Dhandi Wijaya
Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN GINGIVITIS PADA PEROKOK REMAJA DI DESA KUANG DALAM TIMUR, KEC. RAMBANG KUANG KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2021 Tri Syahniati; Wanda Chairunnisa; Sulaiman Sulaiman; Dhandi Wijaya
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.969

Abstract

Background: Smoking is one of the bad habits that are often encountered in everyday life. Smoking habits can cause various diseases in the body, one of which is gingivitis or gingivitis. Gingivitis is usually characterized by changes in the color and texture of the gingiva/gums in accordance with the continuous increase in the inflammatory process. Objective: To find out the description of gingivitis in adolescent smokers in Kuang Dalam Timur Village, Rambang Kuang District, Ogan Ilir Regency in 2021. Methods: This is a descriptive study. The sample size in this study were 60 people who were taken using total sampling technique. Results: In all respondents with a duration of smoking <5 years to >10 years, most of them experienced moderate gingivitis, and in all types of smokers, most of them also experienced moderate gingivitis but in heavy smokers there was no normal (healthy) gingiva. Most of the filter smokers suffer from moderate gingivitis (47%) and the non-filter smokers mostly have severe gingivitis (57%) and there is no normal gingiva. Mild gingivitis mostly affects the lower jaw (44%), moderate gingivitis mostly affects the upper jaw (37%), and severe gingivitis affects both the lower and upper jaws. Conclusion: The duration of smoking and the number of cigarettes smoked tend to aggravate gingivitis. Non-filter cigarettes are more likely to cause gingivitis than filter cigarettes. The degree of gingivitis affects the extent of the gingival area affected.
PENGEMBANGAN WEBSITE EDUKASI PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT UNTUK ORANG TUA/PENGASUH ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL DI SLB-C KARYA IBU Dhandi Wijaya; Popyta Wulandari; Sri Wahyuni; Abu Hamid
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3910

Abstract

Latar belakang: Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak disabilitas intelektual memerlukan perhatian khusus dari orang tua atau pengasuh karena keterbatasan kemampuan anak dalam menjaga kebersihan gigi secara mandiri. Kurangnya media edukasi yang sesuai menyebabkan pemahaman orang tua/pengasuh masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang mudah diakses, menarik, dan sesuai dengan karakteristik sasaran. Tujuan: Mengembangkan website edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut untuk orang tua/pengasuh anak disabilitas intelektual di SLB-C. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 7 validator (ahli materi dan ahli media) serta 42 responden orang tua/pengasuh. Data diperoleh melalui lembar validasi dan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif dan uji statistik paired sample t-test. Hasil: Hasil validasi menunjukkan bahwa media website berada pada kategori sangat valid, dengan nilai ahli media sebesar 95%, ahli materi kesehatan gigi dan mulut sebesar 88,7%, dan ahli materi disabilitas intelektual sebesar 87%. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan pengetahuan, dimana nilai rata-rata pre-test sebesar 50,95 meningkat menjadi 87,62 pada post-test dengan selisih sebesar 36,67. Kesimpulan: Website edukasi yang dikembangkan layak digunakan sebagai media edukasi bagi orang tua atau pengasuh anak disabilitas intelektual dan berpotensi meningkatkan pengetahuan dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.