Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buletin Poltanesa

Literasi dan Pelatihan Kecakapan Digital untuk Meningkatkan Materi Pembelajaran Online bagi Guru di Kecamatan Seram Utara Timur Seti Kabupaten Maluku Tengah Windarto; Denik Iswardani Witarti
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.095 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1067

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menjadi satu kewajiban bagi tenaga pengajar dan merupakan satu pilar dari tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. PKM adalah juga pengejawantahan dari keilmuan sivitas akademika. Universitas Budi Luhur Jakarta secara rutin menyelenggarakan kegiatan PKM dengan melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga pendidik maupun para alumni. Kegiatan dilaksanakan sebagai sumbangan dalam membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa. Pada peluncuran program Program Literasi Digital Nasional oleh Presiden Joko Widodo tahun 2021 kegiatan literasi digital diharapkan dapat menggelinding dan terus membesar di berbagai penjuru Indonesia sebagai aksi nyata menyiapkan masyarakat yang cakap digital. Sejalan dengan hal tersebut serta dilatarbelakangi oleh ketidaksiapan para guru di pedalaman dalam menghadapi sistem pengajaran online, kegiatan PKM ini mengambil tema literasi digital. Kecamatan Seram Utara Timur Seti berada di dalam wilayah Kodim 1502 Masohi, Maluku tengah. Kodim 1502 Masohi, Maluku Tengah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112, meminta kepada Universitas Budi Luhur untuk terlibat dalam kegiatan tersebut selama 2 hari sebagai bagian dari kegiatan non-fisik. Kegiatan kolaborasi TNI dengan perguruan tinggi ini dilaksanakan secara hybrid dengan memanfaatkan teknologi informasi, yaitu webinar yang diikuti oleh peserta dari Jakarta Selatan dan dihadiri oleh para guru yang hadir langsung dari lokasi. Hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan untuk menyiapkan materi pengajaran online. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu permasalahan para guru di daerah terpencil dan meningkatkan kecakapan digital mereka ketika sistem pembelajaran online diberlakukan. Tindak lanjut kegiatan di masa mendatang, diharapkan memberikan materi literasi digital dan kecakapan digital pada tahapan tingkat lanjut guna sehingga mitra kegiatan dapat merasakan manfaat yang signifikan dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Circular Economy Model through Using Aquaponic Technology to Support the ProKlim Village Program in RT 10 Petukangan Utara, Jakarta Martini; Yousep Eka Irawan Apriandi; Rismawandi; Windarto
Poltanesa Vol 26 No 2 (2025): December 2025
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program supports the ProKlim (Program Kampung Iklim) initiative in RT 10 Petukangan Utara, South Jakarta by implementing a circular economy model through integrated tilapia (Oreochromis niloticus) and Pak coy (Brassica rapa var. chinensis) cultivation using aquaponic technology. Designed for densely populated urban areas with limited land, the aquaponic system converts fish waste into plant nutrients while plants purify the water, creating a closed-loop, zero-discharge process. The program consisted of awareness sessions, technical training, installation of aquaponic units, and community mentoring. Program outcomes indicate substantial improvements in environmental knowledge, climate adaptation awareness, and sustainable food-production skills. The system achieved 78–82% water savings, significantly reducing resource consumption compared to conventional methods. Pre- and post-training assessments showed a 90% increase in participants’ understanding of aquaponics and circular economy principles. Each production cycle generated 20 kg of Pak coy and 10 kg of tilapia, contributing to household nutrition and providing IDR 400,000–600,000 in additional microeconomic value through consumption and local sales. These quantitative results validate the effectiveness of aquaponic-based circular economy practices in supporting ProKlim objectives, particularly in enhancing climate adaptation, promoting sustainable resource use, and strengthening community empowerment in limited urban spaces.