Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tingkat Kepuasan Petani terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Polewali Mandar Sulawesi Barat Muhajir; Masdar Fatman; Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 2 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i2.1399

Abstract

Latar belakang: Kinerja penyuluh selama ini menjadi sorotan utama dalam keberhasilan pertanian, sedangkan kinerja penyuluh sudah diatur berdasarkan standar yang tertuang di Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006. Berdasarkan peraturan tersebut diperlukan evaluasi kinerja penyuluh pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang ada di Kelurahan Taramanu Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar. Kelurahan Taramanu dipilih karena merupakan daerah dengan jumlah petani aktif paling banyak di Kabupaten Polewali Mandar, sedangkan dengan jumlah petani yang banyak tapi jumlah penyuluhnya terbatas, sehingga diperlukan evaluasi kinerja penyuluh berdasarkan tingkat kepuasan petani. Metode: Penentuan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dengan mengambil 10% dari 420 populasi petani di Kelurahan Taramanu Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar sehingga jumlah responden petani sebanyak 42 orang responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil: Kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kelurahan Taramanu Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar mengenai kemampuan kinerja penyuluh didasarkan pada indikator kinerja secara berturut-turut adalah Indikator Jumlah kerja (rendah/1,60), Kualitas kerja (sedang/2,05), Pengetahuan (sedang/2,28), Gagasan (sedang/2,30), Kerjasama (sedang/2,16), Kepercayaan (sedang/1,80), Tanggung jawab (sedang/1,97), dan kepribadian penyuluh pertanian (tinggi/2,57). Kesimpulan: Secara keseluruhan indikator, petani merasa cukup puas terhadap kinerja penyuluh pertanian (sedang). Berdasarkan hasil rata-rata seluruh indikator, tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian tergolong dalam kategori sedang yang menunjukkan bahwa layanan penyuluhan belum sepenuhnya memenuhi harapan petani.
Pengaruh Media Pupuk Kandang Kambing dan Dosis Phospat Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman kakao (Theobroma cacao L) Di Desa Lebani Kecamatan Tapalang Barat Kabupaten Mamuju Muhammad Idris K; Hasanuddin Kandatong; Masdar Fatman; Mardjani Aliyah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.827 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.2604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pupuk kandang kambing dan dosis phospat terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao(Theobroma cacao L).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dalam bentuk faktorial. Penelitian ini terdiri atas 2 faktor yaitu: Faktor pertama adalah media tanaman, terdiri dari. Mo = tanah ( tanpa perlakuan) M1 = tanah + pupuk kandang kambing (1:1) Faktor kedua yaitu dengan pemberian dosis phospat yang berbeda terdiri atas : P1 = 0,25 Gram/ 1 Liter air P2 = 0,5 Gram/ 1 Liter air P3=0,75 Gram/ 1 Liter air.Hasil penelitian menunjukan bahwa  Interaksi antara media pupuk kandang kambing dan dosis phospat tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao. Pemberian media tanam pupuk kandang kambing tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao. Pemberian dosis phospat 0,75 g/liter air berpengaruh nyata terhadap jumlah daun bibit kakao
IDENTIFIKASI JENIS DAN MORFOLOGI TANAMAN SAGU (Metroxylon sp) DI KECAMATAN MATAKALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Siti Namriah; Harli A Karim; Masdar Fatman
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i2.6250

Abstract

Tanaman sagu atau (Metroxylon sp) tanaman asli Indonesia yang menjadi sember utama karbohidrat. dari (mogabay.co.id) salah satu media elektronik Indonesia menyatakan jumlah tumbuhan sagu belum bisa  ditetapkan, sebab awalnya tumbuhan sagu digolongkan dalam tumbuhan liar atau hutan. Penelitian ini dilaksanakan di empat desa yang berbeda diantaranya Kelurahan Matakali, Desa Barumbung, Desa Bunga-Bunga, dan Desa Pasiang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat pada bulan Februari 2023 – Maret 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan di lapangan dengan pengambilan dat primer dan data sekunder untuk mendapatkan informsi yang lebih efektif.Hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat dua jenis tanaman sagu yang menunjukkan adanya penampilan morfologi yang bervariasi secara kaakter morfologis pada organ vegetatif terlihat pada karakter akar, batang maupun daun, dimana batang sagu tuni memiliki diameter batang 48-55 cm, panjang daun 160-173 cm dan lebar daun 8-10.3 cm sedangkan pada sagu molat memiliki diameter batang 41-47 cm, panjang daun 140-150 cm, dan lebar daun 7.5-8.5 cm.
Uji Sistem Jajar Legowo 2:1 Dan Konvensional Dengan Pemberian Pupuk Npk Mutiara 16 16 16 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Pada Tanaman Jagung Pulut (Zea mays ceratina L.) Ahmad Yani; Muh Rifky Auliah; Masdar Fatman
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 3 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i3.5293

Abstract

Penelitian ini akan dilaksanakan di Dusun Kampuno Desa Tumpiling Kec.Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung dari bulan Maret 2023 sampai dengan bulan juni 2023., bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem jajar legowo 2:1 dan konvensional dengan pemberian pupuk  npk mutiara terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman jagung pulut (zea mays ceratina l.). Metode penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah sistem tanam jajar legowo terdiri atas 2 perlakuan yakni: L0 = Kontrol (40 cm x 80 cm ),L1 = Legowo 2:1 ( 20 cm x20 cm ),L2 = Tegel ( 25 cm x 25 cm ) dan Faktor kedua adalah dengan dosis pemberian pupuk NPK Mutiara 16 16 16 dengan 3 taraf: M1 = 20 g/liter air, M2 = 40 g/liter air, M3 = 60 g/liter air .Hasil pengamatan menunjukkan sistem jarak tanam Konvensional 20 cm x 20 cm  dengan pemberian pupuk NPK Mutiara 16 16 16 dengan dosis 40 g / liter air (L2M2) memberikan pengaruh baik untuk meningkatkan produksi tanaman Jagung.
KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK BIBIT KAKAO (Theobroma cacaoL.) PADA BERBAGAI MATATUNASENTRIS DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH Benzyl Amino Purine Yuspar Yuspar; Dahlia Nurdin; Nurul Iqraini. D; Masdar Fatman
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 3, November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i3.6389

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat sesuai dibudidayakan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya untuk berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan yang berkesinambungan, baik harian maupun mingguan, bagi para petani. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) bertujuan untuk mempengaruhi bagian tanaman tertentu dengan membawa senyawa aktif dari satu bagian ke bagian lainnya. Salah satu jenis ZPT yang digunakan adalah hormon golongan purin, yaitu benzyl amino purine. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah jumlah mata tunas pada entres (T), terdiri atas: T1 = 2 mata tunas, T2 = 3 mata tunas, dan T3 = 4 mata tunas. Faktor kedua adalah pemberian konsentrasi benzyl amino purine (Z), yaitu: Z0 = tanpa ZPT per liter air, Z1 = 7,5 cc ZPT per liter air, dan Z2 = 15 cc ZPT per liter air.
UJI EFEKTIFITAS PERENDAMAN ZPT ROOT-UP DAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIC CAIR BIOBOOST DAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) Dahliah Nurdin; Nurul Iqraini D; Masdar Fatman; Ayu Utami Nengseh
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i1.6657

Abstract

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tumbuhan tahunan asli Asia Tenggara, yang ditemukan sebagai tumbuhan liar atau pekarangan  di Indonesia ratusan tahun yang lalu. Seperti yang diketahui, ada beberapa varietas jeruk, salah satunya adalah jeruk nipis. Jeruk nipis biasanya dijadikan pelengkap sekaligus penambah cita rasa pada berbagai makanan, seperti coto makassar, bakso dan mie kocok. Penelitian ini dilaksanakan di dusun 3, desa  Sidorejo, kecamatan Wonomulyo, kabupaten Polewali Mandar, provinsi Sulawesi Barat yang dilasakan pada bulan Maret 2025 sampai dengan April 2025., bertujuan untuk mengetahui Uji  Efektivitas Perendaman Zpt Root-up Dan Pemberian Pupuk Organic Cair Bioboost dan terhadap pertumbuhan stek Jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Metode penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah perendaman ZPT Root-up yang disimbolkan dengan (A) yang terdiri dari 4 taraf yatu : A0,A1,A2 ,A3 ,A4 dan Faktor kedua yaitu pemberian POC Biobots (P) terdiri atas Tiga taraf, yaitu : P0 ,P1,P2. Hasil pengamatan menunjukkan penggunaan ZPT Root-up dengan perendaman selama 40 menit ditambah dan POC Biobots dengan konsentrasi 10 ml/air baik untuk pertumbuhan tanaman jeruk nipis.Kata Kunci: stek jeruk nipis,ZPT root-up, POC Biobots