Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASHI KANDANG KUDA DAN PUPUK ZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) Sidratul Mutmainna; Dahlia Nurdin; Masdar Fatman
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 1, Agustus 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i1.2835

Abstract

Daun bawang (Allium fistulosum L.) adalah tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan penyedap masakan, pengharum kuliner, dan campuran berbagai macam makanan. Daun bawang memiliki wewangian yang khas, oleh karena itu makanan yang dibumbui dengan daun bawang memiliki aroma yang harum serta dan rasa yang lebih enak. enak dalam masakan dan memiliki nilai gizi yang baik, sehingga dapat dinikmati oleh hampir semua orang. Penelitian in imenggunakan rancangan petak terpisah dengan pola factorial, terdiri dari 2 faktor yaitu Petak Utama dan Anak Petak yang terdiridri 3 fakor yaitu: tanpa pemberian bokashi kendang kuda, 200 g bokashi kandang kuda /tanaman 400 g bokashi kandang kuda / tanaman. Faktor kedua pemberian pupuk ZA yang terdiri dari 3 taraf yaitu:,tanpa pemberian pupuk ZA, 1.50g / tanaman dan  2.25 g/ tanaman. Penelitian dilaksanakan Pada bulan November hingga Desember 2020, penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa bermanfaat pupuk bokashi kuda dan pupuk za bagi pertumbuhan dan produksi. Tanaman daun bawangInteraksi pupuk Bokashi kandang kuda dan pupuk ZA tidak menghasilkan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun,. Panjang tanaman, jumlah anakan, dan volume akar tanaman bawang daun semuanya ditingkatkan dengan menggunakan pupuk ZA. Penggunaan bokashi kandang kuda menghasilkan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan produksiksi tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK-DGW COMPACTION YANG DIBUDIDAYA PADA JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) Ishak Manggabaranirani; Dahlia Nurdin; Makmur Makmur; Haeba Haeba
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.839

Abstract

Produksi dan produktifitas tomat tiap tahunnya masih fluktuatif tahun lalu produksinya mengalami peningkatan kembali yaitu dari 635.475ton menjadi 725.973ton, hal ini terjadi karena sebabkan oleh teknik budidaya yang belum di kelolah secara baik, sebagai solusi penggunaan pupuk majemuk berupa NPKdengan jenis tanah yang berbeda yang diharapkan mampu meningkatkan produksi tanaman tomat adapun penelitian ini dilaksanakan di Desa Lombong Timur, Kecamatan Malunda, yang berlangsung dari bulan Juli 2019 sampai dengan bulan September 2019. Penelitian (RAK) yang terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu: pemberian berbagai jenis tanah yang terdiri dari 3 jenis yaitu : Tanah humus, Tanah aluvial, dan  Tanah berpasir. Faktor kedua  pemberian pupuk NPK-DGW Compaction yaitu: tanpa pemberian, 2 gr/tanaman, dan 4 gr/tanaman. Hasil penelitian sebagai berikut: interaksi antara pemberian pupuk NPK DGW Compaction dan berbagai jenis tanah tidak memberikan pengaruh baik pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah buah dan berat buah. Begitu pula dengan pemberian pupuk NPK DGW Compaction juga tidak memberikan pengaruh baik pada  tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah buah dan berat buah. Tetapi pemberian jenis tanah humus memberikan pengaruh baik pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlahbuah dan berat buah.
PENGARUH PEMBERIAN SEKAM PADI DAN BERBAGAI PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KENTANG Wardi Demmallipu; Harli A Karim; Dahlia Nurdin
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i2.4045

Abstract

Produk kentang di Indonesia saat ini berkisar 18 ton per hektare (ha), dibandingkan di negara maju lebih dari 30 ton per ha. Produksitivitas tersebut masih terbilang rendah dibandingkan dengan produktivitas optimal yang mampu mencapai rata-rata 32,10 ton per .Berdasarkan hal, tersebut maka dilakukanlah penelitian dengan judul: Pengaruh Pemberian Sekam Padi dan Berbagai Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kentang’’ Penelitian ini dilaksanakan di desa mannababa, kecamatan tanduk kalua, kabupaten mamasa, provinsi Sulawesi barat, pada bulan oktober 2022 sampi pada bulan januari 2023.  Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari faktor pertama, yaitu tanpa pemberian sekam padi,pemberian sekamlapuk dan pemberian arang sekam dan paktor kedua yaitu berbagai pupuk kandang yang terdiri dari pupuk kandang kambing, ayam ,dan sapi dari kedua faktor tersebut di berikan takarang masin-masing 1kg. dari hasil penelitian ini didapatkan hasil yaitu tidak terdapat pengaruh pemberian sekam padi dan berbagai pupuk kandang dan interaksinya.
KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK BIBIT KAKAO (Theobroma cacaoL.) PADA BERBAGAI MATATUNASENTRIS DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH Benzyl Amino Purine Yuspar Yuspar; Dahlia Nurdin; Nurul Iqraini. D; Masdar Fatman
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 3, November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i3.6389

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat sesuai dibudidayakan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya untuk berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan yang berkesinambungan, baik harian maupun mingguan, bagi para petani. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) bertujuan untuk mempengaruhi bagian tanaman tertentu dengan membawa senyawa aktif dari satu bagian ke bagian lainnya. Salah satu jenis ZPT yang digunakan adalah hormon golongan purin, yaitu benzyl amino purine. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah jumlah mata tunas pada entres (T), terdiri atas: T1 = 2 mata tunas, T2 = 3 mata tunas, dan T3 = 4 mata tunas. Faktor kedua adalah pemberian konsentrasi benzyl amino purine (Z), yaitu: Z0 = tanpa ZPT per liter air, Z1 = 7,5 cc ZPT per liter air, dan Z2 = 15 cc ZPT per liter air.