Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Mixing Natural Aggregates with Artificial Aggregates on Marshall Parameters Muhammad Riski; Febrina Dian Kurniasari; Bunyamin
Jurnal Inotera Vol. 6 No. 1 (2021): January-June 2021
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol6.Iss1.2021.ID135

Abstract

In general, aggregates consist of Natural Aggregates (NA) and Artificial Aggregates (AA). Artificial aggregates, such as Crushed Stone (CS), are aggregates produced through the crusher industry which has a rough and angular surface so that it has excellent adhesion to asphalt. Meanwhile, NA is an aggregate produced from a river which has a smooth and large hollow surface texture. The cost for AA is very expensive when compared to NA, so it is necessary to experiment with mixing NA and AA to minimize the use of AA. NA are obtained from Sungai Jalin, Jantho City District, Aceh Besar District. The method used refers to the specification of Bina Marga 2010 Revision four (2018) and the Indonesian National Standard (SNI). The purpose of this study was to see the effect of the combination of NA and AA as a substitute for coarse aggregate on the AC-WC concrete asphalt layer. The specimens used were 66 specimens with substitution of NA and AA into the asphalt layer were 0% NA: 100% AA, 25% NA: 75% AA, 50% NA: 50% AA, 75% NA: 25% AA, 100% NA : 0% AA. Based on the research results, the best value for the optimum marshall parameter is the substitution of 25% AA: 75% BP at asphalt content of 5.00%, the stability value is 1492.37kg with a VIM value of 3.69%, VMA 16.17%, VFA 77.88% and MQ 573.87kg / mm which have met the requirements of the 2010 Revision four (2018) Bina Marga specification.
pemanfaatan getah karet untuk substitusi aspal modifikasi lapisan asphalt concrete wearing course (Ac-wc) dengan metode basah JOTI ASRI; Febrina Dian Kurniasari; bunyamin bunyamin
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.816 KB) | DOI: 10.35308/jts-utu.v8i1.5051

Abstract

AbstractBeton aspal merupakan salah satu jenis perkerasan lentur (flexible pavement) yang material nya terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler dan menggunakan aspal sebagai bahan pengikat. Ketersediaan aspal sebagai bahan pengikat semakin menurun seiring dengan semakin menurunnya ketersediaan aspal dunia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu di cari alternatif pengganti yaitu dengan mengembangkan aspal modifikasi dengan cara mensubtitusikan sebagian dari jumlah aspal dengan bahan polimer untuk menghemat penggunaan aspal tanpa mengurangi kualitas dari campuran yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja stabilitas. Salah satu bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah getah karet. Maka perlu penambahan bahan lain pada penelitian ini di gunakan getah karet. Untuk bahan campuran aspal getah karet adalah cairan yang berwarna putih yang di dapat dari sadap pohon karet. Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dalah beberapa persen pengaruh pemanfaatan getah karet untuk subtitusi aspal modifikasi lapisan asphalt concrete wearing course (AC-WC) dengan metode basah. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah limbah plastik dapat digunakan sebagai bahan substitusi campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC- WC) sebagai salah satu cara untuk mengurangi masalah getah karet  yang terus meningkat setiap harinya oleh aktivitas masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode basah yang mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2010 Revisi empat (2018). Pengujian karakteristik Marshall dilakukan pada 5 (lima) kadar aspal untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO). Selanjutnya pada kondisi KAO direncanakan pembuatan benda uji dengan variasi persentase getah karet  3%, 6%, 9%, 12%, dan 15%. Hasil yang diperoleh untuk substitusi terbaik adalah persentase getah karet 6% dengan kadar aspal 5,50% didapat nilai VIM 3,80, VMA 17,08%, VFA 78,32%, Stabilitas 1220,99 kg, dan Flow 2,67 mm, semua nilai memenuhi spesifikasi yang ditentukan oleh Bina Marga 2010 Revisi 4 (2018).