Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN GAMOLAN DAN TARI SIGEH PENGUTEN BAGI PELAJAR SEBAGAI USAHA PENGEMBANGAN SEBUAH KAWASAN WISATA BUDAYA DI DESA NEGERI KATON KABUPATEN PESAWARAN Hasyim Kan; Nabila Kurnia Adzan; Erizal Barnawi
Education Language and Arts (ELA) Vol. 1 No. 2 September (2022): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of the community service program for the Negeri Katon village is to make the community have skills to play gamolan to improve community knowledge and economy. Gamolan so far has only been taught as an art subject in schools and higher education. This community service program can be an important part, of the specific character, and reflection of the community. The community is expected to be able to play gamolan individually or in groups to play along with dances.   The gamolan and sigeh penguten training are a combination between gamolan playing and dancing learning. Varying lectures are delivered by educators to explain the benefits of playing gamolan, the gamolan parts and methods to play it, and practicing gamolan to play along with sigeh penguten dancing. The training members are muli (girls) and meranai (boys) of junior and senior high school ages in Negeri Katon village of Pesawaran regency. The result shows that girls and boys in junior and senior high schools in Negeri Katon village did not know how to play gamolan and the dance. After training, they understand, internalize, and preserve the gamolan and the dance, and they would develop and promote them through social media so other people would know better about Negeri Katon village as an attractive and interesting cultural village to attract them coming to see the Negeri Katon village as a cultural tourism object.
Pelatihan Musik dan Tari Sigeh Penguten Untuk Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Tingkat SMP Se-Kabupaten Lampung Utara Nabilla Kurnia Adzan; Erizal Barnawi; Dwi Tiya Juwita
Jurnal Sumbangsih Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v2i1.43

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan tim pengabdian kepada guru-guru seni budaya SMP di Lampung Utara, didapatkan hasil bahwa sebagian besar guru seni budaya belum menguasai materi seni budaya itu sendiri. Hal ini dikarenakan oleh latar belakang pendidikan yang sebenarnya bukan dari latar belakang pendidikan seni. Mensiasati hal tersebut, maka tim berinisiatif untuk memberikan pelatihan tari dan musik iringan tari Sigeh Penguten. Sigeh Penguten merupakan sebuah tari tradisi Lampung yang sudah semestinya dikuasai oleh masyarakat Lampung terlebih anak-anak usia sekolah. Sebagai sebuah dasar untuk menjaga dan mengembangkan tradisi Lampung, oleh karena itu tari ini dipilih sebagai bahan pelatihan. Melalui pelatihan ini, guru-guru seni budaya tingkat SMP di Kabupaten Lampung Utara yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Seni Budaya diharapkan mampu menguasai tari dan musik iringan tari Sigeh Penguten. Hal ini juga diharapkan dapat membantu guru-guru tersebut untuk melaksanakan mata pelajaran seni budaya di sekolah. Hasil pengabdian menunjukan bahwa setelah mengikuti pelatihan, guru seni budaya di Kabupaten Lampung Utara yang tergabung dalam forum MGMP dapat menarikan tari Sigeh Penguten dan mengiringinya dengan memainkan alat musik secara langsung. Namun tempo dari tari dan musik yang masih belum sesuai dengan yang sebenarnya, hal ini disebabkan karena masih pada tahapan pembelajaran.
Metode Pembelajaran Jarak Jauh Pada Mata Kuliah Gitar Klasik Lampung Pepadun di Prodi Pendidikan Musik, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung Erizal Barnawi; Afrizal Yudha Setiawan
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v3i2.70

Abstract

The difficulties in learning the Lampung Pepadun Classical Guitar practice are caused by several factors, including; 1) the learning process is not guided directly by trainers who are experts in their fields; 2) many students of the Music Education study program are not yet able to read block notation in the form of songs; 3) some students do not have the skills to play guitar with the correct technique. The long-term goal in learning Lampung Pepadun Classical Guitar is that students are able to become agents of change in preserving the art of Lampung Pepadun Classical Guitar and become pioneers in developing and creating music, both contemporary music and creative music. The specific target to be achieved in this research is the creation of a new teaching pattern in the field of Lampung traditional music, namely learning by using several applications and distance learning methods in accordance with the concept of learning. Several online learning methods have been applied using various applications such as Youtube, MP3, and Sibelius. Online learning is learning that is carried out without face to face directly, using smartphone/gadget/laptop devices, and video conferencing platforms as a space for the learning process to take place. However, the seven learning components which include teachers/lecturers, students, objectives, materials, methods, media, and evaluation must remain an integral component of online learning, which will be integrated in achieving learning objectives
PELATIHAN ANSAMBEL MUSIK SEKOLAH BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 41 BANDAR LAMPUNG Prisma Tejapermana; Erizal Barnawi; Water Zalin Zalukhu; Atikah Ramadhani; Denisya Anta Adilla
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.1986

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan musikal peserta didik sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui pelatihan ansambel musik sekolah di SMP Negeri 41 Bandar Lampung. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap observasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik ansambel musik, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 20 siswa yang mengikuti pelatihan secara langsung dan didampingi oleh tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Musik FKIP Universitas Lampung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ansambel musik mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam memainkan alat musik secara individu maupun kelompok. Selain itu, terjadi perkembangan karakter positif yang ditunjukkan melalui meningkatnya sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, toleransi, serta rasa percaya diri peserta selama proses latihan berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran ansambel musik dapat menjadi sarana yang efektif dalam mengintegrasikan pengembangan keterampilan musikal dan pendidikan karakter secara bersamaan. Dengan demikian, pelatihan ansambel musik berbasis pendidikan karakter dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran seni musik yang mendukung pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik. This Community Service Program (PkM) aimed to improve students’ musical skills while instilling character values through school ensemble music training at SMP Negeri 41 Bandar Lampung. The implementation method consisted of several stages, including observation, material presentation, demonstration, ensemble music practice, mentoring, and evaluation. The participants were 20 students who took part in the training directly and were guided by the community service team from the Music Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung. The results showed that ensemble music training was able to improve participants’ abilities in playing musical instruments both individually and in groups. In addition, positive character development was observed through increased discipline, responsibility, cooperation, tolerance, and self-confidence during the training process. This activity demonstrates that ensemble music learning can serve as an effective medium for integrating musical skill development and character education simultaneously. Therefore, character-based ensemble music training can be considered an alternative music learning model that supports the holistic development of students’ competencies and character.