Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Manajemen Kelas di Era Industri 4.0 Ahmad Al Yakin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 1, No 2 (2019): Peqguruang Volume 1, Nomor 2, Nopember 2019
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.826 KB) | DOI: 10.35329/jp.v1i2.328

Abstract

Perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segalanya menjadi tanpa batas (borderless) dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas (unlimited), karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin. Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta manajemen kelas dalam sekolah serta pendidikan tinggi. Kelas adalah bagian dari sekolah yang menjadi tempat siswa dan guru mewujudkan interaksi belajar mengajar. Pengelolaan kelas adalah segala aktifitas guru dan wali kelas bersama siswa untuk menumbuh kembangkan lagi mendinamisasikan organisasi kelas supaya interaksi belajar mengajar menjadi makin produktif, efektif, efisien dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran. Pengelolaan kelas bertujuan mengorganisasi kelas yang dinamis dalam penyediaan fasilitas proses belajar dan penciptaan interaksi sosial yang memungkinkan proses belajar mengajar berhasil dengan baik mencapai tujuan pendidikan. Aspek-aspek pengelolaan kelas tersebut meliputi kegiatan administratif manajemen, kegiatan operatif manajemen, kepemimpinan guru dan wali kelas. Kunci keberhasilan inovasi pengelolaan kelas terletak pada prosedur preventif dan prosedur kuratif yang menjadi bagian dari kompetensi setiap pengajar. Tulisan ini dimaksudkan untuk menguraikan bagaimana inovasi manajemen kelas dalam merespon tantangan era revolusi industry 4.0 yang tidak dapat dielakkan, sambil mencari solusi. Dalam konteks yang lebih praktis, makalah ini akan menunjukkan bagaimana pengelolaan kelas yang efektif dan inovatif sehingga dapat dioperasionalkan dalam konteks sekolah dan kampus di Indonesia.
Peranan Guru PPKn sebagai Motivator dalam Pengembangan Karakter Ahmad Al Yakin; Siti Maryam; Elisabeth Elisabeth
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 1, No 2 (2019): Peqguruang Volume 1, Nomor 2, Nopember 2019
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.178 KB) | DOI: 10.35329/jp.v1i2.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan guru PPKN sebagai motivator dalam pengembangan karakter pada siswa kelas VII DI SMPS Berbudikopian di Kabupaten Mamasa Berdasarkan hasil perhitungan nilai rata-rata angket peranan guru PPKn sebagai motivator dalam pengembangan karakter pada siswa kelas VII DI SMPS Berbudikopian di Kabupaten Mamasa.pada pembelajaran  berada pada kategori berperan tingi dengan nilai persentase hasil analisis angket sebesar 67.7%.dengan kategori berperan tinggi, meskipun masih ada karakter yang masih kurang dilakukan oleh guru yaitu karakter teliti. Sedangkan siswa yaitu pada karakter kerjasama masih kurang maksimal yaitu ketika kerja kelompok masih ada siswa yang menganggu teman kelompoknya dan tidak melaksanakan tugas dengan baik, sedangkan karakter menghargai pada saat berdoa masih ada beberapa siswa yang tidak hidmat, yang disebabkan guru tidak berperan maksimal dalam mengontrol kondisi tersebut selama proses pembelajaran berlangsung.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN ALUN-ALUN DI KOTA POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Rosmalia Rosmalia; Sukadji Sarbi; Ahmad Al Yakin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 2 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.2, Nopember 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.445 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i2.1621

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan dan Pemanfaatan Alun-Alun di Kota Polewali Serta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Warga Kota Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat pengunjung alun-alun 9 orang, pedagang Kaki Lima di alun-alun 9 orang danistansi 2 orang yang terkait dengan pengelolaan dan pemanfaatan alun-alun dengan jumlah sampel 20 Responden. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif Kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pengelolaan data maka dapat diketahui bahwa manfaat pembangun alun-alun adalah untuk mensejahterakan rakyat karena dengan adanya alun-alun ini masyarakat bisa lebih nyaman dengan menikmati keindahan yang ada didalamnya, tidak hanya itu alun-alun juga ini membantu meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya para Pedagang Kaki Lima yang ada di alun-alun tersebut. Akan tetapi disisi lain dengan adanya alun-alun ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadi tindak asusila yang sering terjadi di alun-alun kota polewali seperti, pacaran-pacaran, tempat bolos siswa dan sebagainya.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP INTRVENSI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DESA (PILKADES) DI DESA BELA KECAMATAN TAPALANG KABUPATEN MAMUJU Ahmad Al Yakin; Muh. Muzani Zulmaizar; Muhammad Awawing
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 2 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.2, Nopember 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.584 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i2.976

Abstract

Penelitian  ini membahas tentang persepsi masyarakat terhadap Intervensi Politik pada Pemilihan kepala Desa, maka yang menjadi pokok permasalahan adalah tentang praktek Intervensi politik pada Pilkades oleh para aktor politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman tentang praktik intrvensi politik yang terjadi, dan faktor yang mempengaruhi terhadap Praktik Intervensi politik pada pemilihan kepala Desa. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah pen elitian jenis kualitatif dengan pola deskriptif atau penggambaran  dalam menganalisis persepsi masyarakat terhadap kejadian kegiatan Intervensi politik. Dan juga teknik penelitian  yang digunakan adalah Wawancara dan juga Observasi untuk mengumpulkan Data dan juga informasi yang akurat dan terpercaya. Berdasarakan hasil penelitian penulis tentang Pengetahuan serta pemahaman masyarakat terhadap hukum Pilkades tidaklah minim akan tetapi sikap dan prilaku hukum  pada penyelenggaraan Pilkades belum bisa terlaksana dengan baik karena adanya tindakan Praktik intervensi politik yang dilakukan oleh Oknum karena disebabkan kurangnya kesadaran Hukum.
Peningkatan Hasil Belajar PKN Melalui Model Pembelajaran Controversial Issues Pada Peserta Didik Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Bambang Kabupaten Mamasa Ahmad Al Yakin
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 12, No 1 (2016): Pepatudzu Volume 12, Nomor 1, November 2016
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v12i1.50

Abstract

Civics learning problems in class VIII SMP Negeri 2 Bambang lies in learning model that is less able to generate the critical thinking skills of learners. The purpose of this study is; Civics improve learning outcomes through learning model Controversial Issues in Class VIII students SMP Negeri 2 Bambang Mamasa, the type of research is classroom action research, consisting of four stages; 1) planning; 2) implementation; 3) observation; and 4) reflection. Subject of the study a total of 29 people. Data collection instruments used were Observation Sheet. Problem Tests and, Dokumentasi. Teknik descriptive statistics are used to describe the study variables, such as Mean (average value), Range (interval data), Minimum Score (lowest score) and Maximum Score (highest score) and percentage. The results showed that by using model Controversial Issues in teaching civics can increase the average value of students from the first cycle to silklus II. The mean value obtained by students in the first cycle of 73.79 at the high category of 89.6% with classical completeness of 62.1%. While on the second cycle increased the value of the average grade of 83.45 at the high category amounted to 75.9% with classical completeness of 100%.
Perilaku Elit Politik Ala Selebriti Ahmad Al Yakin
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 6, No 1 (2013): Pepatudzu Volume 6, Nomor 1, November 2013
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v6i1.71

Abstract

Selebritisasi political phenomenon is rampant in Indonesia formulate study on the behavior of the political elite and the social meaning of waking up celebrity -style political behavior . Therefore, it is necessary to study to be formulated why political elites tend to use celebrity -style political maneuvering , which can contribute both theoretical and practical science . Political elite celebrity -style behavior is a phenomenon of the post-reform political pragmatism , is a product of socialization that comes as one of the factors that influence the behavior of the public and political choice . Society will impose their political choices based on information he received , which also turned out to be a political choice correlated with environmental conditions in which people lived . This makes the political choice of each person is different . Voters turn out to vote based on the information and knowledge gained about the party 's profile , figure candidates , as well as the vision and mission , but also there are voters turn out to vote despite the very minimal knowledge about the parties , candidates and also the vision and mission
MODAL SOSIAL : Komunitas Penjual Ikan Tui-Tuing Desa Mosso Majene Ahmad Al Yakin
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 4, No 1 (2012): Pepatudzu Volume 4, Nomor 1, November 2012
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v4i1.4

Abstract

The purpose of this study was to determine the general idea of community – Tui-Tuing fishmonger and how community social capital Tui-Tuing fishmonger on the beach Labuang . The study was conducted in the village of Mosso Sendana Majene districts, the majority of income as fishermen and fish sellers Tui-Tuing. The targeted data retrieval are people who work as a fishmonger Tui-Tuing. The data taken in this study is qualitative. Data were collected by in-depth interviews and observation. The results showed that as a community that sells traditional food Mandar : tui - wink tapa (smoked flying fish) and Best Japanese , and became one of livelihood in the village of the District somba Sendana Majene . The job they have done for a long time to still be in progress until today. Some elements of social capital are found in Fish Seller Tui-Tuing, including participation (participation), values and social norms (social value and norms), and trust (mutual trust). It is based on the socio-cultural and economic conditions that describe the social activities that tend to be engaged in the sale of fish Tui-Tuing.
The Impact of Soliloquy Approaches on Digital EFL Speaking Skill Instruction Hengki Hengki; Ratna Ratna; Ahmad Al Yakin
Journal of English Education and Teaching Vol. 7 No. 3 (2023): Journal of English Education and Teaching
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jeet.7.3.666-681

Abstract

This research investigates the requirement for soliloquies to be performed for the aim of developing speaking abilities using modifications of soliloquy performers whose exceptional performances have been shown. in Hamlet's famous play. This discovery calls into question the views of some critics who believe that soliloquy is irrelevant, confusing, and unneeded in the context of the play. This study highlights numerous critical points to achieve two crucial goals: practicing acting and practicing speaking English, both of which are connected. They have expressed themselves in public by listening to their conscience when unhappy and crying, when angry and shouting words accompanied by screams of irritation, and when joyful, happy, and grateful to God for the wonderful accomplishment they have achieved. Flat, low, and high notes, as well as sorrowful and glad sounds, are all played. Embody eloquence. They were aware that they were in the presence of many eyes and cameras, so they did not turn their backs on them. Dialog, characters, and facial expressions are all included. The use of words when expressing oneself through the gaze. These critical features were preserved, resulting in an outstanding performance. Their degree of performance is incredibly fulfilling; study data demonstrate that posttest scores considerably outnumber pretest scores.  Drama activities are related to speaking or oral communication. The connection between oral communication and theater is intended to bridge the gap between the classroom and the outer world. Drama activities might help to enliven and improve speaking skills.