Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE USE OF COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING (CLT) APPROACH THROUGH ENGLISH VILLAGE FOR IMPROVING AN TRANSACTIONAL LANGUAGE FUNCTION OF SPEAKING SKILL Hengki Hengki; Ratna Ratna
AL-ULUM : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 2 (2019): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.654 KB) | DOI: 10.31602/alsh.v5i2.2490

Abstract

The objectives of this study are to investigate the effectiveness of CLT approach in interpersonal function of speaking and to investigate the effectiveness of CLT approach in transactional function of speaking. It was an experimental study by using one-group pretest-posttest design. The target population of this study was students of English department at the Islamic University of Kalimantan Indonesia Determining one class as research sample. The achievements of the students were further compared in terms of pre-test and post-test using the dependent t-test, the study found that students who are taught with CLT approach through English Community have better score on the post-test than on the pre-test for transactional function of speaking, it found the t-test is 9.417 with critical view of t at p > 001 of one tailed test is 3.307 (df =34). It means that there is a very significant impact on students’ skill in transactional function of speaking after following English community using CLT approach.
BLENDED LEARNING: MEMBANTU SISWA SMAN 1 ALALAK, KABUPATEN BARITO KUALA MENGEJAR KETERTINGGALAN MATERI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SELAMA PANDEMI COVID-19 Hengki Hengki; Ratna Ratna; Yudha Aprizani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 1 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.37 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i1.5441

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan pengajaran kepada siswa SMAN 1 Alalak menggunakan strategi blended learning guna mengejar kertinggalan materi pada mata pelajaran bahasa Inggris selama pandemi COVID-19 sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum bisa tercapai, mensosialisasikan strategi pembelajaran berbasis blended learning kepada guru bahasa Inggris dan siswa SMAN 1 Alalak agar mampu menggunakannya dengan baik sehingga kendala dalam proses belajar mengajar dalam jaringan sebagaimana yang terjadi selama pandemi COVID-19 bisa diminimalisir. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa di SMAN 1 Alalak. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode seminar dan praktek. Pada metode seminar, tim pelaksana memberikan materi pada mata pelajaran bahasa Inggris yang dianggap tertinggal selama pandemi COVID-19. Sedangkan pada metode praktek, para peserta diminta untuk berbicara dalam bahasa Inggris pada pertemuan dengan menggunakan platform zoom dan juga dalam video. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah penggunaan strategi blended learning guna mengejar kertinggalan materi pada mata pelajaran bahasa Inggris selama pandemi COVID-19 berjalan dengan baik dan efektif, penggunaan strategi pembelajaran berbasis blended learning kepada guru bahasa Inggris dan siswa di SMAN 1 Alalak tersosialisasikan dengan baik terutama pada peserta kegiatan pengabdian
PELATIHAN METODOLOGI PENELITIAN DAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH TERHADAP GURU-GURU SD DI HANDIL BAKTI, DESA SEMANGAT DALAM KEC. ALALAK KAB. BATOLA Ratna Ratna; Hengki Hengki
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.399 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i2.3933

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk 1) meningkatkan pemahaman guru-guru SD di HandilBakti Desa Semangat Dalam Kec. Alalak Kab. Batola tentang Penelitian TindakanKelas (PTK) & penelitian eksperimen, 2) meningkatkan pemahaman guru-guru SD diHandil Bakti Desa Semangat Dalam Kec. Alalak Kab. Batola tentang cara penyusunankarya tulis ilmiah (laporan) PTK & penelitian eksperimen, 3) meningkatkan motivasiguru-guru SD di Handil Bakti Desa Semangat Dalam Kec. Alalak Kab. Batola dalammelaksanakan kegiatan PTK & penelitian eksperimen. Khalayak sasaran dalam kegiatanpengabdian ini adalah guru-guru SD di Handil Bakti, Desa Semangat Dalam Kec.Alalak Kab. Batola. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian iniadalah metode seminar dan praktek. Pada metode seminar, tim pelaksana memberikanteori tentang metodologi PTK & eksperimen serta cara menyusun laporannya.Sedangkan pada metode praktek, para peserta diminta untuk menyusun karya tulisilmiah (laporan PTK & eksperimen). Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah1) pemahaman guru-guru SD di Handil Bakti Desa Semangat Dalam Kec. Alalak Kab.Batola tentang PTK & eksperimen semakin meningkat, 2) pemahaman guru-guru SD diHandil Bakti Desa Semangat Dalam Kec. Alalak Kab. Batola tentang cara penyusunankarya tulis ilmiah dalam hal ini laporan PTK & eksperimen semakin baik, 3) motivasiguru-guru SD di Handil Bakti Desa Semangat Dalam Kec. Alalak Kab. Batola dalammelaksanakan kegiatan penelitian dengan menggunaka PTK & eksperimen semakinmeningkat.
STRATEGI PENGAJARAN IMMERSION: MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA INGGRIS REMAJA MESJID DESA SEMANGAT DALAM, KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA Hengki Hengki; Ratna Ratna
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 3 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.637 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i3.4508

Abstract

Strategi dan model pengajaran immersion merupakan model pembelajaran bahasa Inggrisyang banyak dipraktekan di negara-negara maju untuk mempercepat penguasaan bahasaInggris siswa dan juga mahasiswa. Dalam rangka mempercepat kemampuan berbicarabahasa Inggris para generasi mudah utamanya remaja mesjid sebagai generasi masa depanbangsa perlu mendapat fasilitas dan motivasi dari orang tertentu seperti pengurus mesjiddan tokoh masyarakat dengan mendatangkan para guru atau Dosen yang mampumengajar keterampilan berbicara dengan menggunakan strategi dan model pembelajaranyang tepat, atraktif, menarik dan disenangi oleh para siswa. Strategi dan model pengajaranyang digunakan oleh para guru atau Dosen bahasa Inggris memiliki peran yang sangatpenting untuk meningkatkan ketertarikan dan kecintaan pelajar berlatih keterampilanberbahasa Inggris.Peningkatan keterampilan berbicara bahasa asing seperti bahasaInggris melalui kegiatan formal terbukti masih sangat jauh dari harapan, begitu pulakegiatan nonformal seperti di lembaga kursus juga belum memberikan hasil yangmemuaskan secara umum karena masih sangat terbatas pelajar yang bisa mengikutikegiatan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:faktor ekonomi, faktorkesibukan dengan pelajaran lain, dan faktor motivasi belajar bahasa asing yang tergolongrendah. Factor-faktor penghambat tersebut juga dialami oleh para remaja mesjid yang adadi Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Remaja mesjidtersebut perlu mendapat pelatihan khusus keterampilan berbicara bahasa asing sepertibahasa Inggris agar mereka memiliki daya saing yang tinggi di masa yang akan datang
Creating realistic scenarios in teaching speaking skill through virtual English camp Covid 19 Hengki Hengki; Ratna Ratna
Journal of English Language Teaching and Learning (JETLE) Vol 4, No 1 (2022): Journal of English Language Teaching and Learning (JETLE)
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jetle.v4i1.17983

Abstract

The purpose of this study is to determine whether creating realistic scenarios (CRS) for teaching speaking skills through a Virtual English Camp is beneficial in improving students' speaking skills (VEC). Determine the impact of generating a realistic scenario through VEC on improving the capacity of English major students to deliver speeches, participate in public speaking events, participate in discussions, and participate in the debate. This study is an experiment involving a one-group pre-test and post-test design, as well as a survey design to determine the overall average of the scores. The participant of this study is 145 college students of English Majors from South Kalimantan, Indonesia. They put out a significant effort to improve their communication skills. Their trainer trained them and compelled them to refrain from acting as a language instructor during the discussion program, and instead to speak in the target language, which was English, throughout the program. During this study, it was found that students who were taught with VEC thereafter had higher post-test scores than students who were taught before they were tested for their communicative competence. Students' communicative competence increases significantly when they participate in the VEC model program to teach them speaking abilities.   
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ABAD 21, BUDAYA MUTU DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SD NEGERI KECAMATAN BAKUMPAI KABUPATEN BARITO KUALA Shalahuddin Al-Ayubi; Muhammad Yuliansyah; Hengki Hengki
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 3: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i3.6328

Abstract

The background of this research is that there are still public elementary school teachers in Bakumpai District who have less than ideal performance, from the aspects of lesson planning, implementation of learning to learning evaluation. This study aims to analyze: 1) 21st century principal leadership, quality culture, job satisfaction and performance of public elementary school teachers in Bakumpai District, 2) Direct influence of 21st century principal leadership on job satisfaction, 3) Direct influence of quality culture on satisfaction work, 4) The influence of the leadership of 21st century school principals on teacher performance, 5) The influence of quality culture on teacher performance, 6) The direct effect of job satisfaction on teacher performance, 7) The influence of the leadership of 21st century principals indirectly on teacher performance through satisfaction work, 8) Indirect influence of quality culture on teacher performance through job satisfaction.This research is a descriptive correlational study with path analysis. The study population was all 97 public elementary school teachers in Bakumpai District with a population sample of 97 because the population was less than 100. Data were collected through questionnaires and documentation and then analyzed descriptive and inferential statistics through SPSS 25.The results of the study show: 1) There is a direct influence of the 21st century principal's leadership on teacher job satisfaction. 2) There is a direct influence of quality culture on teacher job satisfaction. 3) There is a direct influence of the 21st century principal's leadership on teacher performance. 4) There is a direct influence of quality culture on teacher performance. 5) There is a direct effect of job satisfaction on teacher performance. 6) Indirectly, the leadership of the 21st century principal affects performance through job satisfaction. 7) Indirectly quality culture influences performance through job satisfaction. 8) 21st century principal leadership, quality culture, job satisfaction and performance of public elementary school teachers in Bakumpai District, Barito Kuala Regency, are in the moderate category.Conclusion: Principal leadership and quality culture directly or indirectly have a positive and significant effect on job satisfaction and teacher performance.
The Impact of Soliloquy Approaches on Digital EFL Speaking Skill Instruction Hengki Hengki; Ratna Ratna; Ahmad Al Yakin
Journal of English Education and Teaching Vol. 7 No. 3 (2023): Journal of English Education and Teaching
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jeet.7.3.666-681

Abstract

This research investigates the requirement for soliloquies to be performed for the aim of developing speaking abilities using modifications of soliloquy performers whose exceptional performances have been shown. in Hamlet's famous play. This discovery calls into question the views of some critics who believe that soliloquy is irrelevant, confusing, and unneeded in the context of the play. This study highlights numerous critical points to achieve two crucial goals: practicing acting and practicing speaking English, both of which are connected. They have expressed themselves in public by listening to their conscience when unhappy and crying, when angry and shouting words accompanied by screams of irritation, and when joyful, happy, and grateful to God for the wonderful accomplishment they have achieved. Flat, low, and high notes, as well as sorrowful and glad sounds, are all played. Embody eloquence. They were aware that they were in the presence of many eyes and cameras, so they did not turn their backs on them. Dialog, characters, and facial expressions are all included. The use of words when expressing oneself through the gaze. These critical features were preserved, resulting in an outstanding performance. Their degree of performance is incredibly fulfilling; study data demonstrate that posttest scores considerably outnumber pretest scores.  Drama activities are related to speaking or oral communication. The connection between oral communication and theater is intended to bridge the gap between the classroom and the outer world. Drama activities might help to enliven and improve speaking skills.  
PENGUASAAN STRUKTUR BAHASA INGGRIS : MENGASAH KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI DAN PESAN PADA TEKS BAHASA INGGRIS BAGI GURU SDN DESA SEMANGAT DALAM 3 BARITO KUALA Hengki Hengki; Ratna Ratna
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14382

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelatihan penguasaan struktur bahasa Inggris yang ditujukan untuk guru-guru SDN Semangat dalam 3 di Barito Kuala. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, mengenali jenis kosa kata, dan merangkai kalimat dengan baik. Dengan penguasaan yang lebih baik terhadap bahasa Inggris, diharapkan para guru dapat mentransfer pengetahuan dengan lebih efektif kepada murid-murid, memperluas cakupan informasi, dan berkomunikasi lintas budaya. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan pelatihan intensif di sore hari setelah jam pengajaran selesai, dengan peserta pelatihan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru, dan karyawan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, yang berdampak positif pada pengajaran dan pengembangan profesional mereka. Kesimpulannya, pelatihan dalam memahami teks bahasa Inggris tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan mempersiapkan siswa untuk tantangan global di masa depan.
The Impact of Interactive Digital Storytelling Apps on English Vocabulary Acquisition for Young English Learners in South Kalimantan, Indonesia Lailatul Kodriyah; Neneng Islamiah; Hengki Hengki
Intensive Journal Vol 8, No 1 (2025): Intensive Journal April
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/intensive.v8i1.17973

Abstract

This study investigates the impact of interactive digital storytelling apps on vocabulary acquisition among young English learners in Indonesia. A quasi-experimental design was employed, involving 60 students aged 8-10 years, divided into an experimental group using digital storytelling apps and a control group using traditional storytelling methods. Over a 6-week intervention period, both groups were assessed using pre- and post-tests to measure their vocabulary acquisition. The results demonstrated that the experimental group showed a significant improvement in vocabulary acquisition, with a 30% increase in post-test scores compared to a 15% increase in the control group. T-test analysis confirmed the statistical significance of the differences in vocabulary acquisition between the groups (p < 0.001). The findings suggest that interactive digital storytelling is effective for enhancing vocabulary acquisition and engagement in young English learners. The study underscores the potential benefits of integrating technology into early language education while addressing practical challenges such as teacher training and access to resources. Future research should explore the long-term impacts and broader applications of digital storytelling in language learning. 
PENGUASAAN STRUKTUR BAHASA INGGRIS : MENGASAH KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI DAN PESAN PADA TEKS BAHASA INGGRIS BAGI GURU SDN DESA SEMANGAT DALAM 3 BARITO KUALA Hengki Hengki; Ratna Ratna
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14382

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelatihan penguasaan struktur bahasa Inggris yang ditujukan untuk guru-guru SDN Semangat dalam 3 di Barito Kuala. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, mengenali jenis kosa kata, dan merangkai kalimat dengan baik. Dengan penguasaan yang lebih baik terhadap bahasa Inggris, diharapkan para guru dapat mentransfer pengetahuan dengan lebih efektif kepada murid-murid, memperluas cakupan informasi, dan berkomunikasi lintas budaya. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan pelatihan intensif di sore hari setelah jam pengajaran selesai, dengan peserta pelatihan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru, dan karyawan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami teks berbahasa Inggris, yang berdampak positif pada pengajaran dan pengembangan profesional mereka. Kesimpulannya, pelatihan dalam memahami teks bahasa Inggris tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan mempersiapkan siswa untuk tantangan global di masa depan.