of Applied Animal Research

Status Mineral Darah (Ca, P, Mg, Zn, Cu) Kambing Kacang yang diberi Pakan Pelengkap Multinutrien Blok Muhamad Dinar Arrizqi; B.I.M. Tampoebolon; Surahmanto Surahmanto; Retno Iswarin Pujaningsih
Bulletin of Applied Animal Research Vol 2 No 1 (2020): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v2i1.223

Abstract

Penelitian untuk mengkaji status mineral darah (ca, p, mg, zn, cu) kambing kacang yang diberi pakan pelengkap multinutrien blok. Materi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain obat cacing, multinutrien blok (MNB), pakan, alkohol dan 12 ekor kambing kacang jantan umur 7 bulan sehat secara klinis dengan 4 perlakuan level MNB yang berbeda. Kambing dibagi kedalam 3 kelompok bobot badan yaitu Kelompok I : 17,5 – 20 kg, Kelompok II : 15 – 16,5 kg, Kelompok III : 13,5 – 15 kg setiap kelompok berisi 4 ekor kambing. Setiap kelompok kambing mendapat 4 perlakuan berbeda berupa level pemberian MNB. Alat yang digunakan terdiri dari 12 buah kandang individu, 12 palung, 12 ember, 12 buah spet 10 ml dan jarum suntik, label, 12 buah tabung vacuulab dengan EDTA, cooling box, alkohol dan alat tulis untuk mencatat serta memberi label pada sampel darah. Kambing dibagi kedalam 3 kelompok bobot badan setiap kelompok berisi 4 ekor kambing yang melipti T0 : Hijauan + Konsentrat + Tanpa Pemberian MNB, T1 : Hijauan + Konsentrat + MNB sebanyak 5 g, T2 : Hijauan + Konsentrat + MNB sebanyak 10 gr dan T3 : Hijauan + Konsentrat + MNB sebanyak 15 g. Parameter yang diamati yaitu kadar Ca, P, Mg, Zn dan Cu di dalam plasma darah kambing. Data analisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MNB (0, 5, 10 15 g) tidak berpengaruh terhadap status mineral (Ca, P, Mg, Zn, Cu) dalam plasma darah kambing kacang. Simpulan dari penelitian ini bahwa pemberian MNB (0, 5, 10, 15 g) memberikan efek yang sama terhadap status mineral (Ca, P, Mg, Zn, Cu) dalam plasma darah kambing kacang.Kata Kunci : Multinutrien blok, kambing kacang, status mineral, plasma darah
Evaluasi Fisik Organoleptik Multinutrien Blok yang dibuat dengan Metode Panas pada Penambahan Level Molases yang Berbeda Dyah Ayu Putri; Retno Iswarin Pujaningsih; Agung Subrata
Bulletin of Applied Animal Research Vol 2 No 1 (2020): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v2i1.224

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan level molases terhadap kualitas fisik dan organoleptik pada Multinutrien Blok (MnB) yang dibuat dengan metode panas. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah molases, hijauan jagung, garam, cangkang kerang darah, cangkang telur, urea dan bentonit. Alat yang digunakan yaitu chopper, disc mill, palu, kompor, panci, ember, cetakan MNB, timbangan digital dan kuesioner. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan (T0 : tanpa penambahan molases (kontrol), T1 : penambahan molases sebanyak 20%, T2 : penambahan molases sebanyak 35% dan T3 : penambahan molases sebanyak 50%). Parameter yang diamati yaitu kualitas fisik (kadar air) dan kualitas organoleptik (warna, tekstur dan aroma) pada Multinutrien Blok. Data analisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan level molases berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna, tekstur dan aroma. Perlakuan T3 pada pengujian warna, tekstur dan aroma memiliki nilai paling tinggi yaitu 3,99; 3,55 dan 3,32. Kadar air menunjukan tidak berpengaruh nyata. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan level molases sebesar 50% menghasilkan kualitas fisik dan organoleptik paling baik pada pembuatan Multinutrien Blok dengan metode panas.
Evaluasi Kandungan Mineral Pada Multinutrien Blok Dengan Kombinasi Cangkang Kerang Dan Cangkang Telur Sebagai Sumber Mineral Kambing Lokal Septi Lila Sari; Retno Iswarin Pujaningsih; Widiyanto Widiyanto; Baginda Iskandar Moeda Tampubolon
Bulletin of Applied Animal Research Vol 2 No 2 (2020): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v2i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan mineral Ca, P, Mg, Cu, Zn kombinasi antara tepung cangkang kerang darah tepung cangkang telur sebagai bahan baku pembuatan Multinutrien blok (MNB). Materi yang digunakan terdiri dari bahan pakan penyusun MNB yaitu cangkang kerang, cangkang telur, hijauan jagung, molases, urea, garam dan bentonit. Parameter yang diamati yaitu kandungan mineral Ca, P, Mg, Cu, Zn yang kemudian dianalisis dengan metode Spektofotometri Serapan Atom (SSA). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakukan dan 4 ulangan yaitu T0 (MNB tanpa kombinasi cangkang kerang dan cangkang telur), T1 (MNB dengan kombinasi cangkang kerang 6%), T2 (MNB dengan kombinasi cangkang telur 6%), dan T3 (MNB dengan kombinasi cangkang kerang 3% dan cangkang telur 3%). Analisis data menggunakan uji ANOVA taraf signifikasi 5% untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan cangkang kerang dan cangkang telur di dalam MNB mampu meningkatkan kandungan mineral Ca, P, Mg dan Cu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan cangkang kerang dan cangkang telur dalam MNB mampu mencukupi kebutuhan mineral Ca, P, Mg dan Cu namun belum mampu mencukupi kebutuhan mineral Zn kambing lokal.