Iriene Kusuma Wardhani
STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyuluhan Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Mata Cicilia Wahju Djajanti; Paula Aprilia Sukmanto; Iriene Kusuma Wardhani
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.575 KB) | DOI: 10.30651/jkm.v5i1.4208

Abstract

At Lack of information is a risk factor for lack of knowledge on adolescents about the eye health. Phenomenon was obtained by adolescents in Kemala Bhayangkari 4 Waru High School had never received information about eye health. When they were asked didn’t know how to keep eye health. The purpose of this study was to identify effect of counseling on the level of knowledge (know) of adolescents about eye health before and after counseling in Kemala Bhayangkari 4 Waru High School. Design of this study was Pre Experimental One Group Pre Post Test Design. Sample of this study was grade X students at SMA Kemala Bhayangkari 4 Waru which included as many as 58 inclusion criteria using simple random sampling techniques. Instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics proportion with results before giving counseling 45% of respondents had a lack of knowledge. After being given counseling more than 50% (65%) of respondents had a good level of knowledge. Wilcoxon test results showed value of ρ (0,000) <α (0.05), so H0 was rejected, meaning that there is an influence of counseling on the level of knowledge (know) of adolescents about eye health before and after counseling.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DAMPAK GADGET PADA KESEHATAN REMAJA DI SALAH SATU PAROKI SURABAYA Iriene Kusuma Wardhani; Ignata Yuliati
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v11i2.223

Abstract

Gadget merupakan salah satu bentuk dari perkembangan teknologi pada masa ini. Gadget membawa dampak positif dengan memberikan berbagai kemudahan, tetapi juga membawa dampak negative. Keadaan ini berpengaruh pada pola kehidupan manusia baik dari segi pola pikir maupun perilaku. Pada remaja, keterikatan pada gadget dapat menyebabkan remaja kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya dan akan mengganggu dalam bersosialisasi. Remaja mempunyai sifat yang khas yaitu rasa ingin tahu, menyukai tantangan dan berani menanggung risiko tanpa mempetimbangkan dengan benar. Upaya untuk meningkatakan pengetahuan remaja tentang dampak positif dan dampak negative dalam penggunaan gadget perlu dilakukan agar remajaa mempunyai kesadaran daalam menggunakan gadget secara benar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang dampak gadget terhadap kesehatan remaja di salah satu paroki di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one-grup pra-post test design. Sampel penelitian ini adalah remaja dan warga usia dewasa di salah satu paroki di kota Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi yang dipilih dengan teknik purposive sampling, jumlah responden 40 orang. Variabel bebas penelitian adalah pendidikan kesehatan dan variabel terikat adalah pengetahuan tentang dampak gadget terhadap kesehatan remaja. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner pengetahuan. Pada hasil penelitian, sesudah dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan 20% responden memiliki pengetahuan sedang dan 80% responden memiliki pengetahuan tinggi. Hasil analisis Wilcoxon Signed Ranks menunjukan adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang dampak gadget terhadap kesehatan remaja (p= 0,001). Pendidikan kesehatan yang diberikan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab sehingga membuat responden dapat menyampaikan pendapat maupun bertanya tentang hal yang kurang dimengerti
Hubungan Efikasi Diri Dengan Tingkat Kepatuhan Vaksin Covid 19 Pada Lansia Arnoldus Septianus Adityan Pale; Widayani Yuliana; Iriene Kusuma Wardhani; Yohanes Kadek
JURNAL NERS LENTERA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksin Covid merupakan upaya pencegahan penularan penyakit Covid (Kemenkes, 2022). Sasaran yang rentan pada lansia. Kepatuhan lansia vaksin dapat mempercepat pemutusan penularan yang bisa terjadi. Salah satu factor kepatuhan adalah  self Efficacy (Saputri and Istiqomah 2021).Fenomena yang terjadi masih didapatkan lansia tidak patuh divaksin karena mempersepsikan vaksin menyebabkan kematian dan takut dengan efek yang timbul. Tujuan penelitian adalah menganalisa hubungan efikasi diri dengan tingkat kepatuhan vaksin pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi dengan pendekatan yang digunakan cross sectional. Sampel penelitian adalah lansia di kelompok senam sejiwa yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik total sampling. Jumlah responden sebanyak 42. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner efikasi diri dan lembar observasi kepatuhan vaksin. Penelitian menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian tingkat efikasi diri sebesar 31 (73,8%) responden pada tingkat sedang. Tingkat kepatuhan lebih dari 50% ( 66,7% ) pada tingkat patuh. Hasil hipotesis menunjukan adanya hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan vaksin pada Lansia di kelompok senam sejiwa (ρ=+0,330 p=0,033). Tingkat kepatuhan sangat dipengaruhi oleh efikasi diri, semakin tinggi efikasi diri maka akan semakin patuh vaksin. Untuk meningkatkan efikasi diri perlu dengan memberikan himbauan serta pendampingan pada lansia dan berkolaborasi dengan pihak puskesmas
Dukungan Kesehatan Mental Masa Menopause pada Ibu-Ibu Dasawisma 2 PKK RT 23 Taman Pondok Jati Sidoarjo Yuni Kurniawaty; Iriene Kusuma Wardhani; Sri Winarni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.24876

Abstract

ABSTRAK Pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) hadir sebagai gerakan nasional yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat, khususnya kaum Perempuan. Namun demikian, seiring dengan bertambahnya usia, sebagian Ibu-Ibu mengungkapkan adanya kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan dalam menghadapi masa menopause. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan Mitra PKM tentang menopause dan memberikan dukungan mental yang tepat pada Mitra PkM untuk meningkatkan Psychological Wellbeing  atau kesejahteraan psikologi Mitra PKM saat menghadapi masa menopause. Metode yang dilakukan metode partisipatoris Participatory Rural Apraissal (PRA). Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan perijinan kepada Ketua Dasawisma 2 dan Ketua PKK RT 23 RW 04 Taman Pondok Jati Geluran Sidoarjo, koordinasi dengan Mitra PKM, pembagian tugas diantara tim pelaksana. Partisipasi Mitra PKM dilakukan dengan mempersiapkan tempat dan alat pengeras suara. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan perijinan kepada Ketua Dasawisma 2, koordinasi dengan mitra, pembagian tugas diantara tim pelaksana. Partisipasi mitra dilakukan dengan mempersiapkan tempat dan kuesioner. Proses diskusi berlangsung dengan lancar, mitra sangat memperhatikan penjelasan yang diberikan, beberapa pertanyaan diajukan kepada tim pelaksana. Pendmapingan dilakukan selama satu minggu dengan cara berdiskusi secara personal dengan Mitra PKM terkait menopause. Hasil rata-rata pengetahuan Mitra PkM tentang menopause sebelum dilakukan pelatihan tentang menopause dan pendampingan dukungan mental pada Mitra PKM sebesar 64,75 setelah diberikan pelatihan dan pendampingan menjadi 86,5. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang menopause pada Mitra PKM sebesar 21,75. Rata-rata tingkat Psychological Wellbeing Mitra PKMpada masa menopause sebelum dilakukan pelatihan tentang menopause dan pendampingan dukungan mental pada masa menopause sebesar 58,4 setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan rata-rata Tingkat PsychologicalWellbeing  Mitra PKM sebesar 74,75. Terjadi peningkatan 16,36 tingkat Psychological Wellbeing  Mitra PKM saat menghadapi menopause. Perubahan pengetahuan dan tingkat Psychological Wellbeing dapat terjadi bila dilakukan kerjasama yang berkelanjutan antara tim pengabdian masyarakat dengan mitra.  Kata Kunci: Menopause, Ibu, Psychological Wellbeing.   ABSTRACT Family empowerment and welfare are important pillars in sustainable community development. The Family Empowerment and Welfare Movement (PKK) is present as a national movement that grows from, by, and for the community, especially women. However, as they get older, some mothers express worries, anxieties, and fears in facing menopause. This activity aims to increase the knowledge of PKM Partners about menopause and provide appropriate mental support to PKM Partners to improve Psychological Wellbeing or the psychological well-being of PKM Partners when facing menopause. The method used is the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The implementation of community service activities begins with permission from the Head of Dasawisma 2 and the Head of PKK RT 23 RW 04 Taman Pondok Jati Geluran Sidoarjo, coordination with PKM Partners, division of tasks among the implementation team. PKM Partner participation is carried out by preparing a place and loudspeakers. The implementation of community service activities began with permission from the Head of Dasawisma 2, coordination with partners, division of tasks among the implementation team. Partner participation was carried out by preparing the place and questionnaires. The discussion process went smoothly, partners paid close attention to the explanations given, several questions were asked to the implementation team. Mentoring was carried out for one week by means of personal discussions with PKM Partners regarding menopause. The average result of PKM Partners' knowledge about menopause before training on menopause and mental support assistance to PKM Partners was 64.75 after being given training and assistance to 86.5. There was an increase in knowledge about menopause in PKM Partners by 21.75. The average level of Psychological Wellbeing of PKM Partners during menopause before training on menopause and mental support assistance during menopause was 58.4 after training and assistance the average level of Psychological Wellbeing of PKM Partners was 74.75. There was an increase of 16.36 in the level of Psychological Wellbeing of PKM Partners when facing menopause. Changes in knowledge and levels of psychological wellbeing can occur through ongoing collaboration between the community service team and partners. Keywords: Menopause, Mother, Psychological Wellbeing.