Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN KUE TAR DITINJAU DARI ETIKA BISNIS ISLAM Surianti surianti; Andi sudarmin azis; Mirwan Mirwan
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 1 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i1.2140

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui strategi pemasaran kue tar Lestari Cake Cabang Wonomulyo, 2) Untuk mengetahui strategi pemasaran pada Lestari Cake Cabang Wonomulyo ditinjau dari etika bisnis Islam Cabang Wonomulyo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan berperilaku yang dapat diamati. Lokasi penelitian ini bertempat di Lestari Cake Cabang Wonomulyo di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder Metode pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini beberapa pertanyaan-pertanyaan mengenai strategi pemasaran, alat perekam, kamera handphohone, buku catatan. Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kualitatif-verifikatif. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini yaitu perpanjangan keikut sertaan dan triangulasi. Hasil penelitian skripsi strategi pemasaran yang diterapkan Lestari Cake Cabang Wonomulyo di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar dalam meningkatkan hasil penjualan adalah menerapkan strategi: Produksi, Promosi, Distribusi, dan menetapkan harga. Kemudian ditinjau dari etika Bisnis Islam, Strategi pemasaran pada Lestari Cake Cabang Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, sudah menerapkan prinsip-prinsip berbisnis secara Islam, di antaranya adalah: Memproduksi kue tar menggunakan bahan-bahan yang halal dan tidak mengandung bahaya. Produk yang cacat tidak ditutup-tutupi, seperti kue tar rusak atau kadaluarsa segera diganti dengan kue tar yang baru. Berkata jujur apa adanya ketika menginformasikan kue tar kepada pelanggang. Berbuat baik dan adil kepada semua pelanggang dan melayani dengan senang hati dan memberi kebebasan kepada pelanggang untuk membeli kue tar tanpa ada paksaan.
Analisis Hukum Islam Terhadap Jual Beli Rokok Tanpa Cukai Andi Muh Fais Fauwas; Suardi Kaco; Andi Sudarmin Azis
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 1 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i1.5613

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Bagaimana praktik jual beli rokok tanpa cukai di Pasar Pelitakan Kecamatan Tapango, 2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik jual beli rokok tanpa cukai di Pasar Pelitakan Kecamatan Tapango. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Hasil Penelitian dari Praktik Jual Beli Rokok tanpa Cukai di Pasar Pelitakan Kecamatan Tapango masih banyak transaksi jual beli rokok  di mana berawal dari adanya pemasok ( pa’kampas) yang menjual kepada pemilik toko dengan cara hati hati. terkadang pemasok menitipkan  rokok tanpa cukai dengan tujuan dipromosikan. Proses pembayarannyapun dilakukan setelah rokok itu laku dan habis terjual. Itu semua dikarena banyaknya keuntungan yang diperoleh oleh para pedagang sehingga masyarakat khususnya perokok mencari rokok yang lebih murah sesuai dengan kemampuan kantungnya dibandingkan dengan rokok yang resmi yang mana menaikan cukai rokok dan harga jual eceran yang sangat tinggi sehingga banyak masyarakat yang lebih tertarik untuk mengkomsumsi rokok tanpa cukai. praktik jual beli rokok tanpa cukai tidak sesuai dengan syariat islam karena melanggar hukum yang sah, berpotensi menipu, menciptakan ketidakadilan ekonomi, dan perpotensi menimbulkan kerusakan atau bahaya. 
pengaruh tingkat kesadarn masyarakt terhadap hukum riba Jumadil Jumadil; Rahma muin; Andi Sudarmin Azis
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memutuskan pemahaman masyarakat tentang riba dan untuk mengetahui variabel-variabel yang menyebabkan tidak adanya pemahaman masyarakat tentang riba. Eksplorasi semacam ini yang digunakan adalah strategi subyektif. Informasi yang ditangani merupakan hasil pertemuan dengan 10 orang di Kota Amassangan, Kawasan Binuang, Rezim Polewali Mandar. Hasil penelitian di lapangan menyatakan bahwa (1) pemahaman masyarakat daerah mungkin saja memaknai riba di Kecamatan Amassangan, yaitu masyarakat setempat baru menyadari bahwa riba itu ekstra dan hukumnya haram tetapi tidak memahami riba secara mendalam dan juga tidak apakah mereka mengetahui macam-macam riba. Orang memang mengerti bahwa riba itu dilarang, tetapi orang hanya tahu bahwa riba adalah riba, orang tidak tahu bahwa ada banyak macam dan macam riba. Hanya saja sebagian besar orang memahami bahwa riba itu haram dan dilarang oleh agama, ada juga sebagian orang yang sama sekali tidak tahu apa itu riba. (2) Unsur-unsur yang mempengaruhi tidak adanya pemahaman individu di Kota Amassangan, Daerah Binuang, Peraturan Polewali Mandar tentang riba adalah informasi, pengalaman – pengalaman masa lalu, variabel moneter, unsur sosial atau alam, faktor data, dan variabel instruktif.