Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

POTENSI LIKUIFAKSI PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG DI DESA TRIHARJO, WATES, KULON PROGO, D.I. YOGYAKARTA Amalia Suciati; Dwi Fitri Yudiantoro; Purwanto Purwanto
KURVATEK Vol 7 No 1 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i1.2294

Abstract

Bahaya ikutan gempa salah satunya adalah likuifaksi. Menyadari kondisi geologi ini pemerintah D.I. Yogyakarta mempertimbangkan dan memperhitungkan risiko dengan melakukan upaya mitigasi, salah satunya dengan mengkaji potensi bahaya likuifaksi pada rencana pembangunan Embarkasi Haji Yogyakarta di Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik endapan aluvial terhadap potensi likuifaksi pada perencanaan pembangunan Gedung. Metode yang digunakan adalah metode deterministic dan probabilistic. Data yang digunakan adalah data geolistrik, muka air tanah, bor SPT, granulometri dan mekanika tanah. Hasil penelitian menunjukkan faktor keamanan terhadap likuifaksi lapisan 1 (0-1m) FS kritis di Mw 3.7, lapisan 2 (1–6m) FS kritis di Mw 4.5, lapisan 3 (6–9 m) FS kritis di Mw 3.8, lapisan 4 (9–13 m) FS kritis di Mw 3.5 dan lapisan 5 (13–20 m) FS kritis di Mw 3.0. Menginterpretasi likuifaksi daerah tersebut maka dalam pengembangan wilayah ini harus memperhatikan bahaya gempa dan bahaya likuifaksi.
Dampak Konversi Tata Guna Lahan di Daerah Resapan Terhadap Penurunan Cadangan Airtanah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sutanto Sutanto; Purwanto Purwanto; Intan Paramita Haty
PROMINE Vol 3 No 1 (2015): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.995 KB) | DOI: 10.33019/promine.v3i1.89

Abstract

Utilization of land use in the Daerah Istimewa Yogyakarta Province resulted in an increase insubsidence and reduced groundwater recharge area of rainwater in catchment areas. The aim of thisstudy was to determine the area of agricultural land were converted to housing, other infrastructure,and the mining area during the last 5 years, as well as to analyze changes in the hydrological systemdue to land conversion, especially the water supply to the area of the aquifer. This study is asummary based on secondary data collection, observation and description in the field, measurementsof rock permeability and infiltration, as well as laboratory and studio work. Employment in the field isalso observed for conversion of land use that occurred and compare the physical properties of rocksbefore and after conversion. Evaluation is emphasized on the water balance equilibrium calculationhas been calculated on the amount of percentage changes in land use and analysis of the impact ofthe conversion of land use in the catchment area to change the content of groundwater. Based onthe results of the calculation of the projected reserves of groundwater due to land conversion, waterreserves and infiltrasiakan volume continued to decline from year to year. This study is expected bythe general public is expected to use the existing land well and wisely with regard to groundwaterreserves so that it can minimize the reduction in water reserves and infiltration from year to year.
Perubahan Sistem Kelestarian Air Tanah di Cekungan Air Tanah Wates Akibat Pembangunan Bandara Internasional Temon Kabupaten Kulonprogo DIY Purwanto Purwanto; Arif Rianto Budi Nugroho; Intan Paramita Haty
PROMINE Vol 3 No 2 (2015): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.755 KB) | DOI: 10.33019/promine.v3i2.98

Abstract

Underground water is a component in the hydrological cycle, formed by rainwater that seeped into thesoil and flows through the media layer of rock (aquifer) in groundwater basin. Wates basin’sgrounwater includes the Wates District, Temon, Panjatan, Lendah, Brosot, a little part of the DistrictSentolo and Pengasih located in Unit Plateau of volcanics fluvio, beach units and sand dunes with thealluvial material consisting of sand, gravel, silt, and clay, flat morphology, relatively lithology andgroundwater characteristics. This lithology is potential with the occurrence of groundwaterconservation system changes, if there is excessive ground water extraction in the region which can becharacterized by the increase in salinity in ground water. The main objective of this study is to assessthe full qualitative and quantitative groundwater in the Basin Groundwater Wates International Airportdue to Temon airport construction in relation to maintaining the sustainability of groundwater systems.The methods in this study consists of several steps, starting from observation and rock’s/soildiscribtion include: measurement of rock bedding, measurement of geological structural elements,observation of morphological conditions, and sampling soil / rock to be tested in laboratory about thecontent of the mineralogy, texture and structure. Observation of surface water and groundwater isdone by testing the physical properties of the surface water include: smell, taste, turbidity, temperature(T), acidity (pH), electrolit conductivity (EC), and taking water samples to be tested in the laboratory todetermine the elements it contains a chemical that results will be used to created Diagrams Stiff andTrilinier. Estimation of resistivity (geoelectric) was conducted to determine the condition of the soil/rockbelow the surface to a depth of more than 75 m, with the aim to determine the configuration of theaquifer both laterally and vertically, the results of which will provide an overview/three-dimensionalcross-section of the local groundwater system deposits carefully situations and recharge area. Thecross-sectionwill shown information quantity/amount of groundwater and the identification of the coasttowards the potential intrusion of sea water. The results of mineralogical analysis of rocks andhydrochemical groundwater will provide information on the distribution of groundwater quality. Thisquality conditions will certainly change with the start of construction of the airport and afterconstruction of the airport. Information about the mineralogical content of rocks, hydrochemicalcontent of water and aquifer configuration will be able to contribute to efforts in the area ofgroundwater International Airport Temon, DIY.
GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG UNTUK MITIGASI LONGSOR DESA CIWUNI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KESUGIHAN, KABUPATEN CILACAP, PROVINSI JAWA TENGAH Zahrotul Istiqomah; Purwanto Purwanto; Herry Riswandi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v9i2.9514

Abstract

Daerah penelitian secara administratif terletak di Desa Ciwuni dan sekitarnya, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada UTM WGS 1984 Zona 49 S dengan koordinat 289711 mE-284701 mE dan 9156909 mS-9161368 mS. Luas daerah penelitian yaitu 25 km2 dengan skala peta 1:12.500. Berdasarkana hasil interpretasi dari peta topografi, daerah penelitian berkembang pola pengaliran radial, subdendritik dan subparalel. Secara geomorfoglogi daerah penelitian dibagi menjadi lima satuan bentuklahan yaitu bentuklahan perbukitan struktural (S1), bentuklahan pineplain (D1), bukit sisa (D2), dan bentuklahan dasar sungai (F1) dan dataran aluvial (F2). Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas tiga satuan batuan dengan urutan paling tua ke muda, yaitu satuan batupasir Halang, intrusi basalt, dan endapan aluvial. Struktur geologi yang berkembang berupa kekar, sesar dan lipatan dengan arah tegasan utama relatif utara-selatan. Berdasarkan pengamatan massa batuan didapatkan nilai Rock Mass Rating (RMR) berkisar baik-sedang. Analisis kestabilan lereng menggunakan Metode Kesetimbangan Batas pada lereng dengan material tanah didapatkan nilai faktor keamanan (FK) pada lereng 1 yaitu 1.284; lereng 2 yaitu 1.428 dan lereng 3 yaitu 1.198. Berdasarkan analisis kestabilan lereng dengan Metode Elemen Hingga pada lereng batuan didapatan nilai Strength Reduction Factor (SRF) pada lereng 4 yaitu 1.75; lereng 5 yaitu 4.8; lereng 6 yaitu 4.81 dan pada lereng 7 sebesar 6.4. Analisis kinematik didapatkan potensi longsoran pada lereng 4A berupa longsoran bidang dan lereng 4B berupa longsoran baji. Upayapengendalian longsoran pada lereng dilakukan dengan memperkecil gaya penggerak yaitu mengubah geometri lereng dan pembuatan saluran air. Selain itu juga dengan cara memperbesar gaya penahan lereng dengan memilih vegetasi jenis tertentu dan membangun dinding penyangga.Kata Kunci : RMR, Metode Kesetimbangan Batas, Metode Elemen Hingga, Analisis Kinematik.
GEOLOGI DAN MODEL MATEMATIS PENGARUH GETARAN BLASTING TERHADAP KESTABILAN LERENG “X” KECAMATAN KURANJI, KABUPATEN TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN Aldino Fadlie Saputra; Purwanto Purwanto; Ediyanto Ediyanto
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v8i2.9646

Abstract

Batubara merupakan salah satu sumber daya energi terbesar di dunia yang pemanfaatnya lebih kurang 40% sebagai bahan bakar pembangkit listrik serta juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar utama dalam produksi baja, semen, pusat pengolahan alumina dan lain sebagainya. Kebutuhan pasar dunia yang besar membuat perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia banyak memproduksi batubara, salah satunya adalah PT.Borneo Indobara. Perusahaan ini berlokasi pusat di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dan memulai tahapan eksplorasi pada tahun 2008 dengan luas wilayah berdasarkan Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batubara (PKP2B) seluas 24.100 Ha. Secara geografis daerah penelitian masuk ke dalam Zona 50S UTM WGS 1984 dengan koordinat X: 346307--349342 dan Y: 9608358--9610910. Selama ini proses pembongkaran lapisan tanah penutup (overburden) hanya dilakukan dengan cara pemberaian menggunakan alat berat (ripping), namun pada tahun awal tahun 2020 ditemukan adanya penurunan produktivitas alat gali dan muat dalam proses pembongkaran overburden pada target lapisan batubara D blok Girimulya, berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan pembongkaran overburden menggunakan metode peledakan (blasting), namun kondisi aktual dilapangan setelah dilakukannya peledakan menunjukkan adanya longsoran kecil yang terjadi pada lereng tambang di area PIT sehingga perlu dilakukan analisis mengenai dampak peledakan terhadap kestabilan lereng agar tidak terjadi hal serupa yang dapat membahayakan keselamatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh getaran yang ditimbulkan oleh proses peledakan terhadap nilai faktor keamanan (FK) dari kestabilan lereng tambang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berupa pemetaan di lapangan serta ditunjang dengan data yang telah tersedia oleh perusahaan serta akan dibagi menjadi beberapa tahapan-tahapan yaitu tahapan pendahuluan, tahapan pengambilan data, tahapan analisis data dan tahapan penyusunan publikasi. Hasil penelitian menunjukkan secara geomorfologi daerah tersebut dibagi menjadi 2 bentuk asal yaitu bentuk asal denudasional yang terdiri atas bentuk lahan perbukitan denudasional (D1) & kaki lereng (D2) dan bentuk asal antropogenik yang terdiri atas bentuk lahan lereng sidewall (A1), lereng highwall (A2), lereng lowwall (A3), sump (A4), settling pond (A5), run of mine (A6) dan disposal (A7). Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda yaitu satuan batupasir Warukin, satuan batulempung Warukin dan material disposal, dengan lingkungan pengendapan transitional lower delta plain menurut Horne (1978).Kondisi geologi struktur yang berkembang yaitu berupa kekar yang terdapat pada batubara (face cleat) dipengaruhi oleh tegasan utama yang berarah tenggara-baratlaut. Rekapitulasi data getaran selama bulan Januari hingga Maret berupa PPV (peak particle velocity), frekuensi, lokasi Vibracord yang menghasilkan hubungan antara percepatan horizontal maksium (a max) dan jarak perekaman getaran dengan persamaan yaitu a max = 697,45(jarak) -1,685 dengan R2 (koefisien determinasi berganda) sebesar 0,6775. Hasil analisis kestabilan lereng menggunakan metode Spencer serta dipengaruhi oleh zona kegempaan Kalimantan Selatan sebesar 0,03 g pada sayatan A-A’ yang mewakili lereng highwall bagian utara menunjukkan nilai FK sebesar 3,288, pada sayatan B-B’ yang mewakili lereng highwall bagian selatan menunjukkan nilai FK sebesar 2,449 dan pada sayatan C-C’ yang mewakili lereng sidewall menunjukkan nilai FK sebesar 1,873. Hubungan antara nilai FK dari kestabilan lereng dengan percepatan horizontal maksimum dan jarak area blasting menghasilkan nilai maksimal getaran yang bisa diterima oleh sayatan A-A’ yang mewakili lereng higwall bagian utara sebesar 0,3 g dengan FK 1,182 serta jarak minimal 100 m, sayatan B-B’ yang mewakili lereng highwall bagian selatan sebesar 0,29 g dengan FK 1,178 serta jarak minimal 102 m dan sayatan C-C’ yang mewakili lereng sidewall sebesar 0,24 g dengan FK 1,188 serta jarak minimal 115 m.Kata Kunci: blasting, faktor keamanan, kestablian lereng, peak particle velocity, percepatan horizontal maksimum