Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERSEPSI GURU TERHADAP INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS INFORMASI TEKNOLOGI Sutirna Sutirna; Suntoko Suntoko
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 01 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenuh dan Bosan merupakan hal yang pasti datang dan terjadi pada setiap manusia (siswa, mahasiswa, guru, dan dosen) dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Salah satu yang menyebabkan siswa jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran adalah kemonotonan guru dalam memberikan materi pelajaran, apalagi ditambah dengan sifat guru yang “Galak” atau “Menakutkan”, begitupun dengan guru/dosen dalam kesahariannya. Oleh karena itu diperlukan melakukan inovasi pembelajaran, baik secara konvensional atau dengan berbasis IT, sehingga tidak terjadi kejenuhan dan kebosanan dalam proses pembelajaran yang pada akhirnya diharapkan mutu pembelajaran meningkat serta hasil belajar optimal. Dari hasil penelitian tentang persepsi guru terhadap inovasi ternyata sebagian besar guru telah melakukan inovasi dalam pembelajaran dan menyatakan bahwa dengan inovasi, pembelajaran menjadi lebih baik. Namun untuk inovasi berbasis IT sebagian besar masih terkendala dengan sarana dan prasara sekolah yang belum merata, tetapi para guru tetap optimis ingin melakukan inovasi pembelajaran. Kata kunci: jenuh, bosan. pembelajaran, inovasi,  
Analisis Kritik Sosial dalam Kumpulan Cerita Pendek Dijamin Bukan Sihir Karya Musmarwan Abdullah (Tinjauan Sosiologi Sastra) Ilman Tawabi; Suntoko Suntoko; Wienike Dinar Pratiwi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.58 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5211476

Abstract

The choice of literature as a solution to people's dependence on gadgets and to overcome the level of politeness, because audio-visual literacy offered on electronic devices or social media is deemed unable to produce the expected results as a substitute for text (literary) literacy. This study uses a sociology of literature approach, and uses qualitative research methods. In this study, 10 stories containing social criticism were selected from the collection of stories Dijamin Bukan Sihir by Musmarwan Abdullah. Data collection techniques in this study used document content analysis techniques by reading, recording, and analyzing data. While the data analysis technique in this study uses the Miles and Huberman model, so that the activities in data analysis in this study are data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Based on the results of the analysis conducted by the researchers, there are six aspects of social criticism contained in the collection of short stories Dijamin Bukan Sihir by Musmarwan Abdullah, including social criticism of political problems, social criticism of cultural problems, social criticism of economic problems, social criticism of technology problems, social criticism family problems, social criticism of religious issues.
Analisis Nilai Moral Dalam Cerpen Membebaskan Dewi Karya Santhy Agatha Santi Kusmayanti; H. Oding Supriadi; Suntoko Suntoko
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.626 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7785616

Abstract

Analisis Tindak Tutur Ilokusi Direktif dalam Podcast “Asumsi Bersuara” Episode 158 pada Aplikasi Spotify sebagai Bahan Ajar Teks Persuasi di SMP Kelas VIII Desita Dwi Suciyani; Oding Supriadi; Suntoko Suntoko
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i2.708

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi dengan pentingnya bahasa dalam kehidupan sehari-hari, Dengan mengetahui kebahasaan yang baik dan benar, informasi yang didapat tidak akan terjadi kesalahpahaman fungsi tuturan. Tujuan pada penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi direktif dalam podcast “Asumsi Bersuara” yang berjudul “Ibu Kota Baru Untuk Siapa? Ft. Faisal Basri. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, karena mencakup penelaahan tentang kebahasaan ilokusi (fungsi) direktif yang digunakan penutur dan mitra tutur, penelaahan pada tuturan-tuturan yang terdapat dalam podcast yang digunakan oleh Rayestu dan Faisal Basri. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan observasi, dokumentasi, dan menggunakan teknik simak catat. Melakukan pengamatan secara tidak langsung, dengan mencari dan menentukan media, akun podcast, serta topik yang menarik untuk diteliti, mengumpulkan data dengan membuat dokumen berupa tulisan yaitu dari hasil transkip tuturan bentuk dari tindak tutur ilokusi direktif pada podcast “Asumsi Bersuara” episode 158, alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu, laptop, handphone, buku catatan, dan alat tulis, setelah itu menyimak objek yang diteliti peneliti mencatat atau menranskip bentuk dari tindak tutur ilokusi direktif pada podcast “Asumsi Bersuara” episode 158. Hasil pada penelitian ini ditemukannya tindak tutur ilokusi direktif pada podcast “Asumsi Bersuara” sebanyak 7 tuturan. Tuturan tersebut mempunyai fungsi (ilokusi) direktif yang mencangkup 4 ilokusi direktif menganjurkan, 1 ilokusi direktif menasehati, 1 ilokusi direktif merekomendasi, dan 1 ilokusi direktif memohon. Dari temuan penelitian tuturan direktif ditemui yaitu tindak tutur ilokusi direktif anjuran/saran, nasehat, rekomendasi, dan permohonan. Maka peneliti merekomendasikan hasil penelitian tindak tutur dalam podcast “Asumsi Bersuara” ini sebagai alternatif bahan ajar materi teks persuasi di SMP kelas VIII yang merupakan bentuk ujaran atau kalimat yang menyatakan saran, ujaran, dan ajakan.
Nilai Budaya dalam Kumpulan Cerpen Bedil Penebusan Karya Kiki Sulistyo dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Cerpen di SMK Miftahul Husna; Dian Hartati; Suntoko Suntoko
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i3.678

Abstract

Nilai budaya hadir akibat adanya kebudayaan yang memiliki makna dan tempat melekat di masyarakat. Penelitian membahas terkait unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik dalam Kumpulan Cerpen Bedil Penebusan karya Kiki Sulistyo, dan kemudian dimanfaatkan sebagai bahan ajar materi cerpen di SMK. Peneliti menganalisis unsur intrinsik menurut Nurgiyontoro, yaitu tema, alur, latar, tokoh dan penokohan, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Unsur ekstrinsik berupa enam nilai budaya menurut Edward Spranger, yaitu nilai teori, nilai ekonomi, nilai keagamaan, nilai kesenian, nilai solidaritas, dan nilai kuasa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara mendeskripsikan hasil analisis data. Hasil penelitian dari keenam cerpen menunjukkan bahwa masing-masing cerpen mengandung tema didominasi tentang keegoisan, alur didominasi plot lurus, latar didominasi oleh tempat, waktu, dan sosial. Tokoh dan penokohan didominasi oleh tokoh utama protagonis, sudut pandang didominasi penggunaan sudut pandang persona pertama “aku”, gaya bahasa didominasi majas simile, metafora, personifikasi, dan hiperbola. Amanat didominasi pada pentingnya menurunkan sikap kuasa dan egosentris demi menghargai orang-orang di sekitar. Hasil penelitian nilai budaya berkaitan dengan nilai teori berkaitan dengan pengetahuan masyarakat mempelajari perkembangan, nilai ekonomi didominasi mata pencaharian dan barang barang ekonomis, nilai agama didominasi pada identitas dan ajaran suatu agama, nilai seni didominasi seni rupa dan seni musik, nilai kuasa didominasi penggunaan kekuasaan oleh tokoh pemimpin, nilai solidaritas didominasi kondisi sosial masyarakat, sistem kekerabatan, dan sikap antar individu. Peneliti melakukan analisis kurikulum terkait penyusunan bahan ajar. Hasil penelitian kemudian diimplementasikan menjadi sebuah produk berupa handout dengan merujuk pada KD 3.8 berupa identifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerpen.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Angkasa Karya Tresia dan Rekomendasi sebagai Bahan Ajar di SMA (Kajian Pragmatik Sastra Izzatun Nisa Syahidah; Dewi Suprihatin; Suntoko Suntoko
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 4 (2024): Volume 8, Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i4.1103

Abstract

Globalization and the influx of foreign cultures in Indonesia have impacted societal life, leading to a serious moral crisis. Values such as courtesy, mutual respect, and helping others are diminishing, resulting in negative behaviors like brawls, promiscuity, and violence. This situation reflects a decline in moral character among the younger generation. This study employs a qualitative and descriptive approach, using Angkasa by Tresia as the object. Data collection was conducted through literature review techniques, analyzing relevant books, notes, and reports. Data collection was further supported by note-taking techniques. Data analysis involved data reduction, presentation, and conclusion drawing.The research findings are as follows: First, the intrinsic elements of the novel include theme, plot, setting, characters and characterization, narrative point of view, language style, and message. Second, the character education values identified are religiosity, a love for reading, social awareness, responsibility, hard work, and friendliness or communication. The research results will be used as handouts for supporting teaching materials in the XII grade of high school.Keywords: Character education values, novel, teaching materials.
Analisis Pelanggaran Prinsip Kerjasama Grice pada Komik Pepekomik sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Teks Anekdot di Kelas X Lingga Arya Pangestu; Roni Nugraha Syahroni; Suntoko Suntoko
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 4 (2024): Volume 8, Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i4.1047

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the types of violations of the principle of cooperation in the Pepekomik comic strip. Comic strips are an interesting medium to explain because they often use humor as a tool to entertain readers. Through a pragmatic approach, this research describes the types of violations of the principle of cooperation in the Pepekomik comic strip which includes the maxims of quality, quantity, relevance and manner. The analysis method uses a qualitative approach with descriptive analysis techniques. The research results show that the Pepekomik comic strip often violates the principle of cooperation in its speech with the aim of creating interesting and entertaining stories for readers. These violations occur in the form of deviations from the maxims of cooperative principles, such as providing inappropriate, insufficient, excessive, irrelevant or ambiguous information. This research contributes to the understanding of how the principle of cooperation is applied and applied in visual communication, especially in comic strips, as well as providing recommendations for using the Pepekomik comic strip as learning material for anecdotal texts in grade 12.
Integrasi Spotify dalam Metode Role Playing untuk Meningkatkan Motivasi dan Keterampilan Public Speaking Mahasiswa Suntoko Suntoko; Rizki Teja Pratama; Achmad Suherman
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.20669

Abstract

This research is motivated by the low public speaking skills of students, characterized by a lack of courage to speak, fluency in conveying ideas, and low learning motivation in class presentation activities. This condition requires learning actions that provide active, contextual, and interesting speaking experiences. This study aims to improve public speaking skills and student learning motivation through the implementation of the Role Playing method assisted by Spotify. The study used a Classroom Action Research (CAR) design which was carried out in two cycles on class 2C students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program at Singaperbangsa University, Karawang, with 30 research subjects. Data collection techniques included speaking skills tests, learning motivation questionnaires, observation, and documentation. The results of the study showed an increase in students' public speaking skills from the initial condition which only got an average score of 57.22, then increased in cycle I with an average of 74.67 and increased in cycle II with an average of 85.00, which was marked by an increase in the average score to exceed the completeness criteria and increased active participation of students in speaking activities. In addition, student learning motivation also increased from the low category to the good category. The study's key findings indicate that the Spotify-assisted role-playing method effectively increased students' speaking confidence and learning engagement. Therefore, the implementation of the Spotify-assisted role-playing method has been proven to significantly improve students' public speaking skills and learning motivation.