Hengki Hengki
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

THE USE OF COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING (CLT) APPROACH THROUGH ENGLISH VILLAGE FOR IMPROVING AN TRANSACTIONAL LANGUAGE FUNCTION OF SPEAKING SKILL Hengki Hengki; Ratna Ratna
AL-ULUM : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 2 (2019): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.654 KB) | DOI: 10.31602/alsh.v5i2.2490

Abstract

The objectives of this study are to investigate the effectiveness of CLT approach in interpersonal function of speaking and to investigate the effectiveness of CLT approach in transactional function of speaking. It was an experimental study by using one-group pretest-posttest design. The target population of this study was students of English department at the Islamic University of Kalimantan Indonesia Determining one class as research sample. The achievements of the students were further compared in terms of pre-test and post-test using the dependent t-test, the study found that students who are taught with CLT approach through English Community have better score on the post-test than on the pre-test for transactional function of speaking, it found the t-test is 9.417 with critical view of t at p > 001 of one tailed test is 3.307 (df =34). It means that there is a very significant impact on students’ skill in transactional function of speaking after following English community using CLT approach.
BLENDED LEARNING: MEMBANTU SISWA SMAN 1 ALALAK, KABUPATEN BARITO KUALA MENGEJAR KETERTINGGALAN MATERI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SELAMA PANDEMI COVID-19 Hengki Hengki; Ratna Ratna; Yudha Aprizani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 1 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.37 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i1.5441

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan pengajaran kepada siswa SMAN 1 Alalak menggunakan strategi blended learning guna mengejar kertinggalan materi pada mata pelajaran bahasa Inggris selama pandemi COVID-19 sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum bisa tercapai, mensosialisasikan strategi pembelajaran berbasis blended learning kepada guru bahasa Inggris dan siswa SMAN 1 Alalak agar mampu menggunakannya dengan baik sehingga kendala dalam proses belajar mengajar dalam jaringan sebagaimana yang terjadi selama pandemi COVID-19 bisa diminimalisir. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa di SMAN 1 Alalak. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode seminar dan praktek. Pada metode seminar, tim pelaksana memberikan materi pada mata pelajaran bahasa Inggris yang dianggap tertinggal selama pandemi COVID-19. Sedangkan pada metode praktek, para peserta diminta untuk berbicara dalam bahasa Inggris pada pertemuan dengan menggunakan platform zoom dan juga dalam video. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah penggunaan strategi blended learning guna mengejar kertinggalan materi pada mata pelajaran bahasa Inggris selama pandemi COVID-19 berjalan dengan baik dan efektif, penggunaan strategi pembelajaran berbasis blended learning kepada guru bahasa Inggris dan siswa di SMAN 1 Alalak tersosialisasikan dengan baik terutama pada peserta kegiatan pengabdian
Creating realistic scenarios in teaching speaking skill through virtual English camp Covid 19 Hengki Hengki; Ratna Ratna
Journal of English Language Teaching and Learning (JETLE) Vol 4, No 1 (2022): Journal of English Language Teaching and Learning (JETLE)
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jetle.v4i1.17983

Abstract

The purpose of this study is to determine whether creating realistic scenarios (CRS) for teaching speaking skills through a Virtual English Camp is beneficial in improving students' speaking skills (VEC). Determine the impact of generating a realistic scenario through VEC on improving the capacity of English major students to deliver speeches, participate in public speaking events, participate in discussions, and participate in the debate. This study is an experiment involving a one-group pre-test and post-test design, as well as a survey design to determine the overall average of the scores. The participant of this study is 145 college students of English Majors from South Kalimantan, Indonesia. They put out a significant effort to improve their communication skills. Their trainer trained them and compelled them to refrain from acting as a language instructor during the discussion program, and instead to speak in the target language, which was English, throughout the program. During this study, it was found that students who were taught with VEC thereafter had higher post-test scores than students who were taught before they were tested for their communicative competence. Students' communicative competence increases significantly when they participate in the VEC model program to teach them speaking abilities.   
The Impact of Soliloquy Approaches on Digital EFL Speaking Skill Instruction Hengki Hengki; Ratna Ratna; Ahmad Al Yakin
Journal of English Education and Teaching Vol. 7 No. 3 (2023): Journal of English Education and Teaching
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jeet.7.3.666-681

Abstract

This research investigates the requirement for soliloquies to be performed for the aim of developing speaking abilities using modifications of soliloquy performers whose exceptional performances have been shown. in Hamlet's famous play. This discovery calls into question the views of some critics who believe that soliloquy is irrelevant, confusing, and unneeded in the context of the play. This study highlights numerous critical points to achieve two crucial goals: practicing acting and practicing speaking English, both of which are connected. They have expressed themselves in public by listening to their conscience when unhappy and crying, when angry and shouting words accompanied by screams of irritation, and when joyful, happy, and grateful to God for the wonderful accomplishment they have achieved. Flat, low, and high notes, as well as sorrowful and glad sounds, are all played. Embody eloquence. They were aware that they were in the presence of many eyes and cameras, so they did not turn their backs on them. Dialog, characters, and facial expressions are all included. The use of words when expressing oneself through the gaze. These critical features were preserved, resulting in an outstanding performance. Their degree of performance is incredibly fulfilling; study data demonstrate that posttest scores considerably outnumber pretest scores.  Drama activities are related to speaking or oral communication. The connection between oral communication and theater is intended to bridge the gap between the classroom and the outer world. Drama activities might help to enliven and improve speaking skills.  
PENGUASAAN STRUKTUR BAHASA INGGRIS : MENGASAH KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI DAN PESAN PADA TEKS BAHASA INGGRIS BAGI GURU SDN DESA SEMANGAT DALAM 3 BARITO KUALA Hengki Hengki; Ratna Ratna
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14382

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelatihan penguasaan struktur bahasa Inggris yang ditujukan untuk guru-guru SDN Semangat dalam 3 di Barito Kuala. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, mengenali jenis kosa kata, dan merangkai kalimat dengan baik. Dengan penguasaan yang lebih baik terhadap bahasa Inggris, diharapkan para guru dapat mentransfer pengetahuan dengan lebih efektif kepada murid-murid, memperluas cakupan informasi, dan berkomunikasi lintas budaya. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan pelatihan intensif di sore hari setelah jam pengajaran selesai, dengan peserta pelatihan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru, dan karyawan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, yang berdampak positif pada pengajaran dan pengembangan profesional mereka. Kesimpulannya, pelatihan dalam memahami teks bahasa Inggris tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan mempersiapkan siswa untuk tantangan global di masa depan.
PENGUASAAN STRUKTUR BAHASA INGGRIS : MENGASAH KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI DAN PESAN PADA TEKS BAHASA INGGRIS BAGI GURU SDN DESA SEMANGAT DALAM 3 BARITO KUALA Hengki Hengki; Ratna Ratna
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14382

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelatihan penguasaan struktur bahasa Inggris yang ditujukan untuk guru-guru SDN Semangat dalam 3 di Barito Kuala. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, mengenali jenis kosa kata, dan merangkai kalimat dengan baik. Dengan penguasaan yang lebih baik terhadap bahasa Inggris, diharapkan para guru dapat mentransfer pengetahuan dengan lebih efektif kepada murid-murid, memperluas cakupan informasi, dan berkomunikasi lintas budaya. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan pelatihan intensif di sore hari setelah jam pengajaran selesai, dengan peserta pelatihan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru, dan karyawan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, yang berdampak positif pada pengajaran dan pengembangan profesional mereka. Kesimpulannya, pelatihan dalam memahami teks bahasa Inggris tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan mempersiapkan siswa untuk tantangan global di masa depan.
MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS GENERASI MUDA DI LINGKUNGAN OBJEK WISATA DI KAB. BANJAR DALAM RANGKA MENUJU MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Hengki Hengki; Ratna Ratna; Yudha Aprizani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.15670

Abstract

Integrasi beberapa model pembelajaran digunakan pada proyek ini, pendekatan community language sangat diutamakan, pada model ini pelajar dianggap sebagai 'manusia seutuhnya' atau utuh (individual), artinya dosen dan guru tidak hanya memperhatikan perasaan dan kecerdasan mereka tetapi juga hubungan dengan sesama pembelajar dan keinginan mereka untuk belajar. Para pakar bahasa dalam pengamatanya sering menemukan pelajar merasa tidak nyaman dalam situasi baru.Dengan memahami perasaan takut dan sensitif pembelajar, Instruktur berupaya dapat menghilangkan perasaan negatif pelajar menjadi energi positif untuk belajar. Selain itu, Mereka pelajar juga terkadang takut terlihat bodoh di depan kelas sehingga cenderung pasif dalam kegiatan kelas. Oleh karena itu, seorang guru harus memposisikan dirinya sebagai seorang konselor yang akan memahami perasaan dan permasalahan yang dihadapi oleh warga belajarnya. Keberadaaninstruktur/ dosen tidak dilihat sebagai ancaman yang menunjukkan kesalahan dan keterbatasan para pembelajar, melainkan sebagai konselor yang berfokus pada mereka dan kebutuhannya. Tujuan menggunakan model Community learning (CL) pada program ini adalah untuk (1) membangun hubungan komunikasi dan menghilangkan rasa takut pada pelajar ketika dia belajar bahasa kedua/asing. (2) Pelajar dapat belajar bagaimana menggunakan bahasa target (bahasa yang dipelajari) secara komunikatif. (3) Menghilangkan kecemasan atau ketakutan pembelar untuk berbicara dan berkomunikasi dengan peserta lainya. Edukasi mendalam berlansung pada program ini, peserta pelatihan memperoleh capaian yang sangat mereka. Pada proses pembelajaran Seluru peserta mendapat dan merasakan ketenangan, keterlibatan secara aktif, perhatian, refleksi.Kata Kunci : Kompetensi Bahasa Inggris, Generasi Muda, Objek Wisata Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN