Sagitarius Sagitarius
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Enam minggu latihan resistance band untuk meningkatkan power tendangan atlet taekwondo poomsae Magna Nebahatqoru; Sagitarius Sagitarius; Ira Purnamasari; Geraldi Novian
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 20, No 3 (2021): October
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v20i3.10756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan power tendangan atlet taekwondo poomsae menggunakan resistance band. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan one group pretest posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 atlet poomsae taekwondo Kabupaten Bandung Barat yang sedang menjalani pelatihan intensif untuk menghadapi kejuaraan dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Sampel diberikan treatment program latihan resistance band selama enam minggu. Sebelum dan sesudah perlakuan, dilakukan uji kekuatan margaria kalamen. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis ujibeda. Studi menunjukkan bahwa pelatihan dengan resistance band dapat meningkatkan tendangan kekuatan untuk cabang olahraga poomsae. Studi menunjukkan hasil pretest, posttest dan gain seluruh sampel terlihat bahwa seluruh sampel mengalami peningkatan hasil dari penelitian pretest dan posttest dengan rata-rata peningkatan sebesar 32,88%. Berdasarkan ujibeda diperoleh signifikansi hitung 0,001 disimpulkan bahwa latihan resistance band dapat diterapkan dalam proses pelatihan atlet poomsae cabang olahraga taekwondo agar peningkatan power tendangan bisa lebih maksimal dan atlet tidak merasa jenuh akibat latihan yang monoton.
Pengaruh Metode Latihan Plyometrik Lompatan Lutut Turun dan Lompatan Kotak pada Kecepatan Tendangan Mawashi Geri pada Atlet Karate Junior Aira Septia Nurtafajti; Sagitarius Sagitarius; Geraldi Novian
Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science Vol 5 No 4 (2025): December: Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ijpess.v5i4.1742

Abstract

Study Purpose. The background of this study is the low kicking speed of several junior karate athletes, which impacts the effectiveness of attacks during competition. The aim of this study is to improve the kicking quality, specifically the speed of the mawashi geri kicks of junior karate athletes. Materials and Methods. The research method used was an experiment with a two-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 10 junior karate athletes with an age range of 15-17 years who were divided into two groups, namely the knee jump training group and the box jump training group . The research instrument used was a mawashi geri kick speed test by recording the time needed to perform three kicks as quickly as possible. The tools needed include a stopwatch, a meter, and a punching bag. The data were analyzed using a normality test, a homogeneity test, a paired sample t-test, and an independent sample t-test. Results. The average percentage increase in the knee jump group was 11.84%, while the box jump group increased by 6.64%, with an overall average increase reaching 9.24%. The results of the paired sample t-test showed a significant difference between the pretest and posttest results (p <0.05), while the results of the independent sample t-test showed no significant difference between the two methods (p>0.05). Conclusion. Thus, it can be concluded that plyometric training, both bent knee jumps and box jumps, is effective in increasing the speed of mawashi geri kicks in junior karate athletes. However, bent-knee jumps yielded greater average gains than box jumps, as the coordination of the knee-to-chest jump is considered to best align with the characteristics of the mawashi geri kick technique.
Posyandu cadres prevent stunting by providing MPASI in Cibarengkok Village M. Ridwan; Salsabila Nur Afifah; Sagitarius Sagitarius
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62206

Abstract

This strengthening activity aims to evaluate the implementation of five minimum service program packages at Posyandu, with a focus on pada perbaikan gizi (PMT), buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), keluarga berencana (KB), immunization, and preventing diarrhea (P2-Diarrhea). in preventing stunting in Cibarengkok Village. The activity results show that not all Posyandu can implement the five minimum service program packages. Improving nutrition through Pemberian Makanan Tambahan (PMT) for recovery and counseling is expected to improve children under five's health and nutritional status. Outreach to Posyandu cadres is a strategic step in reaching the local community. The KIA book is considered an important tool for monitoring pregnant women's and toddlers' health, with outreach efforts involving pregnant women, mothers of toddlers, hospitals, independent practicing midwives, and Posyandu cadres. The Keluarga Berencana (KB) program limits births to create a prosperous family, while immunization is emphasized as preventing infectious diseases through cadre support. In conclusion, efforts to prevent stunting in Cibarengkok Village require close collaboration between the government, health workers, Posyandu cadres, and the community.   Abstrak Kegiatan penguatan ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi lima paket program pelayanan minimal di Posyandu, dengan fokus pada perbaikan gizi (PMT), buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), keluarga berencana (KB), imunisasi, dan penanggulangan penyakit diare (P2-Diare) dalam mencegah stunting di Desa Cibarengkok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tidak semua Posyandu dapat melaksanakan kelima paket program pelayanan minimal tersebut. Perbaikan gizi, melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan dan penyuluhan, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan status gizi balita. Sosialisasi kepada kader Posyandu menjadi langkah strategis dalam menjangkau masyarakat setempat. Buku KIA dianggap sebagai alat penting untuk memantau kesehatan ibu hamil dan balita, dengan upaya sosialisasi yang melibatkan ibu hamil, ibu balita, rumah sakit, bidan praktik mandiri, dan kader Posyandu. Program Keluarga Berencana (KB) diarahkan untuk membatasi kelahiran guna menciptakan keluarga sejahtera, sementara imunisasi ditekankan sebagai pencegahan penyakit menular melalui dukungan kader. Kesimpulannya, upaya pencegahan stunting di Desa Cibarengkok memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat.  Kata Kunci: Stunting; MPASI; program layanan Posyandu