Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Adam dan Kristus: Studi Komparasi Antara Penghukuman Dan Pembenaran Allah Berdasarkan Roma 5:18-19 Warseto Freddy Sihombing; Seri Antonius
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.268

Abstract

AbstractSalvation in Jesus Christ is only obtained by sinners through faith. Without faith in Jesus Christ, no one will be saved. God only justifies those who believe in Jesus Christ, so they will not receive God's wrath. By inductive method, this article explores the truth of apostle Paul's statement in Romans 5:18-19; that disobedience of first Adam made all men being sinful and cursed. On the other hand, the Jesus Christ’s obedience as the second / last Adam has made sinful men being right before God and have hope for eternal life. Paul gives a comparison between Adam and Christ — between the first Adam and the last Adam. The first Adam has caused men (his descendants) commite to sin, but the second/last Adam has finally provided a way out of God’s punishment and wrath. This is a great grace of God.Keywords: first adam; second adam; obedience; disobedience; justification; comparisonAbstrakKeselamatan di dalam Yesus Kristus hanya diperoleh orang berdosa melalui iman. Tanpa iman kepada Yesus Kristus, seorang pun tidak akan beroleh keselamatan. Allah hanya membenarkan mereka yang beriman kepada Yesus Kristus, dengan demikian mereka tidak akan mengalami murka Allah. Dengan metode induktif, artikel ini menggali kebenaran dari pernyataan rasul Paulus dalam Roma 5:18-19; bahwa ketidataaktaatan Adam pertama telah menjadikan semua manusia berdosa dan terkutuk. Di pihak lain, ketaatan Yesus Kristus sebagai Adam kedua/terakhir telah menjadikan manusia yang telah berdosa tersebut benar di hadapan Allah dan memiliki pengharapan untuk memperoleh hidup kekal. Paulus memberikan sebuah komparasi antara Adam dan Kristus—antara Adam pertama dan Adam terakhir. Adam pertama telah mengakibatkan manusia (keturunannya) berdosa, tetapi Adam kedua/terkahir telah  memberikan jalan keluar dari penghukuman dan murka Allah. Ini merupakan kasih karunia Allah yang besar.Kata-kata kunci: adam pertama, adam kedua, ketaatan, ketidaktaatan, pembenaran,                   komparasi
Adam dan Kristus: Studi Komparasi Antara Penghukuman Dan Pembenaran Allah Berdasarkan Roma 5:18-19 Warseto Freddy Sihombing; Seri Antonius
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.268

Abstract

AbstractSalvation in Jesus Christ is only obtained by sinners through faith. Without faith in Jesus Christ, no one will be saved. God only justifies those who believe in Jesus Christ, so they will not receive God's wrath. By inductive method, this article explores the truth of apostle Paul's statement in Romans 5:18-19; that disobedience of first Adam made all men being sinful and cursed. On the other hand, the Jesus Christ’s obedience as the second / last Adam has made sinful men being right before God and have hope for eternal life. Paul gives a comparison between Adam and Christ — between the first Adam and the last Adam. The first Adam has caused men (his descendants) commite to sin, but the second/last Adam has finally provided a way out of God’s punishment and wrath. This is a great grace of God.Keywords: first adam; second adam; obedience; disobedience; justification; comparisonAbstrakKeselamatan di dalam Yesus Kristus hanya diperoleh orang berdosa melalui iman. Tanpa iman kepada Yesus Kristus, seorang pun tidak akan beroleh keselamatan. Allah hanya membenarkan mereka yang beriman kepada Yesus Kristus, dengan demikian mereka tidak akan mengalami murka Allah. Dengan metode induktif, artikel ini menggali kebenaran dari pernyataan rasul Paulus dalam Roma 5:18-19; bahwa ketidataaktaatan Adam pertama telah menjadikan semua manusia berdosa dan terkutuk. Di pihak lain, ketaatan Yesus Kristus sebagai Adam kedua/terakhir telah menjadikan manusia yang telah berdosa tersebut benar di hadapan Allah dan memiliki pengharapan untuk memperoleh hidup kekal. Paulus memberikan sebuah komparasi antara Adam dan Kristus—antara Adam pertama dan Adam terakhir. Adam pertama telah mengakibatkan manusia (keturunannya) berdosa, tetapi Adam kedua/terkahir telah  memberikan jalan keluar dari penghukuman dan murka Allah. Ini merupakan kasih karunia Allah yang besar.Kata-kata kunci: adam pertama, adam kedua, ketaatan, ketidaktaatan, pembenaran,                   komparasi
Status Beragama versus Hidup Beragama Flesia Nanda Uli Boangmanalu; Warseto Freddy Sihombing; Seri Antonius
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 21, No 1 (2023): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v21i1.2016

Abstract

Artikel ini didasari oleh semakin merosotnya  kesadaran manusia didalam memaknai agama yang dianutnya.  Terkadang agama hanya dipandang sebagai pelengkap identitas saja. Sehingga manusia lalai dengan peran dan tanggung jawabnya terhadap agama yang dianutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan keadaan individu yang menghadirkan dan yang tidak menghadirkan  tanggung jawab didalam menyikapi jasa agama bagi dirinya. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif yaitu menganalisis, membandingkan dan menyimpulkan berbagai pendapat dari buku sumber/jurnal dari berbagai ahli mengenai pengaruh kehadiran dan ketidak hadiran tanggung jawab seseorang didalam menyikapi jasa agama. Respon terhadap agama sudah pasti  memberikan dampak agama itu sendiri bagi penganutnya.  Agama memberikan makna bagi manusia agar tidak memiliki tatanan hidup yang buruk dan merespon agama dengan penuh tanggung jawab kepada Tuhan yang telah memberi amanat.
Pandangan Kristen dan Islam Tentang Injil Hondo, Wantri; Sihombing, Warseto Freddy; Antonius, Seri; Sitompul, Sabar Rudi
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.1631

Abstract

AbstrakBagi orang Kristen, Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah merupakan bagian Perjanjian Baru dari Alkitab yang membahas tentang sejarah Yesus dari kelahiran-Nya sampai kematian dan kebangkitan dan kenaikkan-Nya. Adanya Pemberitaan Injil dalam ayat Al-Qur'an, memuat wawasan bagi Islam bahwa Kitab Suci itu benar dan kepada Nabi Isa diturunkan sebagai kitab petunjuk, merupakan sumber ajaran Kristen pada masa itu sampai wahyu. Ayat-ayat  Kitab Suci yang memuat pengetahuan yang memberikan wawasan buat Islam bagi para ulama, tentang sikap mereka terhadap Kitab Suci, apakah mereka masih menganut dan mempercayai Kitab Suci tersebut. Dapat juga dipergunakan untuk mengklarifikasi fakta bahwa Alkitab sudah menjadi kitab Kristen yang sudah mereka anggap benar. Mungkinkah Alkitab sesuai  apa dipahami Al-Quran. Satu-satunya Kitab menurut Al-Quran diyakini diturunkan Allah SWT yaitu Injil. Menurut kepercayaan umat Islam bahwa Injil ini diturunkan  Allah SWT  pada Nabi Isa as sebagai teladan dan ajaran bagi ahli-ahli kitab, umat Yahudi dan umat Nasrani pada saat itu. Hakikat dogma yang ada dalam Kitab Suci adalah tauhid, yaitu dogma untuk mengesahkan Allah SWT. Umat Islam memahami dan percaya bahwa Alkitab itu benar, hanya satu dan diwahyukan kepada Yesus sebagai yang utus Allah SWT. Kata Injil dalam Al-Quran disebutkan dua belas kali dan terkandung pada enam surat, yaitu Surat Imran 3:3, 48, 50, 65; QS.Al-Hadid 57:27; Al-Maidah 5:46, 47, 66, 68, 110; QS. Al-A'raf 7:157; QS. Al-Fath 48:29; QS. Al-Taubah 9:111.Kata kunci: Kristen, Islam, Injil.
Pengembangan Buku Panduan Model Non-Blok Pembelajaran Tiga Semester di Luar Prodi: Kajian tentang Kurikulum Kampus Merdeka di Prodi Kepemimpinan Kristen Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, Tahun 2021 Sinambela, Maringan; Butarbutar, Grecetinovitria M.; Tarigan, Seri Antonius; Sitanggang, Rawatri; Sitanggang, Juli Sastra
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 4, No 2: Pebruari 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v4i2.83

Abstract

Dalam persiapan pelaksanaan Pembelajaran Tiga Semester di Luar Prodi Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka di Prodi Kepemimpinan Kristen adalah sangat diperlukan panduan yang mengatur dan mengarahkan kegiatan tersebut. Sehingga Buku Panduan Pembelajaran Tiga Semester di Luar Prodi akan memuat petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan pembelajaran tiga semester di luar prodi. Artikel ini bertujuan untuk membuat Pengembangan Buku Panduan Model Non-Blok PembelajaranTiga Semester di Luar Prodi (Kurikulum Kampus Merdeka di Prodi Kepemimpinan Kristen Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Tahun 2021) dan mengetahui respon ahli dan pengguna mengenai kelayakan isi dan kelayakan struktur penyajian Buku Panduan yang dikembangkan. Artikel ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan  atau Research and Development (R&D). Dari hasil penilaian responden mengenai Buku Panduan Model Non Blok Pembelajaran Tiga Semester Di Luar Prodi  Prodi Kepemimpinan Kristen Fakultas Ilmu Teologi IAKN Tarutung jenjang kualifikasi kriteria  kelayakan  oleh dosen ahli sebesar 94,64%, jenjang kualifikasi kriteria  kelayakan  oleh oleh dosen ahli konstruk sebesar 93,75 % dan uji coba produk dengan tingkat ketercapaian 88,02 % dengan kriteria “Tidak Perlu Direvisi.”
Kreativitas Kepemimpinan Pendeta Perempuan di GKPI Wilayah VI Silindung: Suatu Kajian Feminisme Kultural Sihombing, Nursalina; Situmorang, Meditatio; Tamba, Tiffany; Antonius, Seri; Gea, Ibelala
Areopagus : Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen Vol 22, No 1 (2024): Maret
Publisher : IAKN Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/ja.v22i1.2342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas kepemimpinan pendeta di GKPI Wilayah VI Silindung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam, dokumentasi untuk memperoleh informasi dan data melalui informan utama yaitu pendeta perempuan di GKPI Wilayah VI Silindung dan informan lainnya yaitu pendeta laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di GKPI Wilayah VI Silindung, pendeta perempuan diterima dengan baik sebagai pemimpin, menandakan adanya kesetaraan gender dalam kepemimpinan dan penolakan terhadap seksisme di gereja. Hal ini juga menggambarkan proses emansipasi perempuan dalam kepemimpinan gerejawi. Kreativitas dalam kepemimpinan pendeta perempuan di GKPI Wilayah VI Silindung menjadi titik sorot yang mengubah citra gereja secara positif. Pendeta perempuan memperlihatkan inovasi dalam pelayanan gerejawi, seperti merancang lukisan-lukisan yang menarik dan unik, mengembangkan kerajinan tangan jemaat seperti tenunan dengan melibatkan tokoh-tokoh lokal, serta mengadakan seminar-seminar yang berhubungan dengan profesi jemaat seperti pelatihan pembuatan pestisida organik dan kompos dari sampah. Selain itu, mereka juga menggelar lokakarya yang bertujuan untuk memberdayakan jemaat dalam aspek kehidupan rohani dan sosial.
Peran Homiletika Dalam Membangun Pemahaman Alkitab Di Era Globalisasi Seri Antonius Tarigan; Mawarni Hutagalun; Rahayu Sianturi; Nainggolan
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i1.3342

Abstract

Homiletics, as the art and science of conveying sermons or messages from God's word, has an important role in building understanding of the Bible in the era of globalization. In the context of a modern world full of information and cultural challenges, homiletics must be able to bridge the messages of the Bible with the needs of congregations living amidst global complexity. This research aims to explore how homiletics can adapt to current developments, use a relevant and contextual approach, and remain faithful to the truth of God's word. The method used in this research is a qualitative approach with literature study and analysis of homiletical practices in various church contexts. The research results show that preachers need to understand the needs of the congregation holistically and use creative communication methods, such as the use of digital technology, contextual narratives, and a dialogic approach. In addition, emphasis on the integrity of the preacher and sensitivity to the challenges of globalization, such as the relativism of truth and secularism, are important factors in conveying the Bible's message effectively. This research concludes that homiletics plays a role as a spiritual transformation tool that is relevant in the era of globalization by responding to the challenges of the times through conveying contextual, applicable and inspirational Bible messages. The emphasis on the use of digital media and a contextual hermeneutical approach is expected to help congregations not only understand God's word, but also apply it in everyday life. Homiletics that is relevant in the era of globalization is homiletics that brings God's word to life and has a real impact in an ever-changing world.
Transformasi Penyampaian Firman Dari Mimbar ke Media Sosial Seri Antonius Tarigan; Remember Sitorus; Rostiar Mitaenjelina Simorangkir
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i1.3343

Abstract

The advancement of information technology has influenced various aspects of life, including the practice of delivering the Word of God. This article explores the transformation of sermon delivery from conventional pulpits to social media platforms. The primary focus of this study is on how this transformation affects spiritual communication patterns, congregation connectivity, and the sustainability of Christian values in the digital era. Using a phenomenological approach, this article reveals that social media has the potential to expand the reach of ministry but also requires spiritual leaders to adopt strategic and ethical approaches in its use. This transformation brings new challenges, such as the risk of shallow message delivery, the potential for theological distortion, and the limited digital literacy among both ministers and congregants. Social media, with its fast-paced and condensed nature, often encourages the delivery of shorter messages, necessitating caution to ensure that the core message of the Word of God remains intact. Platforms like Facebook, Instagram, and TikTok present unique opportunities to reach the digital generation but also demand a creative, relevant, and Biblically aligned approach. Contextualizing the message becomes key, enabling the Word of God to be delivered in an engaging and easily understood format without diminishing its profound meaning.
Death and Eternal Life: Sebuah Pandangan Tentang Kematian Orang Percaya untuk Menyongsong Keabadian dengan Penuh Harapan Barus, Devi Afriani; Antonius, Seri; Sitompul, Sabar Rudi
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 1 (2024): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i1.2442

Abstract

 Kematian adalah situasi yang dihadapi semua manusia di akhir hidup mereka. Bahkan ketika ajaran Kekristenan tentang kehidupan setelah kematian telah diterima secara luas oleh umat percaya, kebanyakan orang Kristen masih sulit menerima kematian sebagai bagian dari kehidupan mereka. Beberapa umat percaya cenderung menghindari atau mempertanyakan situasi dan orang-orang yang mengasihi mereka karena ketidaksiapan mereka dalam menghadapi kematian. Orang Kristen diundang untuk menerima dan mengakui kematian sebagai fakta yang tak terelakkan, tetapi juga sebagai kenyataan yang membawa harapan bagi kebangkitan dan kehidupan abadi. Artikel ini mencoba untuk mengeksplorasi beberapa perspektif alkitabiah, dan teologis yang dapat menggarisbawahi keterkaitan antara kematian, kebangkitan dan pengharapan akan adanya kehidupan abadi. Kematian orang Kristen dapat menerangi ketika dilihat sebagai kesempurnaan dan pemenuhan umat manusia, sebagai proses transformasi kehidupan manusia, dan sebagai perjalanan umat beriman menuju keabadian bersama Allah Bapa.
Dinamika Berteologi: Sebuah Kajian Rancang Bangun Soteriologi dan Kristologi Gereja Sidang Jemaat Pentakosta Di Indonesia Imeldawati, Tiur; Sihombing, Warseto Freddy; Antonius, Seri; Sitompul, Sabar Rudi; Pinayungan, Presman Anju
Jurnal Teologi Cultivation Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v8i2.2510

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi dinamika yang terjadi dalam kehidupan bergereja dan dinamika berteologi yang terjadi dalam tubuh GSJPDI sebagai salah satu denominasi gereja di Indonesia yang merupakan aliran dari gereja pentakosta. Otonomi yang sangat kuat dimiliki oleh gereja lokal dimana para founder pendiri gereja ini telah menerima berbagai perbedaan dalam pandangan atau ajaran dan menuangkannya sebagai motto. Sifat otonomi penuh ini merupakan hal yang menjadi kekuatan namun di sisi lain bisa menjadi kelemahan dikarenakan bisa muncul beragam dinamika dalam berteologi. Sebagai contoh ada gereja lokal yang condong kepada ajaran pengagung nama Yahweh, ada yang condong kepada pengajaran mempelai, ada yang condong kepada pengajaran tabernakel dengan pola tiga ibadah pokok dan ada yang condong kepada teologi aliran pentakosta pada umumnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan dinamika yang terjadi dalam berteologi dan rancang bangun teologi khususnya Kristologi dan Soteriologi yang perlu dibangun dalam wawasan teologis GSJPDI itu sendiri. Dengan metode kualitatif berupa studi pustaka dilakukan kajian teologis dan merancangkan bentuk-bentuk pelayanan yang mungkin dilakukan untuk membangun dasar teologi yang alkitabiah dalam kehidupan jemaat. Penelitian ini bermanfaat bagi jemaat lokal dan bagi penulis dan bagi studi lanjutan perihal tema sejenis. Dinamika merupakan hal yang lumrah hanya saja dinamika ini perlu disikapi dengan benar dan berdasarkan kebenaran Alkitab.