Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMANFAATAN BARANG GADAI KENDARAAN BERMOTOR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS MASYARAKAT KELURAHAN MATAKALI, KECAMATAN MATAKALI) Zakiya Fauziya; Rahma Muin; Abd. Hamid
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.2256

Abstract

Pokok-pokok penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui pemanfaatan barang gadai yang terjadi secara lokal di Desa Matakali Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar, 2) mengetahui bagaimana pemanfaatan barang gadai dalam Perspektif Hukum Islam di Desa Matakali Kecamatan Matakali , Kabupaten Polewali Mandar.Jenis pemeriksaan ini menggunakan penelitian lapangan subjektif. Ada dua informasi yang diperkenalkan, yaitu informasi esensial spesifik dan informasi opsional.Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa perbuatan memanfaatkan gadai yang dilakukan oleh masyarakat Desa Matakali tidak sah menurut hukum Islam, praktek gadai yang ditemukan pencipta mengandung unsur riba dan pemanfaatan hasil yang digadaikan, dan gadai bahwa jaminan penggunaan untuk barang dagangan kredit jelas tidak sesuai dengan hukum Islam.Konsekuensi dari pemeriksaan ini adalah: 1) murtahin harus lebih berhati-hati dalam melatih kerangka gadai kapal penjelajah sesuai syariat Islam. 2). Rahin harus membatasi pemanfaatan, resiko kerugian dari barang yang digadaikan. Sehingga rahin tidak terasa sakit. 3) Bagi individu secara keseluruhan yang bekerja di bidang gadai, mulailah mengerjakan gadai sesuai syariat Islam.
PERAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KERAJINAN ROTAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN EKONOMI PENGRAJIN ROTAN DI DESA TONYAMAN Fadrillah Ramadani; Rahma Muin; Busra Busra
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.2302

Abstract

Home berarti Rumah, tempat tinggal, ataupun kampung halaman. Sedangkan Industri, dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang dan ataupun perusahaan. Home industry merupakan wadah bagi sebagian besar masyarakat yang mampu tumbuh dan berkembang secara mandiri. Disamping itu Home Industry juga merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, mengurangi pengangguran.  Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1. Bagaimana pengaruh Indsutri Rumah Tangga terhadap peran pendapatan ekonomi pengrajin rotan di Desa Tonyaman? 2.Bagaimana kendala atau faktor-faktor yang dihadapi oleh industri rumah tangga kerajinan rotan di Desa Tonyamn? 3. Bagaimana proses produksi pada industri rumah tangga di Desa Tonyaman menurut perspektif Islam? metodologi yang di pake adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu jenis penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-deduktif. Metode penelitian ini adalah seuatu bentuk metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sebagamaina hasil penelitian menjelaskan bahwa. Industri rumah tangga kerajinan rotan ini sangat berperan dalam meningkatkan ekonomi pengrajin dilihat dari beberapa pengrajin yang dengan nyata merasa sangat terbantu, meskipun usaha industri ini belum sangat terkenal dan masih dikategorikan sebagai usaha kecil menengah. Adapun faktor dan penghambat dari home ndustry kerajinan rotan dalam meningkatkan ekonomi para pengrajin  yang pertma ialah  : 1. Faktor pendukung: a. Membuka lapangan pekerjaan, home industri kecil memiliki ptensi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Dijelaskan dalam wawancara dengan karyawan industri kerajinan rotan. Merekan mengaku bahwa dengan adanya usaha rumahan kerajinan rotan ini di desa sangat membantu dan mengurangi pengangguran yang ada. b. Memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Home industri memiliki potensi untuk berkembang, berbagai pembinaan yang dilakukan menunjukkan hasil yang menggambarkan bahwa industri kecil mampu untuk dikmbangkan lebih lanjut dan mampu untuk dikembangkan lebih lanjut dan mampu untuk mengembangkan sektor lain. 2. Faktor penghambat dalam usaha industri kerajinan rotan saat ini ialah dengan adanya pandemi Covid19. Selama pandemi ini pendapatan yang dihasilkan oleh para pengrajin dan home industri kerajinan rotan sangtlah menurun. Proses produksi industri rumah tangga kerajinan rotan di desa tonyaman sudah sesuai dengan persepektif islam. Tinjauan ekonomi islam terhadap industri rumah tangga kerajinan rotan sudah sesuai dengan peraturan islam, baik pada bahan baku, modal proses produksi dan pemasaran, hanya saja masih sederhana dalam berbagai hal, oleh karena itu perlu ditingkatkan lagi proses produksi dan pemasaran tersebut, tetapi tetap sesuai dengan aturan ekonomi islam.
EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT (STUDI KASUS DI DESA GALESO KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR) Masita Rahayu; Anwar Hindi; Rahma Muin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.2329

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) memahami situasi mekanisme bantuan langsung tunai (BLT) dalam perekonomian masyarakat selama pandemi COVID19, dan 2) memahami efektivitas bantuan tunai langsung selama pandemi COVID19. Tentang perekonomian masyarakat Desa Waleso di Kabupaten Polewali Mandar Kabupaten Wonomulyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Lokasi penelitian ini adalah Desa Galeso di Kabupaten Polewali Mandar Kecamatan Wonomulyo. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dan pencatatan. Alat penelitian adalah daftar pertanyaan, laptop, kamera, dan telepon seluler. Teknologi pengolahan dan analisis data: penyederhanaan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, menggunakan teknologi triangulasi data untuk memverifikasi keabsahan data. Hasil studi tesis tentang efektivitas program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam perekonomian masyarakat selama masa pandemi (studi kasus, berlokasi di Desa Galeso, Kabupaten Polewali Mandar Kabupaten Wonomulyo): Mekanisme Bantuan Langsung Tunai (BLT) di ekonomi masyarakat di masa pandemi COVID-19. Artinya, jika dilihat dari peringkat kinerja mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), peringkat tersebut mencakup tiga hal, yakni manajemen, administrasi, dan penyaluran. Efektivitas ekonomi Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat Desa Galeso Kabupaten Polewali Mandar Kabupaten Wonomulyo selama masa pandemi COVID19 yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari semua sumber dari semua sumber yang ada di Desa Galeso Kabupaten Polewali Mandar Kabupaten Wonomulyo adalah kurang efektif selama pandemi COVID19. Beberapa orang berhak mendapatkan bantuan karena kecemburuan sosial, tetapi pendataan Bantuan Langsung Tunai (BLT) mengecualikan mereka. 
Praktek Jual Beli Kakao Dengan Sistem Timbangan Atau Takaran Dalam Perspektif Hukum Islam Humaerah Humaerah; Abd. Hamid; Rahma Muin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 1 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i1.2234

Abstract

Skripsi ini membahas tentang “Praktek Jual Beli Kakao dengan Sistem Timbangan atau Takaran dalam Perspektif Hukum Islam”.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek jual beli kako dengan sisitem timbangan atau takaran dan tinjauan Hukum Islam terhadap praktek jual beli dengan sistem timbangan atau takaran terjadi di Desa Pussui Kecamatan Luyo.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan peristiwa pada objek penelitian sesuai dengan realitas di lapangan, data penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Tehnik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, wawancara langsung dengan pihak yang terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku para pedagang di desa Pussui ini terdapat banyak manipulasi yang dilakukan.Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa perilaku pedagang kakao melakukan tindak kecurangan terhadap menimbang dan menakar dalam transaksi jual beli kakao di desa Pussui kecamatan Luyo. Hal ini dilakukan dengan beberapa faktor yaitu adanya sangkutan utang piutang, sangkutan kekeluargaan, rasa tidak enak hati, untuk meminimalisir kerugian ini dilakukan tanpa adanya kesepakatan antara kedua bela pihak. Dalam perspektif Hukum Islam kegiatan jual beli coklat yang dilakukan dengan cara tersebut tentunya tidaklah dibolehkan, karena menyalahi aturan muamalah.Implikasi penelitian ini tentu akan berdampak negatif baik kepada pedagang maupun petani jika terjadi bentuk memanipulasi dala jual beli kakao, karena akan menimbulkan berbagai masalah dalam jual beli.Kata Kunci: Jual Beli, Hukum Islam, Timbangan dan Takaran 
pengaruh tingkat kesadarn masyarakt terhadap hukum riba Jumadil Jumadil; Rahma muin; Andi Sudarmin Azis
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memutuskan pemahaman masyarakat tentang riba dan untuk mengetahui variabel-variabel yang menyebabkan tidak adanya pemahaman masyarakat tentang riba. Eksplorasi semacam ini yang digunakan adalah strategi subyektif. Informasi yang ditangani merupakan hasil pertemuan dengan 10 orang di Kota Amassangan, Kawasan Binuang, Rezim Polewali Mandar. Hasil penelitian di lapangan menyatakan bahwa (1) pemahaman masyarakat daerah mungkin saja memaknai riba di Kecamatan Amassangan, yaitu masyarakat setempat baru menyadari bahwa riba itu ekstra dan hukumnya haram tetapi tidak memahami riba secara mendalam dan juga tidak apakah mereka mengetahui macam-macam riba. Orang memang mengerti bahwa riba itu dilarang, tetapi orang hanya tahu bahwa riba adalah riba, orang tidak tahu bahwa ada banyak macam dan macam riba. Hanya saja sebagian besar orang memahami bahwa riba itu haram dan dilarang oleh agama, ada juga sebagian orang yang sama sekali tidak tahu apa itu riba. (2) Unsur-unsur yang mempengaruhi tidak adanya pemahaman individu di Kota Amassangan, Daerah Binuang, Peraturan Polewali Mandar tentang riba adalah informasi, pengalaman – pengalaman masa lalu, variabel moneter, unsur sosial atau alam, faktor data, dan variabel instruktif.