Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Pendekatan Project Based Learning pada Mata Pelajaran Matematika Hasri Hasri
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2021): DIDAKTIKA Februari 2021
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.80

Abstract

Project based learning sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang digukana guru di kelas dengan berbasis kegiatan kerja proyek. Pendekatan pembelajaran berbasis kerja proyek merupakan bentuk pembelajaran yang memuat tugas-tugas kompleks yang mengacu pada pertayaan dan permasalah yang menantan dan menuntun siswa merancang, memecahkan masalah, membuat keputusan, melakukan kegiatan investigasi, dan mendorong siswa untuk berbuat lebih mandiri. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika di MTsN Palopo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tidakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN Palopo sebanyak 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode project based learning pada siklus I masih dalam ketegori rendah dengan skor terbanyak antara 40-54 atau sekita 75% dari skor ideal 100. Panguasaan siswa pada tahap siklus II sudah menunjukkan kategori sedang dengan skor terbanyak 75-89 atau sekitar 76% dari skor ideal 100. Sehingga antara siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hasil penelitian menujukkan bahwa pretasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan pembelajaran project based learning mengalami peningkatan prestasi belajar siswa.
Peningkatan Minat Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) pada Mata Pelajaran Matematika Hasri Hasri
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 (2021): DIDAKTIKA Mei 2021
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.83

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar efektifitas pembelajaran matematika dengan penerapan model kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas VII MTs Negeri Palopo pada siklus I berada pada kategori rendah dengan skor rata-rata <50,45 dari skor ideal 100. Penguasaan siswa kelas VII MTs Negeri Palopo dalam siklus II berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata >75,85 dari skor ideal 100. Antara siklus I dan siklus II terjadi peningkatan siswa pada Siklus I sebesar 25,40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
Penerapan Model Kontekstual pada Mata Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Persamaan Garis Lurus Siswa Kelas VIII MTsN Palopo Hasri Hasri
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 (2022): DIDAKTIKA November 2022
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.166

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu penerapan metode kontekstual dapat meningkatkan efektifitas dan hasil belajar siswa kelas VIII MTsN Palopo pada mata pelajaran matematika pokok bahasan persamaan garis lurus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dimana proses kegiatannya di setiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIII MTsN Palopo yang dipilih dengan random sampling dengan jumlah 33 siswa. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan membandingkan hasil belajar sebelum dan sesudah pemberian tindakan. Indikator keberhasilan penelitian ini yaitu keaktifan siswa lebih dari 75% dan hasil belajar siswa menunjukkan sekurnag-kurangnya 85% diatas nilai KKM. Hasil penelitian menunjukkan lebih banyak observasi terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran secara klasikal. Pada siklus pertama, 70% siswa mengikuti kegiatan pembelajaran; angka itu melonjak menjadi 87% pada siklus kedua. Penyelesaian setiap siklus menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I angka ketuntasan klasikal sebesar 75,8%, sedangkan pada siklus II sebesar 90,9%. Nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 69,5, sedangkan pada siklus II adalah 75,4.