Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat sesuai dibudidayakan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya untuk berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan yang berkesinambungan, baik harian maupun mingguan, bagi para petani. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) bertujuan untuk mempengaruhi bagian tanaman tertentu dengan membawa senyawa aktif dari satu bagian ke bagian lainnya. Salah satu jenis ZPT yang digunakan adalah hormon golongan purin, yaitu benzyl amino purine. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah jumlah mata tunas pada entres (T), terdiri atas: T1 = 2 mata tunas, T2 = 3 mata tunas, dan T3 = 4 mata tunas. Faktor kedua adalah pemberian konsentrasi benzyl amino purine (Z), yaitu: Z0 = tanpa ZPT per liter air, Z1 = 7,5 cc ZPT per liter air, dan Z2 = 15 cc ZPT per liter air.
Copyrights © 2025