Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sebatik

IMPLEMENTASI ALGORITMA FUZZY C-MEANS DAN METODE RECENCY FREQUENCY MONETARY (RFM) PADA APLIKASI DATA MINING UNTUK PENGELOMPOKAN PELANGGAN Nindya Rahmawati Syarif; Windarto Windarto
Sebatik Vol 22 No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.974 KB)

Abstract

Pada dunia retail, konsumen merupakan salah satu aset yang sangat berpengaruh. Oleh sebab itu konsumen menjadi alasan perusahaan retail harus merencanakan dan mempunyai strategi yang baik dalam memperlakukan konsumennya. Dengan banyaknya jumlah konsumen yang dimiliki oleh suatu perusahaan retail, maka masalah yang harus dihadapi adalah bagaimana menentukan konsumen potensial dan menerapkan strategi pemasaran yang tepat sehingga mendatangkan keuntungan bagi pihak perusahaan. Maka dari itu, dengan menerapkan konsep CRM (Customer Relationship Management), perusahaan dapat melakukan penerapan konsumen potensial dengan melakukan segmentasi pengelompokan konsumen. Penelitian ini membahas tentang proses data mining menggunakan data konsumen dan data transaksi pada PT Eka Cipta Rasa. Proses data mining dimulai dengan melakukan proses clustering menggunakan algoritma Fuzzy C-Means (FCM). Output dari FCM adalah deretan pusat cluster dan beberapa derajat keanggotaan untuk setiap titik data. Hasil clustering digunakan untuk melakukan segmentasi kelas konsumen dengan menggunakan model Fuzzy RFM. Model Fuzzy RFM yaitu dengan menggabungkan teori himpunan fuzzy dengan model RFM dengan segmentasi berdasarkan atribut Recency, Frequency, dan Monetary. Umumnya perusahaan retail menggunakan metode ini untuk proses segmentasi konsumennya. Pengelompokkan (cluster) pelanggan berdasarkan karakteristik dan sifat saat bertransaksi dapat dijadikan suatu alternatif dalam pemecahan masalah. Dalam hal ini, pelanggan akan dibagi menjadi 4 kelompok atau cluster pelanggan diantaranya Golden, Silver, Bronze, dan Iron adapun variabel yang menjadi acuan pengelompokannya adalah tanggal pembelian akhir , frekuensi beli, dan total pembelian. Data yang digunakan merupakan data transaksi pelanggan periode Januari sampai Juni 2016. Total data adalah 4007 transaksi dari 328 pelanggan. Setelah data tersebut diolah dengan algoritma Fuzzy C-Means dan metode RFM, hasil akhir pada proses ini menunjukkan iterasi berakhir pada iterasi ke – 9 dengan total fungsi objektif sebesar 102,2 dan perubahan fungsi objektif sebesar 51,1. Cluster pelanggan yang dihasilkan adalah Golden : 38, Silver: 186, Bronze : 103 dan Iron : 0 .
PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SISWA TERBAIK PADA SMA CENDERAWASIH 2 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING BERBASIS WEB Jerry Prabu Setya Adi; Windarto Windarto
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.332 KB)

Abstract

Pemilihan siswa terbaik di SMA Cendrawasih 2 Tangerang dilakukan disetiap tahun menjelang kenaikan kelas dengan kriteria-kriteria yang ditentukan oleh pihak sekolah. Sehingga siswa yang belajar, berpeluang sama untuk mendapatkan hadiah atau penghargaan atas pencapaian terbaiknya. Beberapa masalah ketika pemilihan siswa terbaik dilakukan, misalnya masih dilakukan dengan cara yang manual. Selain itu, kriteria yang dipakai dalam pemilihan siswa terbaik hanya satu. Hal ini memungkinkan terpilihnya siswa yang tertuju ke sasaran yang tidak akurat, dikarenakan nilai akhir satu siswa dengan siswa lainnya bisa dimungkinkan sama. Metode Simple Additive Weighting (SAW) ini dipilih karena dapat menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang ada. Dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah pemilihan siswa terbaik pada SMA Cenderawsih 2. Dengan metode perangkingan tersebut diharapkan penilaian akan lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot yang sudah ditentukan sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih cepat, akurat dan objektif.
LITERASI DIGITAL DALAM ETIKA BERMEDIA SOSIAL YANG BERBUDI LUHUR BAGI WARGA KRENDANG, TAMBORA, JAKARTA BARAT Windarto Windarto
Sebatik Vol. 27 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i1.2266

Abstract

Media sosial kini sudah menjadi kebutuhan teknologi yang penting bagi banyak orang. Pengguna media sosial mendapatkan manfaat karena dari media sosial dapat diakses berbagai macam informasi. Terlepas dari sisi positif tersebut, penggunaan teknologi digital dan media sosial yang terhubung dengan internet juga menimbulkan tindakan negatif yang seringkali berujung pada pelanggaran etika berinternet (netiket), perundungan siber, dan kejahatan siber. Hal ini dikarenakan literasi warga dalam menggunakan internet terutama saat mengakses media sosial masih sangat rendah, dimana penggunaanya tidak mengerti etika yang baik bagaimana berkomunikasi di media sosial, dampaknya adalah perundungan siber, ujaran kebencian, dan intoleransi. Literasi digital menggunakan media sosial merupakan keterampilan yang harus dikuasai untuk dapat berinteraksi di dunia maya. Penanaman etika budi luhur pada semua orang akan sangat baik untuk mencegah adanya tindakan-tindakan kejahatan yang akan terjadi di dunia maya. Penanaman etika yang berbudiluhur harus dimulai sejak dini di lingkungan keluarga dan berlanjut di lingkungan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Dengan mengajarkan etika yang berbudi luhur, seseorang memahami apakah suatu tindakan itu baik atau buruk dan apakah tindakan itu harus dilakukan atau tidak. Hal ini demi mencegah terjadinya kejahatan di berbagai bidang kehidupan. Kegiatan pengabdian kepada warga berupa Penyuluhan Literasi Digital bagi warga Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat telah membuahkan hasil yang sangat positif. Dari hasil pengamatan di akhir kegiatan, peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar sesuai dengan materi yang diberikan. Kegiatan lainnya yang terkait dengan pemanfaatan dunia digital dan terutama yang terkait dengan etika menjadi warganet yang berbudi luhur diharapkan dapat dilaksanakan kembali sehingga warga Kelurahan Krendang mendapat manfaat yang signifikan dengan adanya kegiatan literasi digital untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.